Kegiatan Pimpinan

BUPATI DAPAWOLE MINTA PPK DAN POKJA PEMILIHAN DAPAT MEMATUHI PERATURAN

_Waikabubak – Humas SB_

Bupati Sumba Barat Drs.Agustinus Niga Dapawole meminta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pokja Pemilihan dan Pejabat Pengadaan harus dapat mematuhi seluruh peraturan agar dalam melaksanakan tugas tidak diperhadapkan pada masalah-masalah hukum.

 

Demikian kata Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) versi 4.3 di Kabupaten Sumba Barat pada Senin, 01 April 2019, bertempat di Aula Kantor Bupati Sumba Barat.

Bupati Dapawole dalam kesempatan itu mengatakan sebagai upaya meningkatkan Aparatur Pemerintah Daerah terkait pengadaan barang dan jasa pemerintah dengan menggunakan sistem pengadaan secara elektronik (SPSE) versi 4.3, untuk itu pemerintah menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) versi terbaru.

“Penyebab permasalahan hukum pada pengadaan barang/jasa bisa berasal dari proses perencanaan anggaran, proses pemilihan (tender), pelaksanaan kontrak, serah terima pekerjaan maupun pemanfaatan barang/jasa”, tegas Dapawole.

Dapawole menyatakan pengadaan barang dan jasa merupakan salah satu dari sekian banyak fungsi manajemen pada instansi pemerintah yang sangat penting dikelola prosedur pengadaan barang dan jasa dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.

“tentunya hal itu dengan mengedepankan prinsip – prinsip persaingan yang sehat, transparan, terbuka dan perlakuan yang adil bagi semua pihak, sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan baik dari segi fisik, keuangan maupun manfaat bagi semua pihak”, ucap Dapawole.

Selanjutnya, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat Jeni H. L. Billy, ST, M.Eng selaku Ketua Panitia dalam laporannya mengatakan kegiatan tersebut berdasarkan pada Peraturan Presiden Nomor 16 tentang pengadaan barang/ jasa pemerintah beserta peraturan turunannya, Peraturan Daerah Kabupaten Sumba Barat Nomor 3 Tahun 2018 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun anggaran 2019 dan Peraturan Bupati Sumba Barat Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Sumba Barat Tahun 2019.

Jeni juga menyampaikan maksud kegiatan tersebut untuk memberikan pelatihan teknis sistem pengadaan secara elektronik (SPSE) versi 4.3 dengan tujuannya melatih PPK,Anggota Pokja/Pejabat Pengadaan agar mahir menggunakan SPSE versi terbaru dalam pengadaan barang dan jasa Pemerintah.

Akhir sambutannya,Bupati Dapawole mengharapkan kegiatan ini dapat memberikan pemahaman yang benar tentang aturan dan tata cara pengadaan barang/jasa melalui sistem elektronik versi terbaru sesui Pepres 16 Tahun 2018.

Bimtek dilanjutkan di aula BKPP Kabupaten Sumba Barat, dengan materi yang dibawakan oleh Nara Sumber Nana Mulyana.

Hadir pada kesempatan itu Wakil Bupati Sumba Barat Marthen Ngailu Toni, SP, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Barat Drs. Umbu Dingu Dedi, M.Si, Para Asisten, Staf Ahli Bupati, Para Pimpinan Perangkat Daerah, Para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Kelompok Kerja Pemilihan dan Pejabat Pengadaan Lingkup Pemerintah Kabupaten Sumba Barat.
(moi)

Siaran Pers Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

BUPATI DAPAWOLE: YANG AJAK GOLPUT SAMA DENGAN PENGACAU

_Jakarta – Humas SB_

Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole menyatakan yang ajak para pemilih untuk Golput (Golongan Putih) pada pesta demokrasi pemilu tahun 2019 sama dengan pengacau.

Hal itu disampaikan Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole disela-sela menghadiri acara Rakornas Bidang Kewaspadaan Nasional Pemilu Tahun 2019 di Grand Hotel Jakarta, Rabu, 27/3/2019.

Rakornas Bidang Kewaspadaan Nasional dibuka dengan resmi oleh Menkopolhukam RI, Jenderal Purn Wiranto dan mengatakan
kegiatan rakornas tersebut Dalam Rangka Pemantapan Penyelenggaraan Pemilu Tahun 2019.

Wiranto juga mengajak para peserta rakornas untuk menolak dan lawan politik uang, politisasi sara, hoax, fitnah dan kampanye negatif yang merupakan racun demokrasi, “mari kita tolak dan lawan”, tegas Wiranto.

Menanggapi hal itu, Bupati Dapawole menghimbau seluruh warga masyarakat sumba barat bahwa jadikan pemilu tahun 2019 yang bermartabat, berdaulat adil dan makmur.

“Pilihan kita boleh berbeda, tetapi kita semua tetap bersaudara, jangan karena beda pilihan kita jadi pecah belah”, ujar Dapawole.

Dapawole juga mengharapkan seluruh warga masyarakat Sumba Barat agar hindari golput pada saat memberikan hak suaranya pada tanggal 17 April 2019 mendatang karena pelaksanaan pemilu berlangsung 5 tahun sekali untuk memilih pemimpin.

“Pemilu merupakan sarana kedaulatan rakyat serta sebagai pendorong akuntabilitas dan kontrol publik oleh karenanya melalui pemilu, legitimasi Pemerintah dibangun, sederhananya pemilu adalah sarana untuk menyediakan perwakilan dan alat pendidikan politik”, tutup Dapawole.

