DISDIK SUMBA BARAT GUNAKAN “WALIKU” PANTAU KEHADIRAN MURID

WAIKABUBAK,- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumba Barat sejak tahun 2018 lalu menggunakan Aplikasi “Waliku” untuk memantau kehadiran anak murid di kelas. Hal ini dilakukan sejak belum terjadinya pandemic COVID-19. Rencananya akan dilakukan di semua sekolah dasar. K Kepala Disdik Kabupaten Sumba Barat, Sairo Umbu Awang, SE, mengemukakannya saat launching aplikasi Waliku (baca: Pemda Sumba Barat Launching Aplikasi Waliku Sistim Satu Data Kesejahteraan Anak) pada Selasa (15/12) di Aula Rapat Kantor Bupati Sumba Barat. Hal itu dikatakannya di hadapan Bupati Sumba Barat, Drs. Agustinus Niga Dapawole, Pejabat Sekretaris Daerah, Daniel B. Pabala, para unsur pimpinan organisasi perangkat daerah, pengawas sekolah dan para kepala sekolah dasar.

Dikatakan Kepala Dinas Pendidikan, Aplikasi Waliku sangat bermanfaat untuk mengetahui tingkat kehadiran anak di kelas jika pembelajaran tatap muka dimulai. Dengan aplikasi ini, kita bisa mengetahui apa alasan anak tidak masuk kelas. Jika sakit maka apa sakitnya. Belajar dari pengalaman selama dua tahun terakhir ini, Disdik ingin memperluas layanan aplikasi Waliku tidak hanya pada aspek pendidikan saja tetapi juga layanan kesehatan dan perlindungan anak. Untuk itu, Dinas Pendidikan mengajak Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Satgas COVID-19 untuk mengembangkan sistim layanan informasi terpadu yang terkoneksi satu dengan yang lainnya.

“Waliku hadir sejak tahun 2018. Ini sebuah sistim absensi digital. Dengan absensi ini kita bisa pantau secara langsung tingkat kehadiran anak di kelas. Jika tidak hadir maka guru akan berkomunikasi dengan orang tua dan pihak terkait, “ujarnya.

Dijelaskan Kepala Dinas Pendidikan, Aplikasi Waliku pada awalnya hanya menjangkau 21 Sekolah Dasar saja yakni 16 Sekolah Dasar di Kecamatan Kota Waikabubak dan 5 Sekolah Dasar di Kecamatan Wanukaka. Oleh karena Aplikasi Waliku sangat bermanfaat, maka pada tahun 2020, Dinas Pendidikan memperluas jangkauannya lagi di wilayah Selatan yaitu di Kecamatan Lamboya sebanyak 13 Sekolah Dasar.

Dikatakannya, dengan replikasi program ini maka tingkat kehadiran anak di kelas harus tinggi karena terpantau setiap saat dan informasi terkini. Kerja sama dengan Waliku ini akan berlangsung sampai bulan Juni 2022. Untuk mendukung perluasan jangkauan penggunaannya maka Dinas Pendidikan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Satgas COVID agar semua sekolah terkoneksi dan kita bisa mengetahui status kesehatan anak sekolah dan guru. (RED.SIL-STC)

Bagikan Informasi Ini

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *