Berita Umum

Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat Menghadiri Rakorwasdanas dan Stranas PK di Solo

SOLO_ Dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah tahun 2020 dan pelaksanaan strategi nasional pencegahan korupsi, Bupati Sumba Barat Drs.Agustinus Niga Dapawole Menugaskan Inspektur Kabupaten Sumba Barat Ledi Lagu, SH, M. Hum dan Kepala Bagian Humas dan Protokol pada Setda Kabupaten Sumba Barat Ridho Djama Samani, SKM, M. Sc, Sekretaris Inspektur Kabupaten Sumba Barat Agus Jaha, SH serta Kasubag Umum dan Keuangan pd Inspektorat Kabupaten Sumba Barat Abdullah Daud, SE selaku Pengelola Aplikasi MCP KPK dan JAGA.id untuk mengikuti Rapat Kordinasi Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Nasional (Rakorwasdanas) dan Evaluasi Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) yang dilaksanakan oleh Menteri Dalam Negeri bertempat di The Sunan Hotel Solo. Kamis, (25/09).

Tumpak Haposan Simanjuntak Itjen Kemendagri dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan Rakorwasdanas 2019 dilaksanakan dengan tujuan melaksanakan amanat uu 23 tahun 2014 ttg Pemerintah Daerah yang salah satu tujuan melakukan evaluasi Strategi Nasional Pencegahan Korupsi serta pemutakhiran data TLHP.serta pada kesempatan hari ini pula Kemendagri memberikan penghargaan terhadap Provinsi yang telah berhasil dalam melakukan upaya perbaikan dalam pencegahan korupsi serta telah melakukan tindaklanjut atas berbagai temuan Itjen dan BPK, memiliki Kinerja serta melakukan inovasi dalam pencegahan Korupsi yaitu.JATENG, GORONTALO ,JATIM, JABAR dan DI.JOGYAKARTA.
Rakorwasdanas diikuti oleh seluruh Inspektorat Provinsi dan Kabupaten, serta Kabag Humas se Indonesia…

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dalam sambutannya mengucapkan selamat datang dan mengatakan bahwa kegiatan hari ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi penyelenggara pengawasan didaerah sehingga pembangunan didaerah benar benar dilaksanakan dengan baik dan benar serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Terima kasih atas kepercayaan Pemerintah Pusat kepada Provinsi Jawa Tengah khususnya Kota Solo utk menjadi Tuan rumah pelaksanaan Rakorwasdanas 2019 tingkat Nasional. Ucapan terima kasih yang sama juga disampaikan kepada Kepala Daerah yg hadir dlm acara tersebut”, ucap Pranowo.

Sekjen Kemendagri bapak Hadi Prabowo dalam sambutannya mengatakan apresiasi dan penghargaan atas kehadiran peserta pertemuan hari ini sebagai salah satu bentuk sinergitas pemerintah dalam upaya pencegahan korupsi didaerah masing2. Terima kasih jg kepada 5 provinsi yg telah menunjukkan prestasi dalam meningkatkan kinerja pengawasan di daerah masing2.

“Dibawah Tema “SDM Pengawasan Unggul Cegah Korupsi” diharapkan dapat memberikan dampak bagi pembangunan di daerah masing2. Walaupun disadari bahwa dalam segi kuantitas dan kualitas APIP masih kurang akan tetapi tidak menyurutkan semangat dalam upaya pencegahan korupsi, diharapkan pula dukungan kerja sama dari Bagian Humas Pemda untuk dapat membangunan komunikasi yang baik serta dapat memberikan informasi-informasi terutama dalam upaya pencegahan serta upaya tindaklanjut atas berbagai temuan yang telah disampaikan oleh APIP”, ujar Hadi.

Diharapkan pula bahwa tunjangan kerja bagi APIP dapat diperbaiki sehingga tidak mengganggu para APIP dalam melakukan pengawasan yang akan tergiur dengan tindakan-tindakan yg tidak bertanggungjawab yang mengarah pada tindak Korupsi serta upaya memperbaiki struktur organisasi Inspektorat didaerah serta Penerapan Sistem Aplikasi Integrated utk menunjang pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan di dearah, menjaga integritas APiP, merubah cara pandang pengawasan, meningkatkan kompetensi menuju apip level 3, ujar Hadi menutup sambutannya.

Rakorwasdanas 2019 yang berlangsung di The Sunan Hotel Solo dibuka oleh Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, dalam sambutannya mengatakan KPK telah membentuk Tim Kordinasi supervisi pencegahan dan pengawasan Korupsi yang bekerjasama dengan aparat pengawasan di daerah sebagai upaya pencegahan korupsi di daerah.

Marwata mengharapkan kerja sama dan komitmen dari kepala daerah dan seluruh jajarannya untuk melakukan perubahan yang mendasar dalam pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan daerah.
KPK mendorong untuk dilakukan upaya-upaya dalam penguatan kelembagaan, penguatan anggaran dan penguatan SDM pengawasan di daerah.
(Rdjs)

siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Setda Kab.Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

Pemda Sumba Barat Lakukan Audiensi Bersama Childfun International

JAKARTA_ Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat terus berupaya memperbaiki kualitas kesehatan masyarakat khususnya dalam upaya pencegahan dan penaggulangan Stunting.

Hal ini diimplementasikan dengan terbangunnya komunikasi dan akan berlanjut dengan hubungan kerja sama Pemda Sumba Barat dengan Childfund Internasional di Jakarta bertempat di aula Kantor Childfun Internasional Jalan Marga Satwa no. 36 Jakarta Pusat. Rabu, (25/09).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sumba Barat Titus Diaz Liuray, S. Sos, MM saat membuka audiensi tersebut mengatakan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat saat ini terus berupaya untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Sumba Barat yang masih tinggi.

“Upaya ini dilakukan melalui 3 pilar pencegahan yaitu pola makan, pola asuh dan sanitasi. Dalam melaksanakan pilar ini Pemda Sumba Barat mengharapkan adanya dukungan semua pihak terutama ChildFund”, lanjut Titus untuk Tahun 2020 arah kebijakan APBD Kabupaten Sumba Barat lebih ditekankan pada pengembangan sumber daya manusia dan upaya Pemerintah Daerah dalam menurunkan angka stunting.

Titus juga menjelaskan tentang program kerjasama pembangunan yang telah berjalan selama ini antara beberapa lembaga mitra yang didukung oleh Pemda Kabupaten Sumba Barat.

“Penjajakan kerja sama antara Pemda Sumba Barat dengan ChildFund internasional diawali saat Bunda PAUD Sumba Barat Dra. Metty H. Monteiro di minta sebagai Nara Sumber pada pameran pendidikan di Kupang beberapa waktu lalu untuk berbagi praktik baik yang telah dilakukan oleh Pemda Sumba Barat dalam pengembangan PAUD HI, dimana Childfun Internasional terlibat dalam pamaren tersebut dengan praktik baik yang berhasil dilakukan di daerah binaan yaitu pengasuhan (kelas parenting Bapak)”, jelas Titus.

Hasil koordinasi dari pameran Pendidikan tersebut langsung di tindak lanjuti dengan koordinasi oleh Tim dari Bappeda Kabupaten Sumba Barat dengan ChildFund internasional terkait dengan dukungan yang dapat diberikan juga oleh ChildFund Internasional kepada Pemda Sumba Barat dalam mengembangkan konsep Pengasuhan yang telah berhasil di beberapa daerah binaan, yang kemudian di tindaklanjuti untuk mendapat dukungan dari Bapak Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole, yang kemudian disambut baik oleh Bupati seraya mengucapkan segala sesuatu yang baik untuk rakyat Sumba Barat harus didukung dan dilaksanakan karena yang kita lakukan ini semuanya untuk kesejahteraan Rakyat Sumba Barat kata bapak Bupati” Bapak Bupati juga meminta agar segera dibicarakan bentuk kerja sama yang dapat dilakukan agar persoalan stunting di kabupaten Sumba Barat dapat segera diatasi”, tambah Titus.

Kemudian Bunda Paud Drs. Metty H. Monteiro mengatakan bahwa Kabupaten Sumba Barat telah menerapkan 4 Konsep Pelayanan Paud HI, namun kami juga ingin lebih mendalami konsep tentang pengasuhan anak oleh kedua orang tua. “Terima kasih saya ucapkan kepada tim childfun yang telah merespon permohonan kami dan berharap agar kedepan dapat membangun kerja sama yang baik demi generasi penerus di Kabupaten Sumba Barat”, ucap Metty.

“Saya bersyukur atas berkat yang diberikan Tuhan melalui bapak Bupati, sehingga saya selaku Ketua Tim Penggerak PKK, dan juga merangkap Ketua Dekranasda dan Bunda Paud dapat turun langsung ke masyarakat untuk melakukan sosialisasi demi pengembangan sumber daya manusia yang dibangun sejak anak-anak”, ujar Metty.

“Kami juga melibatkan pimpinan DPRD dlm hal ini ketua komisi C. Kelembagaan kami sdh sangat kuat krn telah didukung oleh pemda dan juga DPRD. Oleh karenanya kami ingin mempelajari dan menerapkan pada masyarakat kami”, lanjut Metty.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat dr. Bonar B. Sinaga saat diberikan kesempatan menjelaskan gambaran Data Stunting tahun 2018 di Kabupaten Sumba Barat. “Di tahun 2019 ada 10 desa dan tahun 2020 ada 36 desa yg menjadi fokus penanganan Stunting di Kabupaten Sumba Barat”, jelas Bonar.

Sedangkan Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Sumba Barat Rambu Jaku Pewu, SE mengatakan bahwa Dinas PMD pada dasarnya selalu mendorong agar desa merencanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat seperti salah satunya pencegahan stunting.

Menjawab permohonan Pemda Sumba Barat, Program Direktor Childfun Internasional di Jakarta Grace Hokum mengatakan bahwa pada dasarnya semua tahapan yg dilakukan oleh pemda Sumba Barat sudah hampir sempurna hanya kurang dipublikasi sehingga masyarakat tidak mengetahuinya.

“Kami ingin berkontribusi membantu Pemda Sumba Barat agar desa atau kabupaten Sumba Barat dapat mewujudkan mimpinya menjadi Desa/Kabupaten yang layak Anak, kedepan kita pasti akan bekerja sama dengan baik”, sambut baik Grace.

Turut hadir pada kesempatan itu Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sumba Barat Anthoneta K. L. Dapawole, SE, Country Directorat Childfun Internasional di Jakarta Hanneke Outker, Spesialis Perkembangan Anak Childfun Internasional di Jakarta Fitriana Herarti.
(moi)

Siaran Pers Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini