Berita Umum

BKPP Fasilitasi Pembekalan Pelaksanaan Ujian Dinas Tahap II Tahun 2021

Waikabubak – Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Sumba Barat memfasilitasi pembekalan kepada para peserta Ujian Dinas Tingkat I, II dan Ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijasah Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahap 2 (dua) Tahun 2021. Pembekalan Ujian Dinas ini diberikan oleh Pegawai BKD Provinsi NTT, Maria Y. S. Kiak dan Cyntia D. Pattiasina, yang bertempat di Aula SD Tabulo Dara Kelurahan Weekarou, Kecamatan Loli pada tanggal 06 Oktober 2021.

Materi pembekalan yang diberikan adalah menyangkut kisi-kisi ujian dinas, yaitu wawasan kebangsaan, terutama Pancasila, UUD 1945, amandemen dan lembaga legislatif, serta beberapa materi tentang sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Selain itu, para peserta diberikan kisi-kisi tentang ASN, KORPRI, peraturan Pemerintah Daerah dan instansi vertikal, otonomi dan ekonomi daerah, serta pelayanan publik. Untuk bentuk soal Ujian Dinas terdiri dari Pilihan Ganda dan Essay.

Ujian Dinas Tahap I (satu) telah selesai dilaksanakan dengan jumlah peserta sebanyak 84 orang. Pada tahap II (dua) kali ini, Ujian Dinas diikuti sebanyak 40 orang, yang terdiri atas 16 orang Ujian Dinas Tingkat I, 21 orang Ujian Dinas Tingkat II, Ujian Dinas Penyesuaian Ijasah Sarjana sebanyak 2 orang dan ijasah SMA sebanyak 1 orang.

=== dkips.sb ===

Bagikan Informasi Ini

Bupati Sumba Barat Bersilaturahmi Dengan Warga Kampung Baru, Launching Gerakan Sadar Buang Sampah Peduli Sampah Dan Tertib Sampah

Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, SH mengunjungi warga Kelurahan Kampung baru dalam rangka bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama serta warga kelurahan Kampung Baru, Rabu (25/08/2021) sore, bertempat di Aula Kantor Kelurahan.

Pada acara silaturahmi yang juga dihadiri salah satu tokoh Sumba Barat, Drs. Julianus Pote Leba, M.Si, Bupati Yohanis Dade berkesempatan melaunching gerakan sadar sampah buang sampah dan tertib sampah yang disingkat “RADAR ANGSA PUTIH” yang ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama antara tokoh masyarakat, stake holder dan masyarakat Kampung Baru sebagai bentuk dukungan dan partisipasi masyarakat.

Pada kesempatan itu, Lurah Kampung Baru mengucapkan terima kasih kepada Bupati Sumba Barat yang telah berkenan hadir bersilaturahmi dan ini merupakan suatu kebanggaan bagi warga kampung baru dapat bertatap muka secara langsung.

Sementara itu Bupati sumba Barat, Yohanis Dade, SH dalam arahannya mengucapkan terima kasih atas sambutan yang diberikan oleh masyarakat Kelurahan Kampung Baru dan juga mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepada masyarakat dalam membantu Pemerintah Kabupaten Sumba Barat mensukseskan visi dan misi dan program seratus hari Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat terkait kebersihan, menjadikan desa dan kota “berseri”, bersih sehat dan indah.

Menurutnya, tentu butuh kerjasama dan partisipasi masyarakat agar Sumba Barat segera keluar dari predikat kota kecil terkotor menjadi kota yang bersih yang mana Kota Waikabubak merupakan cerminan dari wajah Sumba Barat keseluruhan.

“Tentu kita berharap banyak dari partisipasi masyarakat terkait kebersihan dan juga terkait penerangan atau lampu jalan. Tentu itu butuh partisipasi dari warga kota waikabubak”, ungkapnya.

Lanjutnya, ia mengharapkan agar Kampung Baru kedepan menjadi kelurahan terbersih di Kota Waikabubak. Hal itu tentu bisa terwujud jika seluruh masyarakat turut berpartisipasi aktif.

