Desa Kelurahan

Bank Ntt: Pemda Sumba Barat Terima 256 jUTA CSR, Desa Tebara Sabet 20 Juta Juara Favorit Festival Bumdes Tinggkat Propinsi NTT Tahun 2021

Waikabubak | Jumat, 10 September 2021 |Mewujudkan amanat Undang-Undang Perseroan Terbatas Nomor 40 Tahun 2007 dalam memenuhi komitment dan tanggung jawab perusahan terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar, Yuan N.A. Taneno, SE, MSi, Kepala Bank NTT Cabang Waikabubak, menyerahkan bantuan CSR untuk Penerangan Jalan Umum (PLTD) kepada Pemda Sumba Barat sebesar Rp 256.000.000 sekaligus hadiah Juara Favorit Festival BUMDES sebesar Rp 20.000 untuk Bumdes Iyya Tekki milik salah satu Desa Wisata terbaik di Indonesia, Desa Tebara, yang juga merupakan desa binaan perusahan ini. Bantuan dan hadiah di atas langsung diterima oleh Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, SH dan Kepala Desa Tebara, Marthen Rogowino Bira, SS.

Bank Pembangunan Daerah yang pendiriannya tersinspirasi oleh sesepuh NTT W.J. Lalamentik dan Frans  Seda ini menyadari betapa pentingnya peran dan sumbangsih masyarakat terhadap kemajuannya  dan karena itu memberikan kembali kepada masyarakat 2% dari sekitar Rp 240 Miliar laba yang dikukuhkan setiap tahun untuk pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang pendidikan, olahraga, kesehatan, ekonomi, sosial, dan pelestarian lingkungan hidup.  Yuan mengatakan bahwa per tanggal 8 September 2021, aset Bank NTT mencapai Rp 16,868 Triliun dengan jumlah dana yang dihimpun sebesar Rp 12,828 Triliun dan disalurkan sebanyak Rp 11,142 Triliun.  Laba yang dicatat mencapai Rp 247,059 Miliar dengan kredit macet sebesar RP 2,62%.

Bank NTT Cabang Waikabubak sendiri memiliki aset senilai RP 281,388 Miliar dengan dana yang dihimpun Rp 256,187 Miliar dan yang disalurkan sedikit lebih besar yakni Rp 260,259 Miliar. Laba yang dikukuhkan sebesar Rp 11,104 Miliar dan kerdit macet di bawah 1%. Pemerintah Kabupaten Sumba Barat menerima deviden sebesar RP 93.071.068.000 dari Rp 72.491.080.000 setoran modal. Pencapaian bank cabang pimpinannya, lanjut Yuan, adalah

“…berkat dukungan Bupati selaku pemegang saham, Bapak Wakil Bupati serta seluruh jajaran eksekutif, Pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Sumba Barat, tokoh masyarakat dan tokoh agama serta seluruh masyarakat Sumba Barat”.

Johanis Dade menyampaikan penghargaan terhadapa PT Bank Indonesia dan selanjutnya menegaskan bahwa pembangunan

“…bukan tanggungg jawab pemerintah saja. Setiap insan berperan untuk mewujudkan kesejahteraan sosial dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dunia usaha berperan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi…dunia usaha tidak lagi hanya memperhatikan catatan keuangan perusahan semata melainkan juga aspek sosial dan lingkungan…sinergi tiga elemen yang merupakan kunci dari pembangunan berkelanjutan atau sustainable development”

Penerangan jalan umum, lanjut Johanis, sangat penting bagi keamanan dan keselamatan pengguna jalan dan karena itu  membutuhkan perhatian yang serius dan hal tersebut merupakan tanggung jawab bersama.

Pemda Sumba Barat juga berterima kasih atas perhatian Bank NTT terhadap Desa Tebara yang menerima hadiah sebagai juara tervaforit serta menyampaikan profisiat kepada Kepala Desa Tebara atas prestasi tersebut. Menindaklanjuti Keputusan Pemerintah yang telah menunjuk Desa Tebara sebagai Desa Binaan Bank NTT Cabang Waikabubak, BPD ni telah bersinergi dengan Pemdes dalam pembinaan Desa Tebara dengan beberap inisiatif antara lain:

  1. Pembenahan fasilitas pendukung Kampung Prai Ijing sebagai salah satu destinasi wisata;
  2. Pembinaan Kelompok Usaha Kopi Lolina dan Kaparak mulai dari pengemasan sampai pemasarannya sebagai produk konsumsi masyarakat maupun sebagai souveneer wisata;
  3. Kerjasama dengan distributor dalam pengadaan pupuk; serta
  4. Pelatihan bagi pelaku UMKM Desa Tebara bersertifikat HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual).

Dalam kesempatan ini pula, Bupati dan jajarannya bersama Pimpinan Bank NTT dan Kepala Desa beserta anggotanya berpose bersama memamerkan produk kemasan Kopi Lolina dan Kaparak. Johanis menghimbau agar semua jajarannya untuk mengkonsumsi hasil produk lokal ini.

DKIPS Sumba Barat – OK

Bagikan Informasi Ini

Tinjau Persiapan Lokasi Penangkaran Benih Jagung, Wabup John Lado : Ini Merupakan Wujud Tanggungjawab Sebagai Pemimpin

Waikabubak_ Wakil Bupati Sumba Barat, John Lado Bora Kabba, meninjau persiapan penangkaran benih jagung di Tatoya Desa Sobarade, Jumat (18/06/2021)

Lokasi Penangkaran benih Jagung Desa Sobarade merupakan salah satu dari lokasi penangkaran benih jagung yang merupakan bagian dari luasan 38 hektare kebun penangkaran benih jagung di Kabupaten Sumba Barat yang diharapkan keberhasilan dari kebun penangkaran ini akan mendukung keberhasilan pengembangan jagung seluas hampir 4 ribu hektare.

“Kami sengaja turun langsung lapangan dalam rangka memberi semangat kepada masyarakat. Hal ini adalah wujud tanggungjawab sebagai pemimpin. Hal ini merupakan apresiasi yang kita berikan sehingga dapat memacu semangat kerja untuk memperbaiki taraf hidup yg lebih baik, bersama rakyat kita bangun ekonomi kita”, ungkap Wabup John Lado.

Lanjutnya, diharapkan kelompok betul-betul maksimal bekerja dalam rangka pembukaan lahan bibit jagung yang dikerjakan tersebut. Jagung tidak hanya untuk manusia tapi bisa juga untuk makanan hewan.

Wabup John Lado juga mengutarakan bahwa masih banyak yg mengeluh kenapa kita harus membeli lombok tomat dari Bima, sementara masyarakat kita sendiri juga mampu. Namun terkadang semangat masyarakat untuk berusaha menanam yang masih rendah.

“Kita berasal dari tanah oleh karena itu mari kita menghargai tanah ini dengan menghasilkan sesuatu yang baik. Semangat anak-anak sekarang yang sangat kurang terhadap bidang pertanian, menurut saya hal ini yang perlu dibangun kembali ditengah masyarakat”, pungkas John Lado.

Kalau masyarakat saja ada semangat mau berusaha, menurut John Lado, sudah pasti pemerintah akan mendukung. Kalau hasil produksi sudah memadai, pemerintah pasti akan berusaha membantu untuk mendistribusikannya ke luar Sumba.

Wabup juga berharap agar seluruh masyarakat Sobarade harus bangkit untuk bekerja keras, hal itu sesuai dengan pepatah yang mengatakan bahwa apa yang kita tabur itulah yang kita tuai.

Dalam kesempatan itu juga Wabup John Lado mengingatkan kembali terkait Covid-19, bahwa selaku pemerintah ada unsur kesengajaan tidak melakukan pesta. Bukan untuk membatasi atau melarang namun karena wujud rasa sayang terhadap masyarakat agar dapat mencegah penyebaran Covid-19 yang semakin meluas.

Selanjutnya Wabup John Lado melanjutkan perjalanan menuju lokasi persiapan ekowisata Desa Tebara dan lokasi kebun sayur organik di Desa Tanarara Kecamatan Loli.

Hadir pada kesempatan itu Kepala Dinas PMD, Camat Kota Waikabubak, Kepala Desa Sobarade, dan masyarakat Sobarade.(Moi)

Demikian Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

 

Bagikan Informasi Ini

AKSI “LISA” KELURAHAN MALITI

_Maliti-DKIPS_

LISA gerakan aksi Lihat Itu Sampah Angkat, oleh Lurah Maliti Adithya R. Umbu Kada, S.STP bersama para ketua RT/RW dan warga Kelurahan Maliti yang dilakukan pada hari Jumat 5 April 2019, merupakan aksi kesadaran bersama untuk mewujudkan Kota Waikabubak sebagai Kota BERTEMAN (Bersih, Tertib dan Nyaman) menuju Sumba Barat BERTEMAN.


Kegiatan diawali dengan senam bersama di halaman kantor KODIM 1613 Sumba Barat pada jam 6 pagi, kemudian dilanjutkan dengan aksi LISA pada fasilitas umum yang berada di wilayah Kelurahan Maliti. Terlihat antusias warga yang peduli akan pentingnya kebersihan lingkungan, saat kegiatan tersebut. Lurah Maliti berharap kegiatan tersebut akan menjadi agenda rutin setiap hari Jumat di Kelurahan Maliti, sekaligus menghimbau warganya agar selalu menjaga kebersihan lingkungan masing-masing tanpa harus dikomando.


Tampak hadir pula dalam kegiatan tersebut Anggota Kodim 1613 Sumba Barat, serta para pelaku usaha yang berada di wilayah Kelurahan Maliti. (Red. DKIPSSB042019)

Bagikan Informasi Ini