Aplikasi MEDSINC membantu Tenaga Kesehatan dalam Memantau, Mencatat dan Menilai Perkembangan Kesehatan Anak di Sumba Barat

Waikabubak, 25 Maret 2021.  Hak anak menjadi tanggungjawab dari semua orang yang berada disekeliling anak, tidak terkecuali orang tua. Salah satu hak anak yang wajib dipenuhi adalah hak tumbuh kembang. Untuk mengetahui tumbuh kembang anak, maka orangtua wajib melakukan pemantauan kesehatan di fasilitas kesehatan.  Fasilitasi kesehatan diharapkan memiliki layanan yang mampu melakukan pemantauan dan pencatatan kesehatan anak dari wilayah dampingan. Pemantauan dan pencatatan dilakukan oleh tenaga kesehatan, dan selanjutnya dianalisa dan dikembangkan menjadi data program. Data program dapat membantu pemerintah daerah menyusun rencana aksi daerah berbasis data.

Program Maternal Newborn Child Health and Nutrition (MNCHN) atau Kesehatan Ibu dan Anak di Sumba Barat, mengacu pada konstelasi layanan dan praktik yang diberikan dan digunakan untuk melindungi dan mempromosikan kehamilan yang sehat, persalinan, dan perawatan, pertumbuhan dan perkembangan bayi baru lahir, bayi dan anak-anak. Banyak layanan dan praktik yang secara langsung bermanfaat bagi ibu serta anak-anak. Perilaku atau praktik sehat yang melindungi kesehatan dan gizi anak seringkali dibangun di dalam rumah tangga dan dapat didukung oleh kampanye kesadaran masyarakat setempat. Ini adalah kombinasi dari ketersediaan dan penyediaan layanan yang berkualitas, serta minat dan permintaan dari masyarakat untuk menggunakan layanan ini dan menerapkan praktik-praktik sehat, yang meningkatkan kelangsungan hidup ibu dan anak serta membantu anak mencapai potensi pertumbuhan secara optimal.

Untuk mendukung praktik dan akses terhadap layanan kesehatan, program Sponsorship melalui program MNCHN, telah melakukan berbagai pelatihan untuk peningkatan kapasitas khususnya tenaga kesehatan puskesmas. Salah satunya adalah pelatihan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) bagi tenaga kesehatan (dokter, bidan dan perawat) untuk melaksanakan tata laksana MTBS di poli MTBS Puskesmas.  Sejalan dengan kegiatan tersebut, Program MNCHN juga ingin melakukan inovasi-inovasi program, melalui pendekatan aplikasi Medical Evaluation and Diagnostic System for Infant Newborn and Children (MEDSINC) dan ini merupakan yang pertama diimplementasikan di Indonesia khususnya di Sumba Barat.

MEDSINC merupakan platform digital yang digunakan oleh tenaga kesehatan untuk menilai anak-anak yang sakit dan menentukan penyakit mereka dan berhasil melakukan penilaian klinis serta menghasilkan pengobatan dalam mode offline. Sejak tahun 2019 program MNCHN telah melakukan penguatan kapasitas tenaga kesehatan    tentang platform MEDSINC untuk 10 Puskesmas di Sumba Barat. Dimana nakes yang telah mendapat pelatihan merupakan nakes/ penanggungjawab MTBS. Pada bulan Mei 2020 konsultan MEDSINC bersama Kepala Puskesmas dan pengelola MTBS telah mengadakan virtual meeting untuk mendapatkan masukkan terkait konten untuk melengkapi platform MEDSINC ini. Salah satunya adalah mengakomodir formulir pencatatan bayi muda kurang dari dua bulan dan formulir pencatatan bayi 2-5 tahun. Harapannya, penggunaan teknologi berbasis android ini dapat menjadi praktek baik dan sebagai inovasi program yang dilaksanakan di 10 Puskesmas, Kabupaten Sumba Barat.

Terkait kebutuhan pencatatan dan pemantauan kesehatan anak di Sumba Barat, Dinas Kesehatan bersama Perkumpulan Stimulant Institute (PSI) mitra Save the Children melaksanakan training MEDSINC bagi tenaga kesehatan untuk 10 puskesmas. Training MEDSINC dilaksanakan di sekolah luar biasa (SLB) Waikabubak, pada tanggal 24 – 25 Maret 2021. Kegiatan ini melibatkan 20 orang (2 laki-laki dan 18 perempuan) tenaga kesehatan yang berasal dari Dinas Kesehatan dan staff Puskesmas. Adapun tujuan dari pelatihan MEDSINC  yaitu; 1) memantau tenaga kesehatan menggunakan platform MEDSINC untuk penilaian bayi muda usia (0-2 bulan) dan penilaian bayi umur  2 – 5 tahun, 2) tenaga kesehatan yang telah mendapat pelatihan MEDSINC dapat mempraktekkan aplikasi MEDSINC di masing-masing Puskesmas, 3) PSI dan Dinas Kesehatan memantau staf MTBS dalam penggunaan MEDSIN/MTBS, dan 4) adanya sistim pencatatan dan pelaporan secara regular oleh penanggungjawab MTBS Puskesmas.

Output kegiatan, antara lain; tenaga kesehatan dapat melakukan pemantauan dan pencatatan kesehatan anak, mampu mendata angka kesakitan dari bayi muda kurang dari 2 bulan dan bayi umur 2 – 5 tahun, dan system pencatatan dan pelaporan dapat dilakukan secara regular oleh penaggungjawab program MTBS di Puskesmas dan Dinas Kesehatan.

Peserta training bersama Edi Eduardus Umbu Katanga Yani (Program Coordinator MNCHN/ PSI) mengikuti training secara online.  Penyampaian informasi dan cara penggunaan aplikasi MEDSINC, disampaikan oleh Apri Selwin Leokuna (Spesialist MCNHN/ Save the Children) dan Meghan McLaughlin (Tehnical Advisor/ ThinkMD) secara virtual.

Menurut Pansbert Bunga staf kesehatan masyarakat (kesmas/ dinkes) menyampaikan bahwa pelatihan MEDSINC merupakan hal baru dan sangat baik bagi tenaga kesehatan. Pelatihan seperti ini, baiknya melibatkan pengelola program Malaria sehingga bisa membantu pendataan dan pemantauan Malaria di Sumba Barat. Pernyataan yang sama disampaikan oleh dokter Desriyani E. Malo (Puskesmas Puuweri), bahwa informasi berbasis aplikasi dapat membantu tenaga kesehatan dalam pemantauan, pencatatan dan penilaian balita sakit. Kedepannya, kita akan memperbaiki system pelaporan, agar sumber data yang masuk ke Dinas, lebih jelas dan valid.

Akhir dari pelatihan, disepakati rencana tindaklanjut, sebagai berikut; 1) tenaga kesehatan melakukan praktik menggunakan aplikasi MEDSINC di 10 Puskesmas untuk membantu pemantauan, pencatatan dan penilaian balita sakit, 2) PSI mitra Save the Children meminjamkan android (9 unit) sebagai media pemantauan kesehatan anak, dan 3) ThinkMD akan mengirimkan hasil analisa data kepada 10 Puskesmas dua kali dalam sebulan. (PSI RED)

Bagikan Informasi Ini

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *