Kegiatan Pimpinan

Pasola Gaura sajikan atraksi budaya dan keindahan alam Pantai Mambang

Waikabubak, Kamis , 24 Maret 2022. Ritual Pasola Guara dilksanakan  Lapangan Parotango Desa Wetana Kecamatan Laboya Laboya Barat Kabupaten Sumba Barat hari Kamis tanggal 24 Maret 2022, dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kasat SATPOL PP, Camat Laboya Barat dan jajaranya, Kapolsek Lamboya dan jajarannya, kepala Desa se-Kecamatan Laboya Barat serta warga dari berbagai tempat yang menyaksikan atraksi tahunan ini. Tampak juga sejumlah wisatawan domesik dan manca baik di tribun maupun di lapangan dalam barisan panjang warga yang asyik menonton. Pasola di Gaura ini dilaksanakan dekat pantai Mambang yang menyajikan pemandangan yang sangat indah sehingga walaupun lokasinya yang relatif jauh pengunjung dapat menikmati baik atraksi budaya maupun aktifitas alam di pantai.

Para wisatawan yang ditemui Tim DKIPS menyatakan sangat menikmati Pasola dan akan merekomendasikan atraksi ini kepada teman-teman mereka. Menurut para pelancong ini, Pasolalah yang menjadi alasan utama mereka mengunjungi Sumba. Mereka menyarankan bahwa lebih baik jika ada komentator live dalam bahasa asing yang membuat mereka dapat mengerti apa yang sedang terjadi pada saat pertandingan adu tangkas ini. Setelah Pasola, para wisatawan bermaksud untuk melakukan aktifitas pantai, namun jalan ke pantai yang sulit dari lapangan Pasola membuat mereka mengurungkan niatnya terutama karena tidak membawa perlengkapan hiking yang memadai. Sebelum meninggalkan lokasi Pasola, para pengunjung menikmati makan bersama oleh Camat dan Sekertaris Camat Lamboya Barat.

Untuk diketahui Pasola berarti permainan ketangkasan saling melempar lembing kayu dari atas punggung kuda yang sedang dipacu kencang antara dua kelompok yang berlawanan. Pasola merupakan bagian dari serangkaian upacara tradisional yang dilakukan oleh orang Sumba yang masih menganut agama asli yang disebut Marapu. Selain di Kecamatan Gaura , Pasola juga dilaksanakan di Lamboya dan  Wonokaka setiap tahun pada bulan Februari hingga Maret. Acara ini biasanya diawali dengan penjemputan Nyale atau cacing laut yang melimpah di pinggir pantai pada waktu bulan purnama oleh para rato adat. Para rato memprediksi saat nyale keluar pada pagi hari dan membuktikan kebenarannya dan meneliti bentuk serta warnanya. Bila nyale tersebut gemuk, sehat, dan berwarna-warni, pertanda tahun tersebut akan mendapatkan kebaikan dan panen yang berhasil. Sebaliknya, bila nyale kurus dan rapuh, akan didapatkan malapetaka. Masyarakat kemudian beramai-ramai mengumpulkan nyale. Tanpa mendapatkan nyale, Pasola tidak dapat dilaksanakan.

Dalam setiap Pasola, dua kelompok suku yang bertarung, masing-masing terdiri atas kurang lebih 100 pemuda bersenjatakan tombak yang dibuat dari kayu berujung tumpul dan berdiameter kira-kira 1,5 cm. Walaupun berujung tumpul, permainan ini dapat memakan korban jiwa. Kalau ada korban dalam pasola, menurut kepercayaan Marapu, korban tersebut mendapat hukuman dari para leluhur karena telah telah melakukan suatu pelanggaran atau kesalahan. Dalam permainan pasola, penonton dapat melihat secara langsung dua kelompok ksatria sumba yang sedang berhadap-hadapan, kemudian memacu kuda secara lincah sambil melemparkan lembing ke arah lawan. Selain itu, para peserta pasola ini juga sangat tangkas menghindari terjangan tongkat yang dilempar oleh lawan. Derap kaki kuda yang menggemuruh di tanah lapang, suara ringkikan kuda, dan teriakan garang penunggangnya menjadi musik alami yang mengiringi permainan ini. Pekikan para penonton perempuan yang menyemangati para peserta pasola, menambah suasana menjadi tegang dan menantang. Pada saat pelaksanaan pasola, darah yang tercucur dianggap berkhasiat untuk kesuburan tanah dan kesuksesan panen. OK_DKIPS

