DPRD akan Mendorong Pemerintah Daerah untuk Meminimalkan Pergantian Kader Posyandu dan Kader BKB di Sumba Barat

Waikabubak, 10/06/2021. Menciptakan sebuah dunia dimana setiap anak mendapatkan pemenuhan hak atas kelangsungan hidup, perlindungan, pengembangan dan partisipasi. Untuk mewujudkan mimpi ini, diperlukan  kerja sama antara mitra strategis dan mitra pelaksana. Pemerintah kabupaten Sumba Barat melalui Taman Pawodda, mengandeng Save the Children dan Stimulant Sumba, bekerja secara bersama-sama dalam program pemenuhan hak anak-anak.

Bertempat di aula rumah jabatan Bupati Sumba Barat (Kamis, 10/06/2021), pertemuan koordinasi Taman Pawodda Kabupaten Sumba Barat diselenggarakan. Kegiatan ini bertujuan untuk membahas gambaran program PAUD Holistik Integratif (HI) periode 2016 – 2021, dan rencana kerja dinas terkait yang mendukung penyelenggaraan PAUD HI di Sumba Barat. Pertemuan dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD, Ketua Komisi C, Bunda PAUD dan Wakil Bunda PAUD, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Save the Children, Stimulant Institute dan desa intervensi PAUD HI tahun 2021. OPD terkait; Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, DPMD, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, DP3A, DP2KB, Dinas Sosial dan tiga perwakilan desa (Bondo Hulla, Weelibo, Kalebu Anakaka).

Taman Pawodda kabupaten melaksanakan pertemuan perdana, setelah pelantikan wakil ketua DPRD dan pengukuhan TP-PKK kabupaten Sumba Barat. Dalam sambutannya, Marta Bili Lalo, SH selaku Bunda PAUD Sumba Barat menekankan pada lima aspek penanganan terhadap anak, pentingnya menyamakan presepsi dalam implementasi program PAUD HI serta kolaborasi dan komunikasi antara dinas terkait dan mitra. Dengan kerjasama dan komunikasi antara dinas terkait dan mitra, dapat mendukung penyelenggaraan program PAUD HI. Selaku Bunda PAUD, saya membuka diri terhadap informasi program yang dijalankan. Saya ingin agar kita semua turut mengambil bagian dalam PAUD HI agar anak-anak kita bisa mendapatkan hak nya.

Wakil ketua DPRD, Lukas Ngallu, SH membuka kegiatan Rapat Koordinasi Taman Pawodda dengan menitik beratkan pada aksi, pendampingan dan kolaborasi. Lukas Ngallu, menyerukan kepada para stakeholder untuk berperan aktif melalui aksi nyata yang mendukung Taman Pawodda. Aksi yang kita lakukan, untuk anak-anak di bumi Pada Eweta tercinta. Aksi harus diimbangi dengan pendampingan rutin pada empat layanan. Layanan yang perlu mendapat perhatian besar adalah pengasuhan dan perlindungan. Dua layanan ini berkontribusi terhadap stunting dan kasus kekerasan yang marak terjadi di Sumba Barat. Selain itu, kolaborasi sangat diperlukan dalam menjalankan program. Kami berterima kasih kepada Save the Children dan Stimulant yang mendukung pemerintah dalam implementasi program.