“Saya juga patut berterimakasih, bersyukur, dan begitu bangga, senior saya, kakak saya Drs. Julianus Pote Leba dalam kesibukannya menyempatkan hadir disini. Ini tentunya adalah bentuk tanggungjawab, bentuk kepedulian beliau terhadap keberlangsungan pembangunan di Daerah ini”, ujar Yohanis Dade.

Dalam sesi dialog yang penuh keakraban, Drs. Julianus Pote Leba menyampaikan bahwa Ia sangat setuju dengan program seratus hari Bupati dan Wakil Bupati terkait kebersihan, hal itu mempunyai dasar yang kuat yakni kebersihan berkaitan erat dengan kesehatan tentunya.

“Saya lihat dengan program ini Kota Waikabubak sudah semakin bagus, Kelurahan Kampung Baru juga semakin bagus. Cuma satu yang kita lupa, kampung-kampung kita kurang perhatikan. Mungkin Pak lurah melalui RT dapat mendekati kita punya Bapa Mama untuk seminggu sekali atau dua minggu sekali bekerjasama mengumpulkan sampah-sampah supaya ada gerakan di kampung-kampung sehingga mereka bisa berinisiatif sendiri membersihkan lingkungannya”, ujarnya. (Dhi)

Demikian Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

Buka Rakor Bidang Pertanian, Bupati : Rencanakan Apa Yang Dibutuhkan Rakyat Bukan Apa Yang Menjadi Kepentingan Pejabat

Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, SH menegaskan agar perencanaan harus dimulai dari apa yang dibutuhkan oleh rakyat, bukan apa yang menjadi kepentingan pejabat, hal itu diungkapkannya ketika membuka Rapat Koordinasi Bidang Pertanian, Selasa (24/08/2021) di Aula SMA Kristen Waikabubak.

Rapat Koordinasi Bidang Pertanian Kabupaten Sumba Barat yang mengangkat tema Penyelarasan Indikator Sektor Pertanian Dalam Mempercepat Pemulihan Ekonomi Daerah ini bertujuan untuk memantapkan koordinasi semua unsur dalam penyelenggaraan pemerintahan terutama yang berkaitan dengan bidang pertanian.

Hasil dari pertemuan ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi pengambil keputusan di Kabupaten Sumba Barat mengenai strategi kebijakan pembangunan sektor pertanian.

Menurutnya ketika rakyat membutuhkan alat Pertanian maka harus diprogramkan alat Pertanian, jika rakyat membutuhkan bibit harus diprogramkan pengadaan bibit, bukan memprogramkan yang lain atau sesuatu yang sama, sekedar copy paste dari program-program sebelumnya.

“Jangan memprogramkan sesuatu yang bombastis tapi tidak menyentuh langsung kebutuhan rakyat. Kasihan uang yang digunakan. Sudah banyak anggaran yang digelontorkan tapi program tidak berjalan, sehingga kita tetap berjalan ditempat. Ini kesalahan perencanaan. Bagian perencanaan tidak mau berpikir kreatif, inovatif, hanya sekedar copy paste perencanaan sebelumnya, apakah sesuai apa tidak, tidak peduli. Hasil dari perencanaan yang tidak menyentuh kebutuhan rakyat dapat dilihat sekarang ini.”, ujar Bupati.

Bupati Yohanis mengharapkan semua dapat bekerja dengan hati, merasa memiliki daerah ini dan bekerja dengan penuh ketulusan.

Peran strategis sektor pertanian sebagai mesin penggerak perekonomian, perlu dipertahankan dan ditingkatkan guna mendorong pertumbuhan ekonomi pada masa sekarang dan masa yang akan datang. Pembangunan sektor pertanian harus dikaji, dianalisa, dan dilakukan perencanaan yang matang dan terfokus lintas sektoral, sehingga akan berdampak pada produktivitas dan produksi pertanian yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kabupaten Sumba Barat dapat menjadi daerah yang maju dalam pembangunan pertanian, perlu menyesuaikan model/pola pemberdayaan pertanian dalam masyarakat untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produktivitas serta produksi pertanian dan dapat memenuhi kebutuhan pangan daerah. Hal ini perlu keseriusan dalam perencanaan dan pelaksanaannya.

