News

Hari Anak Nasional Ditandai Dengan Peluncurah Buku Cerita Hasil Karya Anak-Anak Sumba

Waikabubak, 23 Juli 2021. Hari Anak Nasional (HAN) tidak saja sebagai momentum belaka tetapi bentuk penghargaan Pemerintah Indonesia kepada anak-anak untuk memberikan penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak anak sebagai generasi penerus bangsa. Selain itu, Pemerintah menyadari bahwa di pundak anak-anak terletak masa depan bangsa. Bagaimana upaya pemerintah agar penerus bangsa bisa mendapat tempat yang sejajar dengan orang dewasa lainnya? Salah satu yang dilakukan melalui program nyata di masyarakat terkhususnya bagi anak-anak. Tema besar HAN tahun 2021 “Anak Terlindungi, Indonesia Maju” memberikan informasi kepada kita semua bahwa dengan melindungi anak-anak dari segala bentuk kekerasan, secara tidak langsung kita sedang memajukan Bangsa Indonesia.

Perkumpulan Stimulant Institute (PSI) bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) dan Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (DKIPS) Sumba Barat, menyelenggarakan perayaan HAN tingkat kabupaten Sumba Barat. Kegiatan dilakukan secara virtual melalui media Zoom. Dalam perayaan HAN, hadir Bupati dan  Wakil Bupati Sumba Barat, Bunda PAUD, Kepala Kementerian Agama, Kepala BAPPEDA, Kepala Dinas PPPA, Kepala Dinas KIPS, Kepala Dinas Pendidikan, Pimpinan Save the Children kantor Sumba, Direktur PSI, perwakilan 100 anak-anak dari jenjang Pendidikan PAUD, SD dan SMP serta pelaku kependidikan.

Direktur PSI, Stepanus Makambombu dalam sambutannya menegaskan bahwa anak-anak tetap bisa belajar dan produktif di masa pandemi Covid-19. Hasilnya telah terlihat dengan adanya buku cerita hasil karya anak-anak Sumba. Pernyataan tersebut ditegaskan kembali oleh David Wala, pimpinan Save the Children kantor Sumba, bahwa program Sponsorship telah melaksanakan berbagai upaya untuk mencapai anak Sumba Sehat dan mendapatkan Pendidikan yang berkualitas. Upaya-upaya yang dilakukan harus dapat memenuhi empat pilar besar, yaitu tersedianya akses, dukungan partisipasi, kualitas layanan dan adanya kebijakan yang mendukung implementasi program. Salah upaya yang dilakukan untuk memenuhi hak anak-anak yakni melalui lomba literasi.

Kami menyadari bahwa semua upaya ini membutuhkan dukungan dari semua pihak terutama pemerintah daerah, untuk itu, ditempat ini kami mohon dukungan Bapak Bupati, Wakil Bupati dan Bunda PAUD serta pimpinan OPD terkait untuk mencapai visi dan misi bersama yaitu anak Sumba sehat, terlindungi dan mendapat Pendidikan yang berkualitas ungkap David.

Bupati Sumba Barat, Yohanes Dade, SH dalam sambutannya menyatakan bahwa tujuan HAN di Sumba Barat untuk mengajak pemerintah, masyarakat, keluarga untuk menghormati dan menjunjung tinggi hak anak-anak tanpa perlakuan diskriminasi. Kualitas anak dan generasi muda sangat menentukan tingkat kemajuan sebuah bangsa. Oleh karena itu, setiap anak perlu mendapat kesempatan seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal secara fisik, mental maupun social. Untuk mencapai hal ini, perlu dukungan dari semua pihak, yaitu; pemerintah, masyarakat, dan keluarga.

Upaya membangun karakter anak-anak merupakan kewajiban berkelanjutan yang hasilnya dapat terlihat dalam beberapa decade mendatang. Peran keluarga sangat penting untuk pembangunan karakter tegas Yohanes Dade, SH

Peringatan HAN merupakan momentum yang sangat strategis dalam upaya meningkatkan hak asasi dan kehormatan anak-anak. Tema HAN tahun ini, tersirat makna penting untuk perlindungan kepada anak-anak. Saya berharap sekolah mampu melindungi kekerasan fisik dan psikis terhadap anak-anak. Pastikan disetiap sekolah tidak ada anak-anak yang mengalami kekerasan fisik. Tolong ingat akan hal ini. Ditempat ini juga saya ucapkan terima kasih kepada Save the Children dan Stimulant yang telah membantu pemerintah daerah melalui kegiatan-kegiatan program pemenuhan hak anak-anak. Melalui moment HAN, saya selaku Bupati Sumba Barat, menyerahkan 13 judul buku cerita karya anak-anak Sumba untuk dibaca dan diteruskan kepada anak-anak lainnya. Jadikan ini sebagai semangat juang untuk membangun Sumba Barat. Pernyataan ini mengakhiri sambutan sekaligus membuka acara HAN secara resmi.

Selanjutnya, dialog antara Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat serta Bunda PAUD, diambil alih oleh Alfret Jems Lay Ratu selaku Spesialist Basic Education Save the Children dan Novita Rambu Lodang, Project Officer program PAUD Stimulant Institute. Jems memperkenalkan 12 penulis cerita anak-anak kepada peserta HAN yang terhubung dalam ruang virtual. Para penulis berasal dari 10 Sekolah Dasar yang tersebar di lima kecamatan. Sementara, dua penulis lainnya, merupakan staff Stimulan Institute, yaitu Adriana Loru dan Meliana Kristin Patola.

Dialog antara Bupati, Wakil Bupati dan Bunda PAUD Sumba Barat berjalan lancar. Sekalipun kegiatan dilakukan secara virtual, namun tidak mengurangi suasana keakraban dan humanis yang terjalin saat dialog. Bupati dan Wakil Bupati mampu memposisikan diri selayaknya anak-anak maupun orangtua bagi anak-anak. Suatu pemandangan yang mengharukan sehingga anak-anak begitu antusias dan tertawa lepas ketika beliau berdua berbagi pengalaman masa kecil.

Wakil Bupati Sumba Barat, Jhon Lado Bora Kabba, menyampaikan kepada anak-anak bahwa untuk mencapai posisi pengambil kebijakan, harus belajar, berusaha, dan berdoa. Kami berasal dari anak kampung dan orangtua kami petani, tetapi dari hasil lumpur kami bisa menjadi Bupati dan Wakil Bupati. Tidak ada yang mustahil, jika kita mau berusaha. Demikian pernyataan Jhon Lado mengakhir pesannya kepada anak-anak.

Martha Bili Lalo, SH selaku Bunda PAUD menyampaikan pesan kepada semua keluarga dan anak-anak, bahwa anak adalah anugerah terbesar yang diberikan oleh Tuhan kepada orangtua dan keluarga. Untuk membuat suatu bangsa menjadi kuat membutuhkan anak-anak yang cerdas. Saya mengajak semua orangtua dan keluarga mari lindungi dan berikan yang terbaik kepada anak-anak, karena di tanggan mereka terletak masa depan Sumba Barat. Keenam kepala Badan dan Dinas terkait, turut memberikan pesan kepada anak-anak Sumba, untuk memotivasi dan mendorong mereka agar terus belajar dan mengapai cita-cita.

Pada akhir kegiatan, Drs. Djemi Octovianus Dima, MM Kepala Dinas PPPA, menyampaikan bahwa momentum HAN ini sebagai upaya pemerintah untuk terus mendorong program yang berpihak kepada anak-anak. Pihaknya akan terus mengedukasi masyarakat dan keluarga melalui pendekatan referral system ditingkat komunitas. Dengan memberikan edukasi dan perlindungan sejak dini kepada anak-anak, kita telah menyiapkan asset bangsa yang berkarakter. (PSI, RED)

Bagikan Informasi Ini

Mendukung pelaksanaan pembelajaran di Tahun Ajaran 2021-2022, Dinas Pendidikan Kab. Sumba Barat dan tim waliku mengadakan online refreshment training aplikasi waliku

Waikabubak, 17/07/2021, Dinas Pendidikan bekerja sama dengan tim Waliku, Save The Children Kembali mengadakan pelatihan penyegaran tentang penggunaan aplikasi Waliku ke 34 operator sekolah dampingan Waliku. Dikarenakan naiknya kasus Covid di Kabupaten Sumba Barat, dan untuk menyelaraskan pencegahan penyebaran Covid, kegiatan ini diselenggarakan selama 3 hari berturut-turut dari hari Kamis, 17-19 Juli secara daring melalui aplikasi Zoom. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan operator sekolah tentang manfaat, kegunaan, implikasi, dan pengoperasian aplikasi Waliku V.3.3 di masa pandemi ini. Kegiatan diikuti oleh 34 operator sekolah dari kec. Kota Waikabubak, Wanokaka, dan Lamboya. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kab. Sumba Barat, Sairo Umba Awang, SE.

Dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan pelatihan ini di hari Kamis 17 Juli 2021, Kadis Pendidikan, Bpk Sairo Umbu Awang menegaskan bahwa melihat situasi dan kondisi pandemic covid-19 di Kab. Sumba Barat saat ini, pelaksanaan pembelajaran di tahun ajaran baru ini bisa terjadi secara daring dan juga secara luring. Untuk itu, setiap kegiatan wajib mengikuti protokol Kesehatan untuk menghindari  penyebaran covid-19.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa aplikasi Waliku merupakan aplikasi Kerjasama  dinas Pendidikan Sumba Barat dan tim Waliku untuk membantu guru dan sekolah memantau kehadiran anak dalam mengikuti pembelajaran. Apalagi di masa pandemi ini, banyak anak yang hilang dari sekolah sehingga para operator sekolah diharapkan untuk terus membantu kepala sekolah dan guru-guru untuk merekam absen kehadiran dan memantau pembelajaran melalui aplikasi Waliku sehingga anak-anak yang hilang/tanpa kabar selama belajar dari rumah bisa ditelusuri dan ditindaklanjuti untuk tetap mendapat hak Pendidikan.

Selanjutnya,  Koordinator Waliku untuk Indonesia, Alowisya Iki, M.A menyatakan untuk memperkuat layanan Waliku untuk Anak Sumba, selain aplikasi Waliku Admin dan Waliku Class, kami telah mengembangkan dua aplikasi Waliku yang terbaru, yakni Waliku Assess dan Waliku Clinic. Waliku Assess akan dipakai oleh guru UKS mendata anak-anak yang sakit, termasuk jika nanti ada anak yang mengalami gejala Covid. Data ini akan dikoneksikan ke Waliku Clinic yang akan digunakan oleh petugas Puskesmas untuk memberikan pertolongan medis kepada anak sesuai kebutuhan anak.

Kegiatan berlangsung dengan baik dimana para operator sekolah terlibat aktif dalam pelatihan Waliku versi terbaru. Pada hari ke-3 Sabtu, 17 Juli 2021, kegiatan pelatihan online ini ditutup oleh sekretaris dinas Pendidikan Sumba Barat, Yehuda Malorung, S.Pd. Beliau menegaskan bahwa aplikasi Waliku adalah aplikasi milik dinas Pendidikan Sumba Barat, dan sekolah-sekolah telah mengalokasikan dana untuk pembelian pulsa internet dari dana BOS; sehingga, tidak ada alasan bagi sekolah untuk tidak menggunakan aplikasi Waliku untuk kepentingan perekaman absen dan tindak lanjut siswa yang tidak hadir di sekolah

Sebelum menutup kegiatan pelatihan daring ini, Bapak Yehuda berpesan bahwa “Pendidikan kab Sumba Barat dan generasi Sumba Barat ada di tangan kita. Waliku ini adalah salah satu inovasi yang dilakukan untuk mempercepat kemajuan. Kita tidak bisa berlari kencang, kita hanya bisa melangkah setapak demi setapak, tujuan pasti tercapai namun waktunya saja berbeda’.