Bagikan Informasi Ini

Tanggapi Tingginya Learning Los Akibat Covid-19, Pemda Sumba Barat Bersama Lembaga Inovasi Canangkan Pemulihan Pemberlajaran Peserta Didik Jenjang Pendidikan SD/MI

Waikabubak | Senin, 21 Maret 2022,

Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, SH, pagi tadi, Senin, 21 Maret  2022, di Aula Pertemuan  Kantor Bupati Sumba Barat, membuka sosialisasi Instruksi Bupati Nomor 1 Tahun 2022 Tentang Pemulihan Pembelajaran Melalui Pemetaan da Perbaikan Kemampuan Literasi dan Numerasi Dasar  Peserta Didik Jenjang Pendidikian SD/MI.

Instruksi ini merupakan insiatif Pemda bekerjasama dengan Lembaga Inovasi menaggapi tinggnya learnin Loss akibat terhentinya belajar tatap karena Covid-19. Intruksi yang dikeluarkan ini sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan  Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19.  Hadir dalam kegiatan ini Plt Sekda Sumba Barat, Plt Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga, Ketua Tim Koordinasi Inovasi NTT bersama staf, para pengawas SD/MI, Kepala SD/MI dan pendidik/guru SD/MI di wilayah Sumba Barat.

Beberapa isi instruksi ini antara lain:

  1. Setiap Pendidik/Guru kelas jenjang sekolah dasar wajib melakukan pemetaan dan perbaikan tentang kemampuan literasi dan rumerasi dasar, dan melaporkan kepada kepala sekolah sesuai dengna kemampuan setiap peserta didik;
  2. Mekanisme pengukuran literasi dan numerasi dasar peserta didik menggunakan instrument yang telah dikembangkan oleh Pusat Asesmen Pendidikan pada Bada Standar Kurikulum dan Assesmen Pendidikan Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi bersama Program Inovasi;
  3. Pemetaan dan perbaikan kemampuan literasi dan numerasi dasar peserta didik merupakan bagian dari program kerja penjaminan mutu pendidikan dalam upaya mengatasi ketertinggalan pembelajaran pada masa pandemi COVID-19, dengan target minimal kelas 3 bisa membaca lancar dan memahami, di bawah koordinasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

TIM DKIPS

Bagikan Informasi Ini

Prioritaskan Ekonomi Berbasis Pariwisata, Bupati Sumba Barat: Jadikan Pasola Sebagai Tonggak Kemajuan Pariwisata

Beberapa wisatawan asing tampak antusias menyaksikan perhelatan Pasola yang dilaksanakan di Lapangan Pasola Wanokaka yang penuh dengan pengunjung setiap tahun. Pengamanan dan penataan arus pengunjung tanpaknya semakin baik.  Para tamu asing  yang sebagian besar datang dari negara Amerika Serikat, Australia dan Eropa dalam beberapa grup ini bahkan juga telah mengikuti proses ritual Pasola sebelumnya, baik Madidi Nyale dan Pasola pemanasan di pantai Waihura. Beberapa pemandu lokal yang menemani wisatawan ini: Anselimus, Desi, Bonafasius dan Agus, mengatakan bahwa ada begitu banyak tamu yang berminat menyaksikan Pasola. Namun kendala utamanya adalah tidak adanya jadwal yang pasti penyelenggaraan Pasola setiap tahunya, sehingga para wisatawan yang memiliki waktu terbatas tidak bisa melihat salah satu atraksi yang telah menempatkan Sumba dalam peta pariwisata dunia. Kendala lain adalah pandemi Covid-19 yang belum-belum juga selesai. Namun,  demikian  para pelancong ini mengatakan bahwa mereka dengan senang hati akan mengajak teman-teman mereka untuk melihat Pasola serta menikmati keindahan Pulau Sumba. Jumlah wisatawan asing yang berkunjung pada festival adat ini tidak sampai 50 orang. Jumlah ini jauh di bawah tahun-tahun sebelum Covid-19.

