Pendidikan

34 SD GUNAKAN APLIKASI WALIKU

Waikabubak, Selasa-15/12/20, Ketua Pantia Launching Aplikasi Waliku, David Moto Lele, S.S, M.Pd, mengemukakan, sejak 2013, Yayasan Sayangi Tunas Cilik (YSTC), mitra Save the Children mengawali pelaksanaan program Sponsorship di Sumba, khususnya Sumba Barat dan Sumba Tengah. Tujuan program ini adalah Anak Sumba yang Sehat, terlindungi dan mendapatkan pendidikan yang berkualitas.

Dalam pelaksanaan program pendidikan, salah satu isunya, kata David Moto Lele, adalah tingginya angka ketidakhadiran anak di Sumba Barat. Studi ketidakhadiran anak yang dilakukan Program Sponsorship menunjukkan bahwa tingkat ketidakhadiran anak dengan alasan Sakit adalah 40%. Selain itu, sejak 2013 hingga 2016, telah teridentifikasi adanya kematian 7 anak Sponsor yang berusia sekitar 8 hingga 10 tahun dikarenakan Penyakit Malaria. Berdasarkan kasus-kasus tersebut, diidentifikasi beberapa faktor penyebab, antara lain; kurangnya kewaspadaan orangtua akan gejala Malaria sehingga mengakibatkan penanganan yang terlambat. Akses ke klinik atau puskesmas yang cukup menantang secara geografis dan terbatasnya transportasi. Oleh karena itu, kata David Moto Lele, perlu dilakukan pendekatan inovatif untuk menghadapi situasi ini.

Sehubungan dengan permasalahan diatas, jelasnya, Save the Children mengembangkan project WALIKU, dimana waliku ini merupakan sebuah aplikasi berbasis Android untuk mendeteksi kehadiran/ketidakhadiran siswa di sekolah. Project ini telah dilaksanakan dari tahun 2018 shingga saat ini di 34 sekolah dasar, di Kecamatan Wanokaka, Waikabubak dan Lamboya. yang berada di Kecamatan Wanokaka dan Kota Waikabubak.

Namun, kata David, selama masa pandemic COVID-19, sekolah telah ditutup sekian bulan. Dalam persiapan pembukaan kembali sekolah-sekolah dengan protap kesehatan yang berstandar, Save the Children melalui Waliku akan mengembangkan sebuah system koneksi satu data. Sistem ini akan mengkoneksikan sekolah dengan Satuan Tugas COVID-19, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melalui system informasi digital mengenai COVID-19 dan juga untuk mengatasi masalah Kesehatan lain dan masalah sosial yang membuat anak absen di sekolah. Melalui system satu data ini, diharapkan pelayanan pemenuhan hak anak akan mencapai titik maksimal.

Untuk mencapai hasil yang maksimal, pihaknya dari Dinas Pendidikan menginisiasi untuk menjalin kerja sama dengan Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta SATGAS COVID-19 untuk melakukan penandatanganan kesepakatan teknis sistem koneksi satu data tercapainya pemenuhan hak anak di titik maksimal melalui kolaborasi sekolah dengan dinas terkait melalui system digital.

Harapan yang ingin dicapai dari launching Apalikasi Waliku dan kerja sama menggunakan Aplikasi Waliku ini adalah; Pertama, memperkenalkan Sistem Waliku versi 3 periode 2021-2022 kepada para Kepala Sekolah, Operator dan guru-guru wali kelas intervensi Waliku periode 2020-2021. Para pemangku kebijakan di Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Badan Perencanaan Daerah Kabupaten Sumba Barat. Para Pengawas Sekolah di Kecamatan Wanukaka, Waikabubak dan Lamboya. Kedua, penandatanganan kesepakatan teknis kolaborasi waliku dan dinas pendidikan Kabupaten Sumba Barat. Ketiga, Penandatanganan Kesepakatan Teknis Sistem Satu Data Pelayanan Kesehatan dan Kesehjateraan Anak Sumba Barat antara: Save the Children-Waliku dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Satuan Tugas COVID-19 Kabupaten Sumba Barat.

