News

Establish Transition Team Sponsorship

Program with District Government Tahun 2022
Waikabubak, 13 Mei 2022 bertempat di aula Bupati Sumba Barat, Rapat Perdana Pengenalan Calon Tim Transisi, Program Sponsorship Yayasan Save the Children (YSTC) telah mencapai tahun ke – 8 di tahun 2022 dari 10 tahun rencana implementasi program Sponsorship di Sumba Barat hingga tahun 2024 mendatang. Selama 8tahun implementasi sudah ada berbagai keberhasilan dan pembelajaran. program yang perlu untuk ditindaklanjuti oleh Pemerintah Daerah pasca berakhirnya fase program implementasi. Untuk itu perlu dipersiapkan strategi yang dapat memastikan agar semua hasil implementasi program memiliki keberlanjutan dibawah tanggung jawab Pemerintah Daerah melalui pembentukan Tim Transisi.
Tim ini merupakan pemangku kepentingan utama di. Daerah yang memiliki peran kunci dan pendukung para aras regulatif, kewenangan dan pengganggaran yang akan terlibat secara langsung maupun tidak langsung selama masa implementasi program Sponsorship di Kabupaten Sumba Barat sehingga perlu dipetakan dan diintegrasikan secara terstruktur yang selaras dengan Tusi yang melekat (embedded) dalam sistem pemerintahan yang sudah berjalan selama ini, untuk memastikan terjadinya komunikasi yang selaras, kolaboratif dan sinergi dengan semua unsur kepentingan untuk mencapai visi program Sponsorship, yaitu : Anak Sumba Barat sehat, cerdas, mendapat pengasuhan dari orangtua/pengasuh serta menjadi kontributor positif bagi masyarakat.
Tim ini juga dibentuk untuk tujuan yang bersifat teknis, yaitu menghindari terjadinya miskoordinasi diantara unsur – unsur pemangku kepentingan pada semua aras siklus program. Sehingga secara umum tugas Tim Transisi ini adalah mendukung dan memastikan layanan Pendidikan, Kesehatan, Pengasuhan dan Perlindungan Anak di Lembaga Pendidikan dan Komunitas berkelanjutan, dan untuk memaksimalkan peran dan Tusi Tim akan didukung Penguatan kapasitas yang berhubungan dengan pengelolaan program Sponsorship. Melalui upaya ini Tim dapat mendokumentasikan praktik – praktik baik program Sponsorship sehingga dapat menjadi pembelajaran bagi Pemda dalam merencanakan program dengan berorientasi pada akses, kualitas, partisipasi dan kebijakan. Dan Tim ini melalui SK kepala Daerah dan selanjutnya bertanggung jawab menyuarakan hak – hak anak Sumba Barat melalui perencanaan dan pelaksanaan program mulai tahun 2022 sampai dengan 2024.


Rapat ini dibuka dengan resmi oleh kepala Bapelitbangda.
Rapat perdana ini dihadiri oleh Kepala, Sekretaris dan para Kabid Bapelitbangda, Kepala dan Sekretaris Dinas Kesehatan, Kepala Dinas PMD, Kepala Dinas P5A, Kadis Sosial, Kadis berserta Kabid Dinas PKO, Kadis dan Perencanaan Dinas Perpustakaan, Kadis dan Kabid Dinas KIPS, Kabag Hukum, Kabag Tata Pemerintahan, Perwakilan PKK, Save The Children dan Perkumpulan Stimulat Institut.

Bagikan Informasi Ini

3 BUMDes Dapat Bantuan Mobil dari Kementerian Desa

Waikabubak,DKIPS–Tiga (3) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang berada di Kabupaten Sumba Barat mendapat bantuan mobil dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Penyerahan 3 unit mobil tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Sumba Barat Yohanis Dade,SH Selasa (10/05/2022).

Ke-3 BUMDes yang mendapat bantuan mobil operasional jenis Hilux itu yakni BUMDes Kodaka Kecamatan Kota Waikabubak, BUMDes Kareka Nduku Selatan Kecamatan Tana Righu, dan BUMDes Rewa Rara Kecamatan Wanukaka.

Penyerahan bantuan tersebut dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs. Imanuel M. Anie,M.Si, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Titus Diaz Liurai, S. Sos,MM, Kepala Dinas Perhubungan Drs. Yulianus G. Mezango, SH, Sekretaris dan Kepala Bidang Bapelitbangda.