Tidak diketahui berapa jumlah wisatawan domestik. Namun  diperkirakan, Wisnus yang berkunjung sebelum pandemi mencapai ratusan dan jumlahnya cenderung meningkat. Oleh karena itu, harapan Pemerintah Daerah, yang disampaikan langsung oleh Bupati Sumba Barat, Johanis Dade, SH bersama Wakil Bupati, John Lado Bora Kabba, S.Pd, dalam sambutan membuka kegiatan pagelaran adat ini, agar Pasola menjadi “Tonggak Kemajuan Pariwisata” dalam salah satu prioritas daerah yakni membangun “Ekonomi Berbasis Pariwisata”, adalah hal yang sangat realistis dan perlu mendapat perhatian serius oleh perangkat daerah terkait serta para pemerhati dan pelaku usaha wisata, bahkan masyarakat setempat. Semoga harapan Pemda untuk menjadikan Pasola sebagai event budaya dan juga pariwisata yang berdampak besar pada perekonomian daerah ini dapat segera terwujud.

Hadir dalam kegiatan ini antara lain Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, beberapa pimpinan Perangkat Daerah serta beberapa pleton Brimob dan Tentara, Satpol PP, dan petugas kebersihan daerah.

Bagikan Informasi Ini

Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Serahkan Bantuan Aksesoris Pasola Wanukaka

Wanukaka, 19/02/2022 – Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, SH didampingi Wakil Bupati Sumba Barat, John Lado Bora Kabba, S.Pd bersama Camat Wanukaka dan Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan menyerahkan bantuan aksesoris pasola bagi para kasatria pasola Wanukaka yang bertempat di aula kantor Kecamatan Wanukaka. Penyerahan bantuan ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah, baik Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia maupun Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat melalui Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan dalam rangka menjaga dan memperkuat kelestarian dan keunikan pasola, serta pengembangan pariwisata di Kabupaten Sumba Barat.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sumba Barat mengatakan bahwa pasola bukan sekedar hiburan, tetapi lebih dari itu. Pasola mengandung makna dan nilai yang sakral sebagai wujud penghormatan kepada leluhur yang telah merintis pasola. Sehingga beliau berharap perlaksanaan atraksi pasola Wanukaka pada tahun 2022 dapat berjalan secara aman, damai dan kondusif.

Ada beberapa hal yang menjadi perhatian berkaitan dengan pelaksaan pasola Wanukaka tahun 2022. Pertama, diharapkan para kasatria pasola berbusana yang baik, lengkap dan khas. Bila perlu, masing-masing kampung menampilkan keunikan busana yang khas. Kedua, para kasatria pasola dilarang membawa senjata tajam dan mengkonsumsi minuman keras (alkohol), baik pada pelaksanaan ritual budaya Pajura, maupun atraksi Pasola. Ketiga, pelaksanaan ritual budaya Pajura dan atraksi Pasola tetap menerapkan protokol kesehatan.

Pada tempat yang sama, Wakil Bupati Sumba Barat mengatakan bahwa pasola Wanukaka adalah pelaksanaan ritual adat yang sangat lengkap, sehingga pergelaran pasola di Kabupaten Sumba Barat memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Beliau juga berharap dengan adanya perhatian pemerintah dapat menjadi perangsang bagi para kasatria pasola dalam rangka menjaga dan melestarikan keaslian pasola.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat dan Pimpinan Perangkat Daerah terkait, para Kepala Desa se-Kecamatan Wanukaka, para tokoh masyarakat dan para kasatria pasola wilayah Kecamatan Wanukaka.

=== kec.wnk-sb ===

Bagikan Informasi Ini