Pendidikan

52 Peserta Didik Dari Satuan Pendidikan Dasar Mendapat Pelatihan ‘Dokter kecil’


Waikabubak, 28 April 2022. Kualitas bangsa akan sangat bergantung dan ditentukan oleh kualitas anak pada masa sekarang. Untuk dapat menjalankan fungsinya anak perlu dijaga, dibina, dan ditingkatkan kualitas hidupnya sehingga dapat tumbuh dan berkembang optimal sesuai usianya untuk menjadi generasi berkualitas yang memiliki potensi membangun bangsa. Diperlukan bimbingan serta pembinaan mengenai pertumbuhan dan perkembangan fisik, mental dan sosial serta perlindungan dari segala kemungkinan yang dapat membahayakan anak atau generasi muda. Dilakukan untuk kelangsungan hidup dan terwujudnya bangsa yang sejahtera di masa mendatang.
Pendidikan Sekolah Dasar (SD) selain bertujuan dibidang pendidikan, juga memiliki tujuan dibidang kesehatan. Undang-Undang Nomor 23 tahun 1992 bab V pasal 45 tentang Pendidikan Nasional, disebutkan bahwa tujuan penyelenggaraan kesehatan disekolah adalah untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat, meningkatkan lingkungan sehat, dan meningkatkan sumber daya berkualitas. Lebih lanjut dijelaskan bahwa sekolah memiliki kewajiban untuk mempromosikan hidup sehat pada anak didiknya diantaranya adalah (1) melibatkan semua pihak terkait masalah kesehatan sekolah; (2) menciptakan lingkungan sekolah sehat dan aman; (3) memberikan pendidikan kesehatan di sekolah; (4) memberikan akses terhadap pelayanan kesehatan; (5) memiliki kebijakan dan upaya sekolah untuk promosi kesehatan; dan (6) berperan aktif dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.


Anak dalam usia sekolah disebut sebagai masa intelektual, diartikan dengan anak mulai belajar berpikir secara konkrit dan rasional. Tugas perkembangan anak dalam usia sekolah adalah belajar mengembangkan kebiasaan untuk memelihara kesehatan dan menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). PHBS adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran. Pembelajaran yang dilakukan berkaitan dengan kebiasaan kebersihan diri, kebersihan lingkungan, Kesehatan gigi dan mulut. Tujuannya untuk menjadikan seseorang mampu menolong diri sendiri dibidang kesehatan. Selain itu bertujuan mendorong seseorang untuk berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan khususnya kesehatan jasmani atau kesehatan tubuh dalam rangka mewujudkan lingkungan hidup yang sehat dilaksanakan pengembangan sistem kesehatan. Salah satu lingkungan yang menjadi sasaran dalam pengembangan sistem kesehatan adalah lingkungan sekolah. Berbicara tentang lingkungan sekolah, erat kaitannya dengan warga sekolah, orang dewasa dan anak. Beberapa kebiasaan anak dapat mempengaruhi kesehatan pada anak khususnya di sekolah yaitu pola sarapan anak, kebiasaan mencuci tangan, kebersihan telinga, kebersihan kulit, kebersihan kuku, kebersihan rambut, mandi dan juga kebiasaan anak-anak untuk jajan di tempat sembarangan. Dan rata-rata jajanan tersebut tidak sehat untuk dikonsumsi oleh anak.
Perkumpulan Stimulant Institute, diwakili oleh Erna Niri selaku Project Officer program School and Health Nutrition atau Kesehatan dan nutrisi sekolah (SHN) menyampaikan bahwa, Sponsorship melalui program SHN ingin memastikan distribusi informasi praktik kesehatan dan PHBS, dapat dilakukan oleh semua warga sekolah, kelompok dewasa maupun anak. Menularkan praktik penerapan PHBS, penting dilakukan sejak usai dini. Upaya yang dapat kami lakukan untuk kesehatan warga sekolah, antara lain melaksanakan pelatihan pertolongan pertama bagi tenaga kependidikan, survei kelayakan sarana WASH di satuan Pendidikan, dan pelatihan ‘Dokter kecil’ bagi peserta didik, ujar Erna. Dalam pelaksanaannya, kami bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (DPKO), Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Palang Merah Indonesia (PMI), melaksanakan pelatihan ‘Dokter kecil’ di tingkat satuan Pendidikan dasar. Pelatihan ‘Dokter kecil’ bertujuan untuk meningkatkan partisipasi peserta didik dalam program UKS. Selain itu, ‘Dokter kecil’ dapat menjadi penggerak hidup sehat di sekolah, di rumah dan lingkungannya, tegas Erna diakhir pembicaraan.
Penguatan kapasitas kepada anak-anak melalui pelatihan ‘Dokter kecil’ dilaksanakan oleh Guru UKS, yang sebelumnya telah dilatih oleh tim PMI dan Puskesmas. Kami melatih 52 anak (26 anak perempuan dan 26 anak laki-laki) yang berasal dari 5 SD di kabupaten Sumba. Untuk tidak menganggu waktu belajar anak dan tugas pokok Guru, kami sarankan kepada Stimulant untuk kegiatan pelatihan dilakukan setelah jam belajar di kelas, ujar Dewanty Handriani Belly, Spd. Menurut Dewanty, pelatihan ‘Dokter kecil’ telah memberikan kesempatan kepada Guru dan anak-anak untuk mengetahui dan memahami tentang informasi Kesehatan serta praktik pencegahannya. Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi Lembaga Pendidikan dan saya pribadi. Kegiatan ini, dapat mendukung pelaksanaan program UKS pada satuan Pendidikan dan kami dapat menerapkan dan mempraktikan PHBS dengan tepat dilingkungan sekolah maupun di rumah tegas Belly.
Ditempat yang berbeda, perwakilan anak dari SDN Bondo Ede, Avelinus E. D Kulla menyatakan bahwa dirinya sangat senang terpilih untuk mengikuti pelatihan ‘Dokter kecil’. Sebagai ‘Dokter kecil’, saya akan menyampaikan informasi tentang PHBS kepada teman-teman di sekolah dan sekitar tempat tinggal, ungkap Avelinus. Sementara itu, perwakilan anak dari SDN Gollu Sapi, Firdaus Papi Lang menyebutkan bahwa menjaga kebersihan diri adalah salah satu cara untuk jauh dari kuman penyakit. Kami bisa melaksanakan peran ‘Dokter kecil’ dan mampu menerapkan PHBS, jika sekolah menyediakan ada air bersih, ujar Firdaus.

