SC SINKRONISASI PROGRAM 3 TAHUN DENGAN PEMDA SUMBA BARAT & SUMBA TENGAH

Lembaga mitra pemerintah Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Tengah, Save the Children, menyelenggarakan lokakarya sehari pada Selasa (2/3) lalu di aula Alpha-Omega, Waikabubak, guna mengumpulkan isu-isu relevan dan rekomendasi dari pihak pemerintah kedua kabupaten dan berbagai stakeholder lainnya. Hadir dalam workshop tersebut Kepala Bappeda, Kalak BPBD, Kepala Dinas Kependudukan & Pencatatan Sipil, Kesehatan, dan PMD Kab. Sumba Barat, Kepala Dinas Sosial dan P2KB serta Kepala Bidang dan Seksi dari Dinas Pendidikan dan P3A Kab. Sumba Tengah, perwakilan guru dan kepala sekolah, KPA, posyandu, serta para direktur Lembaga Stimulant Institut, Yayasan Wahana Komunikasi Wanita, dan Bahtera.

Dalam kesempatan lokakarya tersebut Kepala Bappeda Kabupaten Sumba Barat, Titus Diaz Liurai, S.Sos,MM, membuka secara resmi kegiatan tersebut dengan mengingatkan semua pihak tentang 17 tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development GoalsSDGs), yang di antaranya mencakup pendidikan, kesehatan dan perlindungan anak. Penanganan isu penting dan mendesak kedua kabupaten seperti Stunting, ketersediaan air bersih dan sanitasi jelas berkaitan erat dengan 3 tujuan terpenting SDGs tersebut. Lebih jauh beliau turut menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak, terutama mitra pemerintah, dalam proses pembangunan daerah, karena itu sudah pada tempatnya jika Lembaga mitra pemerintah semacam Save the Children membuat perencanaan program yang disesuaikan dengan program pemerintah daerah. Melengkapi sambutan pembuka Kaban Bappeda Sumba Barat, Ir.Zakarias Natara,MT, kepala dinas Sosial Kabupaten Sumba Tengah, yang saat itu hadir sebagai perwakilan kabupatennya menyatakan bahwa kabupaten Sumba Tengah perlu memberikan peluang keamanan bagi anak secara lebih konkrit dengan menginisiasi penerbitan Peraturan Daerah Perlindungan Anak.

Kadis Dukcapil Kab. Sumba Barat, Kalak BPBD dan Kabid P3A Kab. Sumba Tengah mempresentasikan analisa situasi dan prioritas rekomendasi untuk bidang perlindungan anak.

Lokakarya forum stake holder Save the Children tersebut dilaksanakan dengan menempuh beberapa langkah penting di antaranya adalah pembahasan isu-isu politik, sosbud, agama, lingkungan, dan teknologi teraktual, penyajian RPJMD kabupaten, hingga penentuan target intervensi yang penting dan relevan. Workshop Forum stake holder Save the Children ini diakhiri dengan merumuskan rekomendasi-rekomendasi penting yang diarahkan menjadi lebih spesifik kepada 3 terobosan utama lembaga tersebut yakni :

  • BERTAHAN HIDUP (SURVIVE) Penguatan layanan PAUD HI, Penguatan peran keluarga (Loka Siaga), Penguatan kapasitas KPA, dan penguatan ketahanan pangan keluarga.
  • BELAJAR (LEARN) Peningkatan kapasitas pendidik, Inisiasi Sekolah Ramah Anak, Memfasilitasi Anak Berkebutuhan Khusus
  • TERLINDUNGI (BE PROTECTED) Inisiasi Penyusunan Perda Perlindungan Anak, Pengaktifan Sistem Rujukan dan pelaporan kekerasan, Diseminasi UU Perlindungan Anak secara berkelanjutan.
Bagikan Informasi Ini