Tampak Camat Kota Waikabubak dan Camat Tana Righu turut mendampingi para kades dan pengurus BUMDes menerima bantuan mobil.

Bupati Sumba Barat Yohanis Dade,SH menegaskan bantuan mobil tersebut berasal dari Dana Alokasi Khusus Kementerian Desa untuk memperlancar operasional BUMDes sehingga dapat menjadi Desa yang Mandiri.

Bupati Yohanis Dade pada kesempatan itu berpesan agar bantuan mobil tersebut dapat dipergunakan dengan sebaik mungkin.

Dengan mobil BUMDes tersebut hendaknya seluruh hasil bumi baik yang ada di dalam desa maupun di luar desa dapat dibeli oleh BUMDes sehingga bisa meningkatkan pendapatan dalam desa setempat.

“Contohnya Padi dan Jagung, BUMDes bisa beli, termasuk dengan hasil-hasil lainnya dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujarnya. Red.DKIPS_JE

Bagikan Informasi Ini

52 Peserta Didik Dari Satuan Pendidikan Dasar Mendapat Pelatihan ‘Dokter kecil’


Waikabubak, 28 April 2022. Kualitas bangsa akan sangat bergantung dan ditentukan oleh kualitas anak pada masa sekarang. Untuk dapat menjalankan fungsinya anak perlu dijaga, dibina, dan ditingkatkan kualitas hidupnya sehingga dapat tumbuh dan berkembang optimal sesuai usianya untuk menjadi generasi berkualitas yang memiliki potensi membangun bangsa. Diperlukan bimbingan serta pembinaan mengenai pertumbuhan dan perkembangan fisik, mental dan sosial serta perlindungan dari segala kemungkinan yang dapat membahayakan anak atau generasi muda. Dilakukan untuk kelangsungan hidup dan terwujudnya bangsa yang sejahtera di masa mendatang.
Pendidikan Sekolah Dasar (SD) selain bertujuan dibidang pendidikan, juga memiliki tujuan dibidang kesehatan. Undang-Undang Nomor 23 tahun 1992 bab V pasal 45 tentang Pendidikan Nasional, disebutkan bahwa tujuan penyelenggaraan kesehatan disekolah adalah untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat, meningkatkan lingkungan sehat, dan meningkatkan sumber daya berkualitas. Lebih lanjut dijelaskan bahwa sekolah memiliki kewajiban untuk mempromosikan hidup sehat pada anak didiknya diantaranya adalah (1) melibatkan semua pihak terkait masalah kesehatan sekolah; (2) menciptakan lingkungan sekolah sehat dan aman; (3) memberikan pendidikan kesehatan di sekolah; (4) memberikan akses terhadap pelayanan kesehatan; (5) memiliki kebijakan dan upaya sekolah untuk promosi kesehatan; dan (6) berperan aktif dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.