Berbicara tentang penerapan praktik PHBS di lingkungan sekolah, kebutuhan air bersih menjadi prioritas. Untuk mendukung pelaksanaan ‘Dokter kecil’, penting bagi sekolah menyediakan air bersih bagi peserta didik. Dengan menyediakan air bersih serta sanitasi dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di sekolah seperti cuci tangan pakai sabun, dapat menurunkan angka ketidakhadiran secara signifikan hingga 21-54%. Selain itu mengkonsumsi air minum di sekolah juga dapat meningkatkan konsentrasi dalam menyerap pelajaran yang diberikan oleh tenaga kependidikan. Dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan ‘Dokter kecil’, kita sedang mendokumentasikan pembelajaran praktik baik untuk dapat diterapkan oleh generasi penerus dimasa mendatang. (PSI, Red)

Bagikan Informasi Ini

Berbagai Pentas Panggung Tingkat SMA/K se-Sumba Barat Meriahkan Hardiknas Tahun 2022

Waikabubak| Bertempat di Aula pertemuan SMA Kristen Waikabubak, 12 SMA dan 7 SMK se-Kabupaten Sumba Barat mengikuti pembukaan lomba paduan suara,  solo, cipta dan baca puisi serta pidato Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia, Kamis, 7 Maret 2022. Menurut Hetty Rambu Podu, Kepala Sekolah SMA Kristen Waikabubak, yang merupakan salah satu anggota panitia penyelenggara kegiatan ini, lomba akan berlangsung selama 3 hari dari tanggal 7 – 9 April 2022. Lomba ini diselenggarakan oleh panitia lokal yang terdiri dari para kepala sekolah. Tahun ini ketua panitianya adalah Kepala Sekolah SMKN 1 Loli. Lomba yang diselenggarakan menggunakan sistem gugur dan hanya satu kali tampil. Juara pada tingkat Kabupaten akan tampil di tingkat propinsi. Lomba tidak sampai tingkat nasional. Panitia menyediakan hadiah berupa piala dan uang bagi para pemenang. Disamping lomba seni dan pidato di atas juga diselenggarakan pertandingan volley putera dan puteri.

Paduan suara, solo, cipta lagu dan puisi akan berlangsung selama 2 hari, pada tanggal 7 dan 8 April. Sedangkan lomba pidato Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, akan dilaksanakan pada tanggal 9 April atau Hari Sabtu ini. Salah satu sekolah yang mengikuti lomba ini adalah SMA Theologi Bethel Waikabubak. Menurut salah satu guru yang mendampingi siswa lomba pidato sekolah SMA Theologi Bethel Waikabubak yang berlokasi di Gereja Bethel Indonesia Punaga ini, Albertina Nonce Doo, sekolahnya mengikutkan sebanyak 26 anak untuk paduan suara, 1 orang solo, 1 orang puisi dan dua orang untuk lomba pidato, masing-masing untuk Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Untuk pertandingan volley  pihak sekolah menyiapkan 10 orang untuk putra dan 10 orang untuk putri. Sekolah ini belum memiliki target untuk meraih juara dalam lomba ini namun berharap para siswanya bisa tampil percaya diri dan mengingatkan bahwa pengalaman merupakan hal yang terpenting.

