Forum Anak Perlu Terlibat Dalam Musyawarah Pembangunan Daerah

Waikabubak | Demikian salah satu hal penting yang ditegaskan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sumba Barat melalui Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak, Afliana Bela Wawo, S. Sos dalam acara pertemuan Pembentukan dan Pembinaan Forum Anak Tingkat Kecamatan Kabupaten Sumba Barat di ruang rapat Kecamatan Tanah Righu, Kamis 06/05/2021.

“Forum anak adalah perpanjamgan tangan pemerintah dalam upaya pemenuhan hak anak di Kabupaten Sumba Barat,” tegas Afliana. “Anak adalah AGEN 2P, yakni pelopor dan pelapor. Pelopor bearti terlibat aktif dalam memanfaatkan waktu luang untuk kegiatan positif, bermanfaat dan menginspirasi banyak orang untuk terlibat dalam perubahan ke arah yang lebih baik. Pelapor bermakna terlibat aktif dalam menyampaikan pendapat atau pandangan ketika melihat, mengalami, merasakan tidak terpenuhinya hak-hak perlindungan anak di sekitarnya dengan melaporkan kepada instansi teknis yang berkaitan di Kabupaten Sumba Barat,” lanjutnya.

Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan sesuai dengan bunyi Pasal 1 (1) UU No. 35/2014 tentang Perubahan Atas UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Hampir 40% total populasi di Indonesia saat ini adalah anak-anak dan karena itu merupakan membutuhkan perhatian yang besar pula. Dengan adanya Forum anak, baik di desa, kecamatan, kabupaten, propinsi dan nasional diharapkan porsi penduduk yang sangat besar ini mendapat perhatian yang besar pula.

Acara yang dibuka oleh Sekertaris Camat Tana Righu itu di hadiri oleh anak-anak Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas dan setingkat se-Kecamatan Tana Righu. Hadir pula berapa tokoh masrakat dan aktivis perempuan. Dalam acara ini diadakan juga diskusi kelompok anak-anak, di mana mereka menyampaikan pendapat mereka secara kelompok dan tertulis dan ditempelkan pada format usulan untuk kemudian dibacakan kepada Pemerintah Kecamatan dan langsung ditanggapi, mirip dengan partipasi masyarakat pada umumnya dalam musrenbang. Beberapa usulan yang diberikan forum anak-anak ini adalah agar Pemda menyediakan perpustakaan dan akses internet di desa mereka.  OK/DKIPS

Bagikan Informasi Ini