Acarapun dilanjutkan dengan materi yang dibawakan oleh para nara sumber.

Hadir juga pada acara tersebut Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Tjahjo Kumolo, para Gubernur, para Bupati/Walikota, para Forkopimda se Kabupaten/Kota, para Kaban Kesbangpol Kabupaten/Kota dan para Ketua KPUD dan Bawaslu se Indonesia.
(moi)

Siaran Pers Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

WABUP TONI PIMPIN RAPAT PRA MUSRENBANG TINGKAT KABUPATEN SUMBA BARAT

_Waikabubak – Humas SB_

Kita berkumpul disini untuk melakukan diskusi tentang rumusan anggaran Tahun 2020 di perangkat daerah masing-masing. Kegiatan yang dianggarkan diharapkan harus berdampak bagi seluruh masyarakat.

 

Harapan tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Sumba Barat Marthen Ngailu Toni, SP pada kegiatan Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan Tingkat Kabupaten Sumba Barat bertempat di Aula Kantor Bappeda Sumba Barat. Rabu, 27/03/19.

Wabup Toni juga mengatakan bahwai prinsip perencanaan penganggaran yakni Holistik, Integratif, Tematik dan Spacial (HITS) merupakan suatu konsep yang jika diterapkan maka perangkat daerah akan berhasil melaksanakan seluruh program kegiatan yang direncanakan.

“Thema dari perencanaan anggaran tahun 2020 adalah Pariwisata, oleh karenanya seluruh perangkat daerah sampai pada tingkat Kelurahan/Desa dan Kecamatan harus mampu merencanakan program kegiatan yang berkaitan dengan pembangunan pariwisata”, tutup Toni.

Hadir pada kesempatan itu para Asisten dan Staf Ahli Bupati, para Pimpinan Perangkat Daerah, para Camat, para Delegasi Tingkat Kecamatan, para Kepala Sekolah SLTP se Kabupaten Sumba Barat.
(moi)

Siaran Pers Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

BUPATI DAPAWOLE HADIRI SEMINAR PRESENTASI HASIL BENCHMARKING PESERTA DIKLAT PIM IV TEMATIK KEPARIWISATAAN KABUPATEN SUMBA BARAT

_Bali – Humas SB_

Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole menghadiri Seminar Presentasi Hasil Benchmarking peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Tematik Kepariwisataan Kabupaten Sumba Barat di Ruang Rapat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Bali, Selasa,26/3/2019 (malam).

 

Seminar Presentasi Hasil Benchmarking Peserta Diklat PIM IV terbagi dalam 4 kelompok sesuai dengan tema kepariwisataan yang diangkat.
Masing-masing kelompok berjumlah 10 orang yang terdiri dari Kelompok Budaya, Kelompok Kuliner, Kelompok Kebersihan dan Kelompok Industri Kreatif dan pemaparannya disampaikan oleh Ketua Kelompok masing – masing.

Bupati Dapawole dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Bali yang telah berkenan memberikan kesempatan para peserta Diklat PIM IV untuk melakukan seminar presentasi hasil Benchmarking selama beberapa hari di Bali.

Dapawole juga mengingatkan kepada peserta Diklat PIM IV agar banyak belajar selama berada di Kota Denpasar sehingga dapat meningkatkan kompetensi dan kinerja aparatur melalui Diklat Kepemimpinan dengan Tematik Kepariwisataan sehingga hasilnya dapat diterapkan di Kabupaten Sumba Barat.

Dalam kesempatan yang sama Kepala BPSDM Dr. Ida Bagus Sedhawa,SE,M.Si mengatakan bahwa Bali terkenal akan Harmoni yakni hubungan antara manusia dengan manusia,hubungan antara manusia dengan alam dan hubungan antara manusia dengan sang Pencipta.

“Pariwisata Bali adalah pariwisata berbasis budaya.Lanjutnya mengatakan Sumba Barat juga sangat terkenal dengan budayanya yang merupakan aset penting bagi pengembangan kepariwisataan”, ujar Ida Bagus.

Ida Bagus juga menyampaikan saran dan penyempurnaan hasil seminar yang telah dilaksanakan oleh peserta agar dapat diimplementasikan dengan lebih baik kedepannya.

Bupati Dapawole pada akhir arahannya mengharapkan agar Benchmarking yang dilakukan oleh peserta dapat pula diadopsi dan diadaptasi untuk diterapkan dalam pengembangan pariwisata berbasis budaya di Sumba Barat.

“Benchmarking Diklat PIM IV Tematik Kepariwisataan telah dilaksanakan selama dua hari yakni di Desa Penglipuran, Kabupaten Bangli dan Pemerintah Kota Denpasar.Setelah
Peserta melakukan studi dan pembandingan dengan data dan kondisi pariwisata di Kabupaten Sumba Barat,sy mengharapkan peserta dapat menerapkan atau melakukan inovasi atau perubahan di tempat asal khususnya di Unit Kerja masing-masing”, tutup Bupati Dapawole.

Hadir pada kesempatan tersebut, para Widiaiswara pada BPSDM Provinsi Bali, Kepala BKPP Kabupaten Sumba Barat dan para peserta Diklat Pim IV Tematik Kepariwisataan Kabupaten Sumba Barat Angkatan I Tahun 2019.
(moi)

Siaran Pers Humas dan Protokol Pada Sekretariat Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini