Kasus Covid-19 Meningkat, Camat Wanukaka Gelar Rapat Koordinasi

Wanukaka | Perkembangan dan penularan Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) di Kecamatan Wanukaka terus mengalami peningkatan, dalam upaya memutus mata rantai penyebaran dan menekan jumlah kasus covid-19, Kecamatan Wanukaka melaksanakan rapat koordinasi untuk menyamakan persepsi dan upaya dalam penanganan dan pencegahan Covid-19 yang bertempat di Aula Kantor Kecamatan Wanukaka, Kamis, 06/05/2021.

Camat Wanukaka Lukas L. Pewu, SH yang didampingi Kapolsek Wanukaka IPDA I. R. S. Dangga dan Perwakilan Danramil 1613 – 02 Walakaka Nur Salam Serka NRP menyampaikan keprihatinannya atas peningkatan jumlah kasus Covid-19 yang terjadi diwilayah kerjanya. “kita mencermati perkembangan yang ada, tentu keadaan ini cukup mengganggu dan menakutkan karena situasi dan kasus Covid-19 di Wanukaka semakin meningkat dari hari ke hari bahkan satu pasien warga Wanukaka dinyatakan meninggal dunia karena covid-19 dan telah dikuburkan sesuai protokol kesehatan.” ungkapnya.

Camat Wanukaka berharap melaui rapat koordinasi tersebut dapat menghasilkan rumusan pencegahan dan penanganan Covid-19 yang kemudian harus bisa dijalankan serta dipatuhi bersama oleh seluruh masyarakat Wanukaka.

Kesepakatan rapt bersama tentang penanganan dan pencegahan penularan Covid-19 tersebut menghasilkan beberapa keputusan sebagai berikut :

  1. Posko, team relawan desa disiagakan sebagai pusat informasi dan edukasi masyarakat untuk memantau secara ketat terhadap keluar masuknya masyarakat.
  2. Dihimbau kepada seluruh masyarakat yang melewati posko tim relawan desa, agar berhenti dan melakukan kegiatan cuci tangan.
  3. Dihimbau kepada masyarakat yang datang di wilayah Kecamatan Wanukaka dan atau yang hendak bepergian keluar Kecamatan Wanukaka, diwajibkan untuk bermasker dan jika tidak bermasker maka tidak diijinkan untuk memasuki wilayah Kecamatan Wanukaka dan atau keluar dari wilayah Kecamatan Wanukaka.
  4. Dihimbau kepada warga masyarakat yang melakukan kegiatan rekreasi/tamasya di wilayah Kecamatan Wanukaka diwajibkan memakai masker dan dalam jumlah yang terbatas tidak melebihi jumlah 5 orang. Dan jika rombongan tamasya tersebut melebihi jumlah 5 orang tidak dapat dijinkan untuk melakukan kegiatan rekreasi.
  5. Dihimbau kepada masyarakat agar dalam acara adat berupa acara kedukaan/kematian atau pada acara-acara lainnya, agar tidak melakukan kontak fisik atau cium hidung.
  6. Ditegaskan kepada seluruh warga masyarakat yang mengalami kedukaan, penyemaian jenazah cukup dalam waktu tiga (3) malam dan harus segera diadakan acara penguburan, dengan membatasi jumlah undangan yang hadir dan jumlah rombongan sehingga tidak menimbulkan kerumumanan. Dan bagi tuan duka diwajibkan menyiapkan sarana cuci tangan serta seluruh masyarakat yang hadir dalam rombongan wajib memakai masker.
  7. Dihimbau kepada seluruh warga masyarakat Kecamatan Wanukaka untuk tidak melakukan kegiatan pesta adat, pesta syukuran ulang tahun, pesta pernikahan, dan pesta-pesta lainnya yang dapat menimbulkan kerumumanan masyarakat sehingga berpotensi mempercepat proses penyebaran Covid-19.
  8. Khusus untuk kegiatan kawin mawin bagi yang telah melakukan kegiatan masuk minta pada tahun 2020 dapat dilaksanakan kegiatan lanjutannya yaitu acara pemindahan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dengan membatasi jumlah rombongan yang ikut dalam kegiatan tersebut. Sedangkan bagi yang baru menjalankan proses masuk minta (buka perasaan) pada tahun 2021, tetap dengan protokol kesehatan ketat dan urusan selanjutnya ditunda pada  tahun 2022.
  9. Untuk kegiatan ibadah, dihimbau kepada seluruh jemaat GKS di wilayah klasis Wanukaka agar kegiatan ibadah secara jemaat ditiadakan sementara dan ibadah dilaksanakan dalam beberapa titik disetiap kampung dengan jumlah yang dibatasi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, cuci tangan dan memakai masker.
  10. Untuk kegiatan bulan Ramadhan dihimbau kepada pengurus Masjid untuk tidak melakukan kegiatan berbuka puasa bersama dalam jumlah yang besar serta kegiatan Idul Fitri dihimbau agar tidak melakukan acara open house/halal bihalal dalam jumlah yang besar tapi dapat dilaksanakan dalam jumlah yang terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan, pakai masker dan cuci tangan.
  11. Jika terdapat anggota keluarga yang meninggal karena Covid-19 dan dikubur secara protokol kesehatan, maka keluarga tersebut jika akan melaksanakan acara syukuran keluarga, dapat dilaksanakan setelah 14 hari dari hari penguburan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan membatasi jumlah undangan dan rombongan yang hadir.

 

Hadir pada rapat koordinasi tersebut Kepala Puskesmas Lahi Huruk dan Padedewatu, Para Kepala Desa Se-Kecamatan Wanukaka, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda.

Bagikan Informasi Ini