Anak dalam usia sekolah disebut sebagai masa intelektual, diartikan dengan anak mulai belajar berpikir secara konkrit dan rasional. Tugas perkembangan anak dalam usia sekolah adalah belajar mengembangkan kebiasaan untuk memelihara kesehatan dan menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). PHBS adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran. Pembelajaran yang dilakukan berkaitan dengan kebiasaan kebersihan diri, kebersihan lingkungan, Kesehatan gigi dan mulut. Tujuannya untuk menjadikan seseorang mampu menolong diri sendiri dibidang kesehatan. Selain itu bertujuan mendorong seseorang untuk berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan khususnya kesehatan jasmani atau kesehatan tubuh dalam rangka mewujudkan lingkungan hidup yang sehat dilaksanakan pengembangan sistem kesehatan. Salah satu lingkungan yang menjadi sasaran dalam pengembangan sistem kesehatan adalah lingkungan sekolah. Berbicara tentang lingkungan sekolah, erat kaitannya dengan warga sekolah, orang dewasa dan anak. Beberapa kebiasaan anak dapat mempengaruhi kesehatan pada anak khususnya di sekolah yaitu pola sarapan anak, kebiasaan mencuci tangan, kebersihan telinga, kebersihan kulit, kebersihan kuku, kebersihan rambut, mandi dan juga kebiasaan anak-anak untuk jajan di tempat sembarangan. Dan rata-rata jajanan tersebut tidak sehat untuk dikonsumsi oleh anak.
Perkumpulan Stimulant Institute, diwakili oleh Erna Niri selaku Project Officer program School and Health Nutrition atau Kesehatan dan nutrisi sekolah (SHN) menyampaikan bahwa, Sponsorship melalui program SHN ingin memastikan distribusi informasi praktik kesehatan dan PHBS, dapat dilakukan oleh semua warga sekolah, kelompok dewasa maupun anak. Menularkan praktik penerapan PHBS, penting dilakukan sejak usai dini. Upaya yang dapat kami lakukan untuk kesehatan warga sekolah, antara lain melaksanakan pelatihan pertolongan pertama bagi tenaga kependidikan, survei kelayakan sarana WASH di satuan Pendidikan, dan pelatihan ‘Dokter kecil’ bagi peserta didik, ujar Erna. Dalam pelaksanaannya, kami bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (DPKO), Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Palang Merah Indonesia (PMI), melaksanakan pelatihan ‘Dokter kecil’ di tingkat satuan Pendidikan dasar. Pelatihan ‘Dokter kecil’ bertujuan untuk meningkatkan partisipasi peserta didik dalam program UKS. Selain itu, ‘Dokter kecil’ dapat menjadi penggerak hidup sehat di sekolah, di rumah dan lingkungannya, tegas Erna diakhir pembicaraan.
Penguatan kapasitas kepada anak-anak melalui pelatihan ‘Dokter kecil’ dilaksanakan oleh Guru UKS, yang sebelumnya telah dilatih oleh tim PMI dan Puskesmas. Kami melatih 52 anak (26 anak perempuan dan 26 anak laki-laki) yang berasal dari 5 SD di kabupaten Sumba. Untuk tidak menganggu waktu belajar anak dan tugas pokok Guru, kami sarankan kepada Stimulant untuk kegiatan pelatihan dilakukan setelah jam belajar di kelas, ujar Dewanty Handriani Belly, Spd. Menurut Dewanty, pelatihan ‘Dokter kecil’ telah memberikan kesempatan kepada Guru dan anak-anak untuk mengetahui dan memahami tentang informasi Kesehatan serta praktik pencegahannya. Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi Lembaga Pendidikan dan saya pribadi. Kegiatan ini, dapat mendukung pelaksanaan program UKS pada satuan Pendidikan dan kami dapat menerapkan dan mempraktikan PHBS dengan tepat dilingkungan sekolah maupun di rumah tegas Belly.
Ditempat yang berbeda, perwakilan anak dari SDN Bondo Ede, Avelinus E. D Kulla menyatakan bahwa dirinya sangat senang terpilih untuk mengikuti pelatihan ‘Dokter kecil’. Sebagai ‘Dokter kecil’, saya akan menyampaikan informasi tentang PHBS kepada teman-teman di sekolah dan sekitar tempat tinggal, ungkap Avelinus. Sementara itu, perwakilan anak dari SDN Gollu Sapi, Firdaus Papi Lang menyebutkan bahwa menjaga kebersihan diri adalah salah satu cara untuk jauh dari kuman penyakit. Kami bisa melaksanakan peran ‘Dokter kecil’ dan mampu menerapkan PHBS, jika sekolah menyediakan ada air bersih, ujar Firdaus.

Berbicara tentang penerapan praktik PHBS di lingkungan sekolah, kebutuhan air bersih menjadi prioritas. Untuk mendukung pelaksanaan ‘Dokter kecil’, penting bagi sekolah menyediakan air bersih bagi peserta didik. Dengan menyediakan air bersih serta sanitasi dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di sekolah seperti cuci tangan pakai sabun, dapat menurunkan angka ketidakhadiran secara signifikan hingga 21-54%. Selain itu mengkonsumsi air minum di sekolah juga dapat meningkatkan konsentrasi dalam menyerap pelajaran yang diberikan oleh tenaga kependidikan. Dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan ‘Dokter kecil’, kita sedang mendokumentasikan pembelajaran praktik baik untuk dapat diterapkan oleh generasi penerus dimasa mendatang. (PSI, Red)

Bagikan Informasi Ini

Sosialisasi “Pojok Statistik”

Waikabubak, 25 April 2022

Bertempat di aula kampus program studi diploma 3 Keperawatan Waikabubak, kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumba barat dalam sambutannya pada acara sosialisasi pojok statistik mengatakan puji dan syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena pada hari ini kegiatan sosialisasi Pojok Statistik sebagai bentuk nyata dari kontribusi BPS kepada bangsa melalui dunia PendidikanKegiatan ini menjadi dasar pentingnya promosi yang lebih intensif kepada segmen pengguna dari akademisi khususnya mahasiswa agar tingkat kepuasan akan layanan BPS meningkat. Untuk menyasar konsumen dari kalangan akademisi tersebut, diperlukan suatu terobosan berupa penyediaan media promosi di lingkungan akademisi yang interaktif serta mengusung konsep kreativitas,pendampingan intensif, serta bersifat tematik sesuai dengan karakter milenial, yaitu Pojok Statistik. Pemilihan segmen mahasiswa ini didasarkan pada beberapa pertimbangan, antara lain :

  1. Mahasiswa merupakan segmentasi pengguna data terbesar yang melakukan transaksi konsultasi melalui portal Pelayanan Statistik Terpadu (PST)
  2. Mahasiswa merupakan calon penerus tongkat estafet kepemimpinan bangsa

Dengan meningkatkan literasi data statistik di kalangan akademisi,maka diharapkan kesadaran dalam pemanfaatan statistik dalam penyusunan kebijakan akan menjadi lbh kuat

Pojok statistik dibangun dengan prinsip kolaborasi dan kerjasama antara BPS dengan Perguruan Tinggi beruoa komitmen dari masing-masing pihak dengan kewajiban diantara sebagai berikut :

  1. Pihak kampus program studi diploma 3 keperawatan Waikabubak dan kampus STIMIKOM Stella Maris Waikabubak bertanggung jawab dalam penyediaan ruangan, SDM, Sera infrastruktur Teknologi dan Informasi dalam penyelenggaraan Pojok Statistik
  2. Pihak BPS bertanggung jawab dalam penyediaan properti dalam bentuk perlengkapan Pojok Statistik.

Adapun manfaat dari Pojok Statistik adalah :

  1. Peningkatan literasi statistik melalui optimalisasi layanan dan promosi statistik di Pojok Statistik
  2. Tercapainya sasaran strategis BPS 2020 – 2024 yaitu meningkatnya pemanfaatan data statistik berkualitas
  3. Dengan meningkatnya literasi data statistik, diharapkan pemanfaatan data statistik BPS akan ikut meningkat dan kesadaran statistik di lingkungan akademisi juga akan meningkat sehingga memperkuat Sistem Statistik Nasional (SSN)
  4. Memperluas fungsi pembinaan statistik melalui agen – agen statistik di Perguruan Tinggi.

Kadis DKIPS kabupaten Sumba barat dalam sambutan singkatnya mengatakan pembangunan itu pusatnya adalah manusia dan alam sekitar nya, dalam perkembangan dan tuntutan jaman dimana dulu kita mengenal pengolahan data secara manual, analog dan sampai pada masa digitalisasi yaitu pada era 2.0 sampai dengan saat sekarang era 4.0 menuju 5.0

Sebagai Pemerintah Daerah DKIPS mempunyai tugas dan fungsi komunikasi, Informasi, statistik dan persandian, yang mana dalam sisi penyajian dan pemanfaatannya kita dituntut harus memiliki satu data. Sumba Barat 1 data, NTT satu data, menuju Indonesia satu data untuk kepentingan pemerintahan dan pembangunan. Dengan demikian kegiatan ini sangat baik di era  teknologi informasi saat ini, dan diharapkan di manapun, kapanpun, data dapat diakses untuk berbagai kepentingan.Kegiatan sosialisasi ini turut dihadiri oleh kadis DKIPS kabupaten Sumba barat, kadis Infokom kabupaten Sumba tengah, ketua STIMIKOM Stella Maris Waikabubak Dosen Peneliti Diploma 3 keperawatan Waikabubak dan mahasiswa Diploma 3 keperawatan Waikabubak dan mahasiswa STIMIKOM berjumlah 100 orang. RH_RED.DKIPS

 

Bagikan Informasi Ini