“Kabupaten Sumba Barat sangat membutuhkan keseriusan kita untuk senantiasa peka dan aktif dalam menyikapi berbagai persoalan di berbagai bidang, salah satunya bidang pertanian”, pungkasnya

Sejalan dengan hal itu, Bupati Yohanis Dade juga berharap kepada peserta rakor agar memberikan perhatian terkait kondisi terbaru, permasalahan pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Sumba Barat, merumuskan langkah strategis, kebijakan pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Sumba Barat, dan melakukan sinkronisasi program serta kegiatan pembangunan Pertanian Kabupaten Sumba Barat sesuai dengan klasifikasi, kodefikasi, nomenklatur perencanaan daerah Kabupaten Sumba Barat

“saya berharap kegiatan ini dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Sumba Barat dan kegiatan ini sebagai wadah curah pendapat berbagai pemangku kepentingan pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Sumba Barat. Saya mengharapkan saran dan masukan kita semua terkait materi rapat kita pada hari ini”, harap Bupati mengakhiri sambutannya.

(Dhi)

Demikian Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat

Bagikan Informasi Ini

Jawaban Pemerintah Terhadap Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Terhadap Nota Pengantar LKPD Tahun Anggaran 2020

Waikabubak | Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, SH dan Wakil Bupati Sumba Barat, John Lado Bora Kabba, mengikuti rapat paripurna dengan agenda penyampaian jawaban Pemerintah terhadap pandangan umum fraksi DPRD terhadap nota pengantar pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kabupaten Sumba Barat Tahun Anggaran 2020 dan rancangan perubahan Peraturan Daerah No. 2 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah.

Rapat Paripurna X Masa Persidangan III DPRD Kabupaten Sumba Barat Tahun 2020/2021 di gelar di ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sumba Batat, Sabtu (21/08/2021)

Rapat paripurna tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Sumba Barat, Drs. Dominggus R. Come beserta wakil ketua DPRD, dan dihadiri anggota DPRD Kabupaten Sumba Barat lainnya.

Dalam rapat paripurna tersebut bupati menyampaikan terima kasih kepada pimpinan dan anggota DPRD yang telah memberikan pandangan berupa saran, himbauan serta pernyataan atas nota pengantar pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2020 dan telah menerima kedua rancangan yang disampaikan untuk dibahas lebih lanjut dalam persidangan selanjutnya.

“Sekali lagi terimakasih atas keputusan tersebut karena menunjukkan komitmen dan dedikasi seluruh Fraksi Dewan yang terhormat untuk mengakselarasi penyelenggaraan pemerintahan daerah Kabupaten Sumba Barat demi terwujudnya kebutuhan masyarakat dimasa mendatang”, ungkap Bupati Yohanis.

Atas nama pemerintah daerah, Bupati Yohanis juga menyampaikan terimakasih dan menghargai keputusan dan masukan yang telah disampaikan oleh fraksi-fraksi dewan yang terhormat.

Ia menyampaikan terimakasih dan mengapresiasi pertanyaan, saran, himbauan, dan permintaan penjelasan dari fraksi-fraksi dewan yang terhormat. Pemerintah daerah memahami sinyal yang disampaikan oleh fraksi-fraksi karena hal ini juga menunjukkan adanya kesungguhan dan keseriusan untuk mengawasi, mengawal dan mendorong proses penyelenggaraan pemerintahan daerah sehingga lebih berdayaguna dan berhasil guna.

Dalam menyampaikan laporan jawaban, terkait penataan kelembagaan perangkat daerah mengacu pada kapasitas, kompetensi, profesionalisme, integritas moral yang semuanya mengarah pada peningkatan kualitas pelayanan masyarakat, karena itulah tugas mulia sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, hal ini sudah sejalan dengan tekad pemerintah daerah.

Bupati juga mengatakan hal itu merupakan suatu konsep yang perlu mendapatkan perhatian khusus, karena hal tersebut menyangkut kelembagaan yang telah memiliki landasan yuridis tentang keberadaannya.

Adapun pertimbangan terkait pelaksanaan tugas pokok dan fungsi, serta kewenangan masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak boleh berbenturan dan tumpang tindih (overlapping).

“… dan yang tidak kalah penting adalah OPD yang ada di kabupaten harus selaras dengan aras provinsi dan pusat, karena inilah salah satu jembatan emas bagi pengembangan potensi daerah”, tutup Bupati Yohanis

(Dhi)

Demikian Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini