Ingin Tahu Kondisi Terkini, Bupati Lakukan Kunker Perdana ke Desa Kodaka

Waikabubak_ Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, SH lakukan kunjungan kerja di Desa Kodaka, Senin (12/07/2021).

Kunjungan ini merupakan kunjungan resmi perdana Bupati Sumba Barat dari sekian jumlah desa yang ada di Sumba Barat.

Dalam arahannya, Bupati Yohanis meminta kepada semua masyarakat untuk waspada terhadap bahaya penyebaran Covid-19 karena jumlah Pasien yang terkonfirmasi Positif dikabupaten Sumba Barat semakin melonjak secara signifikan.

“kita harus mengurangi Berkumpul dalam skala yang besar, dan menghindari kerumunan karena kalau kita tidak taat Prokes dan menganggap bahwa Covid itu tidak ada. tidak menutup kemungkinan Klaster baru Varian Delta yang jauh lebih ganas akan masuk di Sumba Barat”, ungkapnya

Dalam kesempatan tersebut juga Yohanis Dade menerangkan bahwa terkait dengan percepatan pembangunan di desa, antara Pemerintah Desa dengan Pemerintah Daerah harus bersinergi dan dinas-dinas terkait juga harus mendampingi dan memperhatikan setiap pembangunan yang ada di Desa.

“kalau mau maju desa ini tidak boleh berjalan sendiri. Untuk itu Dalam hal pengelolaan dana Desa di Desa Kodaka harus transparan, sehingga ada hasil Signifikan yang kelihatan apa lagi Desa Kodaka Adalah Desa yang ada di tengah-tengah Kota Waikabubak. Program yang ada harus kita tuntaskan andaikan dana desanya tidak mencukupi bisa kita pakai dana DAU”, kata bupati menjelaskan.

Menurut Bupati, yang menjadi perhatian juga adalah Bidang pendidikan. Patut disyukuri di wilayah Desa Kodaka telah hadir 2 lembaga Sekolah yakni SMA N 1 Waikabubak dan SMA Swasta Karanu, bupati meminta kepada untuk memperhatikan anak-anak agar tetap sekolah, dan tidak jemu-jemu atau bosan menyekolahkan anak.

“Dengan kita sekolah kita akan keluar dari kebodohan dan ketertinggalan. Dan Sekolah juga dapat menjamin kita untuk menjadi apa pun termasuk menjadi seorang pemimpin, karena kepemimpinan bukan milik orang-orang kaya saja tapi milik mereka yang punya potensi dan punya kemauan”, kata Bupati lagi.

Fokus pemerintah saat ini adalah penataan Kota dan situs-situs perkampungan salah satunya dengan tidak ada lagi kampung yang masih.

Di Perkampungan akan dipasang lampu-lampu sorot, sehingga pada malam hari bisa dimanfaatkan untuk anak-anak belajar, mama-mama bisa tenun, dan bapak-bapak bisa membuat kerajinan tangan seperti parang dan lain-lain.

Pariwisata juga merupakan bagian dari Program unggulan. Sumba Barat harus menjadi kota Wisata agar julukan pulau Sumba sebagai pulau terindah di dunia tidak hanya sebagai julukan atau pujian belaka saja, tetapi potensi yang ada harus bener-bener kita kembangkan.

“sekali lagi saya tegaskan situs-situs perkampungan yang berpotensi harus kita Tata untuk menarik Wisatawan. Yang paling penting juga untuk kemajuan Pariwisata di dearah ini adalah perilaku masyarakat kita, ini harus menjadi perhtian serius agar tamu-tamu dari luar yang datang tidak terganggu kenyamanannya. Ketika pulang mereka membawa kesan yang bagus”, tegas Bupati Yohanis Dade.

Masalah kependudukan, kata Bupati, juga menjadi perhatian, para orang tua harus mengurus akte anak-anak, mengurus KTP. karena data tersebut mempengaruhi jumlah Dana DAK yang di peroleh nantinya. (Dhi)

Demikian Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *