BANTUAN KOLAM BIOFLOK PEMERINTAH UBAH HALAMAN RUMAH PETANI SUMBA BARAT JADI TAMAN WISATA BUDI DAYA IKAN AIR TAWAR

Waikabubak, 19 November 2020, Beberapa ratus meter dari depan Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayan, Desa Wee Karou, Kecamtan Loli, Sumba Barat, terdapat sebuah taman layaknya tempat rekreasi bagi masyarakat perkotaan. Taman  tematik ini, sesuai dengan namannya, yakni Taman Kolam Cemara, menyajikan bagi pengunjung beberapa kolam yang merupakan bekas tambang batu  kapur yang direkayasa menjadi tempat memelihara ikan, terutama ikan lele dan nila. Di tengah-tengah kolam dibangun pondok kecil tempat pengunjung dapat duduk sambil menikmati kopi dan penganan lokal.

Taman ini sangat asri dan sejuk karena disamping memiliki tiga kolam batu yang dipenuhi ikan, juga dikelilingi banyak pohon. Selain pohon cemara, terdapat pohon mahoni, indiwacu, gaharu, cendana dan beberapa jenis pohon lokal lainnya. Selain tiga kolam batu di atas juga terdapat 10 kolam bioflok yang merupakan bantuan Kementrian Perikananan dan Kelautan. Keberadaan kolam-kolam bioflok memberi nilai tambah yang sangat besar bagi keberadaan Taman Kolam Cemara, karena di samping memberi pemasukan bagi kelompok penerima bantuan, juga menjadi tempat pembelajaran inovasi teknologi pembudidayaan ikan darat bagi masyarakat Sumba Barat.

Banyak kegiatan yang dapat dilakukan di taman ini selain duduk santai di pondok kecil di tengah kolam, yakni: retreat sehari dalam jumlah yang kecil, pengambilan foto pre-weeding, memancing, lokasi resepsi nikah outdoor, dan tentu bagi para penggemar budi daya ikan darat, para pelajar dan masyarakat umum lainnya yang ingin belajar tentang budi daya ikan dapat melangkah ke tempat ini yang tentu sangat dekat dalam jarak tempuh. Tempat ini juga telah dikunjugi beberapa wisatawan luar negeri, organisasi pemerintah seperti kejaksaan, dan belum lama ini, Pjs Bupati Sumba Barat, Drs. Semuel D. Pakereng.

Menurut pemilik taman tersebut: “Bapak Penjabat sangat menikmati dan mengagumi tempat ini. Demikian juga beberapa tamu asing yang menggunjungi tempat ini begitu betah sampai hampir seharian menikmati tempat ini. Taman ini masih merupakan halaman belakang rumah pribadi seorang pensiunan Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Barat dan belum dijadikan taman umum yang memiliki tarif setiap berkunjung. Namun demikian pemiliknya memberi kebebasan ke pada para pengunjung untuk memberikan berapa saja untuk sekali berkunjung, yang biasanya berkisar antara Rp 5000 sampai dengan 10,000.

Bagikan Informasi Ini