Di hadapan peserta, sebagai ketua panitia, David juga menyampaikan bahwa pendanaan kegiatan ini bersumber dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Barat sebesar Rp 58. 500.000,- sementara dari Save the Children untuk mendukung pelaksanan program ini sebelumnya telah melakukan pembelian Smartphone type Samsung Galaxy A01 Core sebanyak 39 unit HP untuk 13 SD di Kecamatan Lamboya dengan harga per unit sebesar Rp. 1.500.000,-

Selama kegiatan launching Aplikasi Waliku berlangsung juga disaksikan oleh Mohini Venkatesh, Technical Advisor Waliku Save the Children United State of America yang selama ini mensuport penuh pelaksanan Project Waliku di Sumba Barat. Mohini menyaksikan secara daring melalui jaringan zoom meeting dan ia juga berkenan memberikan sambutan dan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumba Barat yang sangat proaktif mendukung implementasi Waliku. (RED.SIL-STC)

Bagikan Informasi Ini

KADISDIK DORONG SEMUA SEKOLAH AKTIFKAN LAYANAN UKS

Waikabubak, Selasa- 15/12/20, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Barat, Sairo Umbu Awang, SE, meminta semua sekolah mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar dan pendidikan menengah untuk mengaktifkan layanan usaha keehatan sekolah/madrasah (UKS/M). Hal itu dikatakannya di hadapan para kepala sekolah dan kepala puskesmas serta pimpinan organisasi perangkat daerah pada acara launching Aplikasi Waliku di aula rapat Kantor Bupati. “Ketika pembelajaran tatap muka dimulai saya minta semua sekolah harus mengaktifkan layanan UKS/M, “pintanya.

Menurut Kadis Pendidikan Kabupaten Sumba Barat, pada Sabtu (5/12) lalu Pejabat Sementara Bupati Sumba Barat, Drs. Semuel D. Pakereng, M.Si, telah menerbitkan Instruksi Bupati Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Peraturan Bupati Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah atau UKS/M. Dengan adanya instruksi bupati dan peraturan bupati tersebut maka semua sekolah wajib membentuk Tim Pelaksana UKS/M di masing-masing sekolah. Di sekolah juga harus ada ruangan UKS dan harus ada guru pengelolanya. Selain itu, sekolah harus menyediakan fasilitas dan bahan pendukung pelaksanan UKS. Dengan UKS, anak dan guru dibiasakan untuk berperilaku hidup bersih dan sehat setiap hari dan tahu cara menolong anak dan guru yang mengalami sakit atau membutuhkan pertolongan pertama.

Pelaksanaan layanan UKS meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan sekolah yang sehat. Trias Layanan UKS harus dilakukan secara terpadu dan bekerja sama dengan puskesmas agar anak sekolah dan guru sehat dan sejahtera. Sebelumnya. Di tingkat kabupaten, Tim Pembina UKS sudah membahas standar operasional prosedur (SOP) atau petunjuk pelaksanan UKS untuk menjadi pedoman pelaksanan UKS di setiap sekolah.

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Bupati Sumba Barat, Drs. Agustinus Niga Dapawole, Pejabat Sekretaris Daerah, Daniel B. Pabala, Kepala Bappeda, Titus Diaz Liurai,S.Sos,MM, Kepala Dinas Kesehatan, drg. Bonar B. Sinaga, M.Kes, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Drs. Djemi Octovianus Dima,MM, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Ir. Yanis E.L.Chr Loebaloe, M.Si,   (RED.SIL-STC)

Bagikan Informasi Ini

MENYAMBUT GENERASI EMAS NTT 2050 DENGAN MEMBANGUN BUDAYA LITERASI

Waikabubak – Bertempat di SDM Waikabubak I, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Barat melaksanakan Bimbingan Teknis Literasi Penulisan Karya Ilmiah Bagi Kepala Sekolah dan Guru SD/SMP Se-Kabupaten Sumba Barat, selama 3 hari sejak Kamis, 19 November 2020 dan akan berakhir di hari  Sabtu 21 November 2020.

Dalam Laporan Ketua Panitia, David Moto Lele, S.S, M.Pd, melalui bimbingan teknis bertemakan “Menyambut Generasi Emas NTT 2050 dengan Membangun Budaya Literasi”, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan literasi dan kemampuan menulis Para Kepala Sekolah dan Guru SD/SMP serta mampu menjadi pelopor Literasi dimanapun ditempatkan dan dapat menghasilkan karya ilmiah yang terpublikasi di media berkompeten.

Lebih lanjut Pjs. Bupati Sumba Barat, Drs. Semuel D. Pakereng, M.Si, melalui sambutannya berpesan, melalui kegiatan ini Guru diharapkan memiliki kemampuan yang handal dalam pembuatan karya ilmiah, peningkatan/perbaikan terhadap masalah-masalah Pendidikan anak disekolah, peningkatan/perbaikan kualitas penerapan kurikulum dan pembangunan kompetensi siswa di sekolah. Pelaksanaan bimtek ini juga merupakan sebuah langkah maju dalam upaya memberikan wawasan dan pengetahuan mengenai penulisan karya ilmiah dalam mewujudkan Pendidikan yang berkualitas. Memberikan wahana untuk memecahkan berbagai permasalahan dengan pengelolaan Pendidikan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan.

Kegiatan bimtek dengan narasumber berasal dari Balai Bahasa dan Media Pendidikan Cakrawala NTT yaitu Gusty Rikama, S.Pd, Mustakim, S.Pd, MM, Maksimus M. Kian, S.Pd, Desniyati Ngongo, S.Pd,  ini diikuti oleh 91 orang Kepala SD/MI, 42 orang Kepala SMP dan 3 Orang Guru SD/SMP. (RED. AR-DKIPS)

Bagikan Informasi Ini

DISDIK lakukan Pengambilan Pernyataan Menjaga Kerahasiaan Dokumen US,USBN dan UN

Waikabubak – 17/03/2020, bertempat di Aula SDN Tabulo Dara, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumba Barat melaksanakan Kegiatan Pengambilan Pernyataan Menjaga Kerahasiaan Dokumen Penyelenggaran Ujian Sekolah, Ujian Sekolah Berstandar Nasional dan Ujian Nasional Tingkat SD/MI ,  SMP/MTs dan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Se-Kabupaten Sumba Barat Tahun Pelajaran 2019-2020.

Pengambilan pernyataan ini dilakukan untuk Panitia dan Pengawas Pelaksana Ujian yang akan dilaksanakan pada 13-18 April 2020 untuk Ujian Sekolah Tingkat SD/MI; 30 s/d 4 Maret USBN tingkat SMP/MTs; 20 s/d 23 April 2020  UN tingkat SMP/MTs dan 27 s/d 29 Mei 2020 USBN Tingkat SD/MI.

Dalam laporan yang disampaikan Kepala Disdik Kabupaten Sumba Barat, Drs. Sairo Umbu Awang, jumlah siswa SD/MI dan SMP/MTs yang akan mengikuti ujian tahun ini sebanyak 6466 orang, dan melalui Pengambilan pernyataan saat ini diharapkan panitia dan pengawas dapat mempunyai pemahaman yang sama tentang pelaksanaan ujian serta bertanggung jawab terhadap kelancaran pelaksanaan ujian.

Pengambilan pernyataan dilakukan oleh Bupati Sumba Barat, Drs. Agustinus Niga Dapawole, dan pada kesempatan tersebut Bupati mengatakan bahwa Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) tidak membuat panduan untuk pelaksanaan ujian sekolah berstandar nasional (USBN), keputusan ini merupakan tindak lanjut kebijakan dikembalikannya kewenangan menggelar ujian sekolah sepenuhnya kepada satuan pendidikan atau sekolah. Kebijakan tersebut merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 43 Tahun 2019 tentang penyelenggaraan ujian yang diselenggarakan satuan pendidikan dan ujian nasional yang ditandatangani Mendikbud pada tanggal 10 Desember 2019.

Pemerintah memberikan kepercayaan kepada satuan pendidikan untuk menyelenggarakan ujian, oleh karenanya kepercayaan ini jangan sampai disalahgunakan dengan menjaga kerahasiaan soal-soal ujian dan mengembangkan berbagai motode ujian untuk menumbuhkan semangat belajar peserta didik.

Selain Kepala Sekolah SD/MI, Kepala Sekolah SMP/MTs beserta Pengawas SD dan SMP se-Kabupaten Sumba Barat sebagai undangan, hadir pula pada kesempatan tersebut, Asisten Bidang Administrasi Umum, Kepala Bagian Humas, unsur Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Barat: Sekretaris, Kepala Bidang SD, Kepala Bidang SMP, Kasubag Umum dan Kepegawaian, Kasubag Perencanaan dan Pelaporan, Kepala Seksi Kurikulum SD, Kepala Seksi Kurikulum SMP, serta Koordinator Pengawas Pendidikan. (RED.DKIPS-AR)

Bagikan Informasi Ini