Bagikan Informasi Ini

Cegah Meluasnya Penularan Virus Covid-19, Bupati Sumba Barat Tegaskan Kembali Edaran Pemberlakuan PPKM Mikro

Waikabubak_ Bupati Yohanis Dade, SH menegaskan seluruh masyarakat Sumba Barat termasuk para lurah, kepala desa dan camat agar mentaati apa yang sudah diputuskan Bupati Sumba Barat dalam surat edaran Bupati Sumba Barat tanggal 13 Juli 2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro demi mencegah meluasnya penularan virus corona.

Hal itu disampaikan Bupati Yohanis Dade dalam arahannya pada acara rapat bersama camat, lurah dan kepala desa se-Kabupaten Sumba Barat tentang pemberlakuan PPKM di aula Kantor Bupati Sumba Barat, Rabu 21 Juli 2021.

Dalam kesempatan itu, ditegaskan pula tentang pelarangan masyarakat Sumba Barat menggelar pesta baik pesta adat perkawinan, pesta pernikahan maupun lainnya. Sedangkan acara terkait kematian, Bupati Yohanis Dade meminta pengaturan protokol kesehatan agar diperketat sehingga tidak terjadi kerumunan masa yang bisa menjadi kluster penyebaran covid-19 yang baru.

Untuk itu, ia meminta seluruh lurah, kepala desa dan camat tidak boleh memberikan ijin kepada masyarakat untuk menggelar pesta dan lainnya. Bila ada warga melanggar dan masih nekat menyelenggarakan acara atau kegiatan sosial budaya, syukuran, atau pesta maka tim satgas covid-19 Sumba Barat akan menindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, perkembangan penularan virus corona terus meningkat di wilayah ini. Hari ini, Rabu 21 Juli 2021 terdapat 175 warga Sumba Barat terkonfirmasi positip virus corona.

Sedangkan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 31 orang. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring meningkatnya penularan virus corona di wilayah ini. Karena itu ia meminta para kepala desa, lurah dan camat harus proaktif turun ke lapangan memantau situasi masyarakat termasuk harus aktif mengawasi jalannya isolasi terpusat yang terlaksana di desa itu.

“Pastikan masyarakat yang sedang menjalani isolasi terpusat mendapatkan pelayanan yang baik. Menurut Bupati Yohanes, jangan kepala desa hanya duduk manis saja di rumah. Jangan menjadi raja kecil di desa. Setiap hari, kantor desa harus dibuka seperti biasa untuk melayani kepentingan rakyat. Jangan staf sudah ada di kantor, kepala desa masih santai di rumah,” ujarnya

Bupati Yohanes menambahkan, akan dilakukan penyekatan perbatasan-perbatasan . Penegakan protokol kesehatan secara masif juga akan dilakukan untuk mengendalikan dan meminimalkan Penularan Transmisi Lokal Covid-19 di Kabupaten Sumba Barat

“Di lapangan harus tegas namun persuasif Jangan kasar, bupati tidak pernah memerintahkan berbuat kasar”, kata Bupati Yohanis.

Sejalan dengan hal itu, Kapolres Sumba Barat dalam kesempatan yang sama mengatakan akan menindaklanjuti rapat hari ini.

“khusus satgas 3 covid-19, TNI POLRI, DISHUB, Pol PP kita harus perketat penyekatan diperbatasan, namun harus juga melihat pemulihan ekonomi. Tidak boleh menunggu, nanti terlambat, tugas-tugas kita harus dioptimalkan.

“Kita standby kan anggota sampai paling bawah, jika ada petugas saya tidak merespon lapor saya. Kami TNI POLRI hadir membantu rekan-rekan, kita membantu pemerintah”, tegas KAPOLRES AKBP FX Irwan Arianto , S.I.K, M.H. (Dhi)

Demikian Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

 

Bagikan Informasi Ini

Bupati Sumba Barat Berikan Arahan ke Nakes Terkait Semakin Tingginya Lonjakan Kasus Positif Covid-19

Waikabubak_ Terkait lonjakan pasien Positif Covid-19, Bupati Sumba Barat berkunjung ke RSUD Waikabubak dan memberikan arahan ke dokter dan para petugas kesehatan lainnya, Senin (19/07/2021).

Lonjakan kasus Positif Covid-19 yang semakin tinggi di Kabupaten Sumba Barat tentunya mengkhawatirkan semua pihak. Berbagai upaya dan langkah antisipatif yang dilakukan dan diambil Pemda Sumba Barat agar tidak terjadi lagi lonjakan pasien positif covid-19. Jika pun terjadi peningkatan kasus maka akan disiapkan beberapa langkah mengatasi hal itu.

“Terkait lonjakan pasien covid, jumlah kemarin 156 orang yang positif saya kuatir tentang semakin naiknya jumlah pasien covid di Sumba Barat. Apalagi terkait berkumpulnya orang di tempat duka, juga kegiatan-kegiatan pesta ini yg memberi kontribusi naiknya jumlah pasien covid. Saya lihat banyak yang tidak pake masker”, ujar Bupati Yohanis Dade.

Kita belajar dari kejadian Bupati Lembata. Kita akan koordinasi dengan aparat keamanan kita harus tegas sudah.

Saya akan tegaskan ke kecamatan dan desa terkait protokol kesehatan jika ada yang melanggar akan saya copot pejabatnya”, kata Bupati Sumba Barat.

Bupati Sumba Barat mengungkapkan bahwa akan mengkaji betul soal penempatan tenaga dokter dan mengatur pembagian tugas dokter merata ke setiap Puskesmas yang ada, sehingga pelayanan kesehatan dapat optimal dilakukan.

“Nanti kita lihat pemondokannya biar pelayanan bisa maksimal. Jangan sampe keteledoran kita ada pasien yang tidak tertangani, karena dokter tidak berada di tempat. Saya Minta dimana ditempatkan harus menerima itulah bentuk pelayanan. Kita bersyukur di Sumba Barat jaraknya tidak ada yg terlalu jauh”, ungkap Bupati Yohanis.

Bupati juga kembali menegaskan bahwa petugas kesehatan biar harus bisa memberikan contoh, masyarakat harus dilayani dengan ramah sesuai protap.

“Jangan berpikir karena dekat dengan bupati atau sudah PNS terus seenaknya. Saya tidak minta banyak dari bapak Ibu sekalian, saya minta kita melayani dengan hati jangan lihat orang lain karena pakaiannya. Layanilah masyarakat dengan rendah hati”, tegas Bupati Yohanis.

Bupati Sumba Barat juga meminta semua NAKES menjaga kesehatan masing-masing. Jika kinerja nakes ini menurun maka akan berpengaruh terhadap masyarakat.

Saya minta tugas dan panggilan para dokter itu sangat mulia, saya sepakat jgn ada yg melecehkan profesi dokter.

Dalam kesempatan itu, Bupati Yohanis terkait pasien isolasi mandiri penempatannya harus terpusat agar mudah dikontrol dan dokter dapat memberi pelayanan maksimal sehingga dapat memberi penguatan serta mereka tidak merasa ditinggalkan.

“Kalo ada pasien yang bandel, ngeyel, saya minta maaf saya minta dokter sabar, saya tau bahwa Nakes sudah bekerja melebihi waktunya. Bekerja saja pasti nanti diperhitungkan.

Saya minta kita bekerja tidak menunggu anggaran karena banyak anggaran yang di refocussing, sebagian anggaran ini habis untuk penanganan covid”, harap Bupati.

(Dhi)

Demikian Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

 

Bagikan Informasi Ini