Tidak banyak informasi yang didapatkan dari panitia tentang hal-hal lebih teknis karena kesibukan namun kegiatan berlangsung dengan baik dan para siswa maupun ofisialnya sangat antusias dalam menyambut acara ini. Semoga kegiatan=kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan agar para siswa dapat menunjukkan kemampunannya di depan publik. DKIPS OK.

 

Bagikan Informasi Ini

TANGGAPI TINGGINYA LEARNING LOS AKIBAT COVID-19, PEMDA SUMBA BARAT BERSAMA LEMBAGA INOVASI CANANGKAN PEMULIHAN PEMBERLAJARAN PESERTA DIDIK JENJANG PENDIDIKAN SD/MI

Waikabubak | Senin, 21 Maret 2022,

Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, SH, pagi tadi, Senin, 21 Maret  2022, di Aula Pertemuan  Kantor Bupati Sumba Barat, membuka sosialisasi Instruksi Bupati Nomor 1 Tahun 2022 Tentang Pemulihan Pembelajaran Melalui Pemetaan da Perbaikan Kemampuan Literasi dan Numerasi Dasar  Peserta Didik Jenjang Pendidikian SD/MI.

Instruksi ini merupakan insiatif Pemda bekerjasama dengan Lembaga Inovasi menaggapi tinggnya learnin Loss akibat terhentinya belajar tatap karena Covid-19. Intruksi yang dikeluarkan ini sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan  Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19.  Hadir dalam kegiatan ini Plt Sekda Sumba Barat, Plt Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga, Ketua Tim Koordinasi Inovasi NTT bersama staf, para pengawas SD/MI, Kepala SD/MI dan pendidik/guru SD/MI di wilayah Sumba Barat.

Beberapa isi instruksi ini antara lain:

  1. Setiap Pendidik/Guru kelas jenjang sekolah dasar wajib melakukan pemetaan dan perbaikan tentang kemampuan literasi dan rumerasi dasar, dan melaporkan kepada kepala sekolah sesuai dengna kemampuan setiap peserta didik;
  2. Mekanisme pengukuran literasi dan numerasi dasar peserta didik menggunakan instrument yang telah dikembangkan oleh Pusat Asesmen Pendidikan pada Bada Standar Kurikulum dan Assesmen Pendidikan Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi bersama Program Inovasi;
  3. Pemetaan dan perbaikan kemampuan literasi dan numerasi dasar peserta didik merupakan bagian dari program kerja penjaminan mutu pendidikan dalam upaya mengatasi ketertinggalan pembelajaran pada masa pandemi COVID-19, dengan target minimal kelas 3 bisa membaca lancar dan memahami, di bawah koordinasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

TIM DKIPS

Bagikan Informasi Ini

DP5A Kab. Sumba Barat Sosialisasikan Kesehatan Reproduksi Pada Anak dan Remaja

Waikabubak, 24 Februari 2022 | Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan informasi remaja tentang kesehatan reproduksi dan pemenuhan hak – hak reproduksi bagi remaja secara baik dan benar, Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Kabupaten Sumba Barat menggelar sosialisasi sistem reproduksi pada anak dan remaja.

Plt. DP5A, Khatrina Dade, S.IP didampingi Kepala Bidang Perlindungan Anak Chatrina E. Kariam, S.Kom, membuka dengan resmi pelaksanaan sosialisasi yang bertempat di Aula Hotel Ronita Waikabubak, Kamis, 24 Februari 2022.

Menurut Khatrina Dade, S.IP, sosialisasi terkait kesehatan reproduksi tersebut ditargetkan pada usia remaja, karena masa remaja merupakan peralihan masa kanak-kanak menjadi dewasa yang melibatkan perubahan berbagai aspek seperti biologis, psikologis, dan sosial-budaya. Lebih Lanjut beliau mengingatkan bahwa remaja merupakan generasi calon pemimpin masa depan yang membutuhkan kesehatan baik itu jasmani maupun rohaninya, harus memilik akhlak yang mulia serta kecerdasan.

“Kegiatan ini bertujuan agar adik-adik mengenal diri secara baik tentang reproduksi, agar menjadi generasi berencana dan tidak terjerumus dalam aktivitas free seks, HIV-AIDS dan NAPZA” Tambahnya.

Sosialisasi tersebut dihadiri oleh peserta usia remaja dari jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas sederajat yang berjumlah 25 siswa.

 

 

 

 

 

 

Bagikan Informasi Ini