Selanjutnya, peserta perwakilan dari Badan/Dinas terkait menyampaikan perencanaan kegiatan yang mendukung implementasi program PAUD HI di kabupaten Sumba Barat. Raymond L.K Dena S.STP selaku kabid Pembagunan Manusia dan Masyarakat (PMM) Bappeda, memberikan informasi terkait arah kebijakan pembagunan daerah dalam implementasi PAUD HI. Beliau menekankan pada kebijakan, partisipasi, akses dan kualitas. Untuk tahun 2021, Pawodda lebih mefokuskan pada menghasilkan kebijakan ditingkat kabupaten dan desa. Saat ini, Perbup PAUD HI, telah masuk dalam nota dinas, dan siap untuk ditandatangani oleh Bupati. Untuk Sumba Barat, layanan pengasuhan berkontribusi terhadap peningkatan angka stunting. Hal ini terjadi karena pendampingan dan perawatan orangtua terhadap anak tidak dilakukan dengan baik. Ini menjadi perhatian bagi kita bersama. Selain itu, sejak tahun 2019, melalui APBD, pemda mengalokasikan insentif tendik PAUD sebesar Rp. 1.000.000/orang/bulan. Kebijakan ini diambil oleh pemda untuk kepentingan anak-anak. Berbicara tentang tendik PAUD, Agustina Malo S.Si selaku kabid PAUD menyatakan bahwa saat ini terdapat 533 tendik, 87 orang berijasah sarjana, 28 orang lulusan Diploma (D3) dan 418 orang lulusan sekolah menengah (SMA). 22% tendik lulusan SMA sedang mengikuti kuliah di Universitas terbuka (UT). Kami di Dinas Pendidikan, mendukung kualitas tendik dengan mensupport mereka untuk melanjutkan sekolah. kami berharap pemerintah mendukung hal ini, agar kualitas Pendidikan di Sumba Barat bisa jauh lebih baik. Dinas terkait lainnya, menyampaikan kegiatan yang mendukung implementasi PAUD HI, seperti; a) percepatan akte kelahiran dan KIA, b) pendampingan anak pelaku kekerasan, c) sosialisasi penangganan stunting, d) pelatihan PMBA bagi kader posyandu, e) pelatihan kader BKB, f) sosialisasi 1000 HPK, g) pengembangan modul Gender untuk anak PAUD, h) penyediaan APE dan sarana posyandu, dan i) dukungan kebijakan untuk meminimalisir pergantian kader posyandu.

Program Manager Stimulant, Yenny Djelalu, menyatakan bahwa implementasi program yang mendukung PAUD HI menitik beratkan pada akses, kualitas, partisipasi dan kebijakan. Keempat point ini dilaksanakan melalui kelima program Sponsorship, yaitu; MNCHN (KIA), ECCD (PAUD), SHN (Kesehatan dan Nutrisi Sekolah), BE (Pendidikan Dasar), dan AD (Pengembangan Remaja). Pernyataan ini, dilengkapi dengan metode pemantauan PAUD melalui monitoring IDELA. Informasi ini disampaikan oleh Spesialist ECCD, Yoan Ida Ringu Paubun. Bahwa melalui monitoring IDELA, yang dilakukan sejak tahun 2016 hingga 2019, terdapat perbedaan perkembangan antara PAUD HI dan non HI. Perkembangan PAUD HI lebih baik disbanding PAUD non HI.

Dalam pelaksanaan program PAUD HI, terdapat tantangan yang dihadapi oleh Badan/Dinas terkait. Tantangan terberat adalah pergantian kader posyandu, kader BKB dan KPA di desa. Tantangan lainnya adalah keterbatasan dana program, rendahnya pendampingan, keterlibatan anak dalam perencanaan ditingkat desa, anak disabilitas belum terdaftar di PAUD, kegiatan BKB tidak berjalan secara rutin, ketersediaan format pelaporan, dan keterbatasan APE untuk mendukung pengembangan RPPM dan RPPH. Atas tantangan ini, ketua Komisi C, Dominggus Baiyo menegaskan bahwa DPRD siap mendukung program PAUD HI dengan memberikan alokasi dana. DPRD mengharapkan agar, Badan/Dinas terkait merumuskan dan memberikan renstra yang lebih operasional sehingga dapat diakomodir dalam RPJMD. Jika kegiatan yang disampaikan oleh Ibu/Bapak tidak diakomodir dalam renstra OPD maka tentunya tidak akan terakomodir. Selaras yang disampaikan oleh ketua Komisi C DPRD, kepala Bappeda Titus Diaz Liurai S.Sos. MM menegaskan bahwa selama ini pemda terkhususnya Bappeda selalu mendukung program-program yang dijalankan oleh Save the Children dan Stimulant ataupun mitra lainnya. Selama tidak bersebrangan dengan visi dan misi pemda, dukungan anggaran akan diberikan.

Diakhir diskusi, Bunda PAUD menyampaikan bahwa ‘untuk mendukung implementasi program PAUD HI di Sumba Barat, kita perlu menambahkan fasilitator. Tidak cukup jika hanya satu fasilitator saja. Saya menuliskan kebutuhan ini, dan Bappeda yang melaksanakan!’. Statement ini menegaskan bahwa Bunda PAUD dan Taman Pawodda mendukung dan memprioritaskan program-program terkait hak anak di bumi Pada Eweta tercinta.

Tindaklanjut dari rapat ini adalah penandatanganan Peraturan Bupati terkait Penyelenggaraan PAUD HI dan sosialisasi Perbup PAUD HI kepada masyarakat. (PSI, RED)

Bagikan Informasi Ini

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *