Mendukung pelaksanaan pembelajaran di Tahun Ajaran 2021-2022, Dinas Pendidikan Kab. Sumba Barat dan tim waliku mengadakan online refreshment training aplikasi waliku

Waikabubak, 17/07/2021, Dinas Pendidikan bekerja sama dengan tim Waliku, Save The Children Kembali mengadakan pelatihan penyegaran tentang penggunaan aplikasi Waliku ke 34 operator sekolah dampingan Waliku. Dikarenakan naiknya kasus Covid di Kabupaten Sumba Barat, dan untuk menyelaraskan pencegahan penyebaran Covid, kegiatan ini diselenggarakan selama 3 hari berturut-turut dari hari Kamis, 17-19 Juli secara daring melalui aplikasi Zoom. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan operator sekolah tentang manfaat, kegunaan, implikasi, dan pengoperasian aplikasi Waliku V.3.3 di masa pandemi ini. Kegiatan diikuti oleh 34 operator sekolah dari kec. Kota Waikabubak, Wanokaka, dan Lamboya. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kab. Sumba Barat, Sairo Umba Awang, SE.

Dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan pelatihan ini di hari Kamis 17 Juli 2021, Kadis Pendidikan, Bpk Sairo Umbu Awang menegaskan bahwa melihat situasi dan kondisi pandemic covid-19 di Kab. Sumba Barat saat ini, pelaksanaan pembelajaran di tahun ajaran baru ini bisa terjadi secara daring dan juga secara luring. Untuk itu, setiap kegiatan wajib mengikuti protokol Kesehatan untuk menghindari  penyebaran covid-19.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa aplikasi Waliku merupakan aplikasi Kerjasama  dinas Pendidikan Sumba Barat dan tim Waliku untuk membantu guru dan sekolah memantau kehadiran anak dalam mengikuti pembelajaran. Apalagi di masa pandemi ini, banyak anak yang hilang dari sekolah sehingga para operator sekolah diharapkan untuk terus membantu kepala sekolah dan guru-guru untuk merekam absen kehadiran dan memantau pembelajaran melalui aplikasi Waliku sehingga anak-anak yang hilang/tanpa kabar selama belajar dari rumah bisa ditelusuri dan ditindaklanjuti untuk tetap mendapat hak Pendidikan.

Selanjutnya,  Koordinator Waliku untuk Indonesia, Alowisya Iki, M.A menyatakan untuk memperkuat layanan Waliku untuk Anak Sumba, selain aplikasi Waliku Admin dan Waliku Class, kami telah mengembangkan dua aplikasi Waliku yang terbaru, yakni Waliku Assess dan Waliku Clinic. Waliku Assess akan dipakai oleh guru UKS mendata anak-anak yang sakit, termasuk jika nanti ada anak yang mengalami gejala Covid. Data ini akan dikoneksikan ke Waliku Clinic yang akan digunakan oleh petugas Puskesmas untuk memberikan pertolongan medis kepada anak sesuai kebutuhan anak.

Kegiatan berlangsung dengan baik dimana para operator sekolah terlibat aktif dalam pelatihan Waliku versi terbaru. Pada hari ke-3 Sabtu, 17 Juli 2021, kegiatan pelatihan online ini ditutup oleh sekretaris dinas Pendidikan Sumba Barat, Yehuda Malorung, S.Pd. Beliau menegaskan bahwa aplikasi Waliku adalah aplikasi milik dinas Pendidikan Sumba Barat, dan sekolah-sekolah telah mengalokasikan dana untuk pembelian pulsa internet dari dana BOS; sehingga, tidak ada alasan bagi sekolah untuk tidak menggunakan aplikasi Waliku untuk kepentingan perekaman absen dan tindak lanjut siswa yang tidak hadir di sekolah

Sebelum menutup kegiatan pelatihan daring ini, Bapak Yehuda berpesan bahwa “Pendidikan kab Sumba Barat dan generasi Sumba Barat ada di tangan kita. Waliku ini adalah salah satu inovasi yang dilakukan untuk mempercepat kemajuan. Kita tidak bisa berlari kencang, kita hanya bisa melangkah setapak demi setapak, tujuan pasti tercapai namun waktunya saja berbeda’.

Bagikan Informasi Ini

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *