Pelaksanaan Pengampuan Rumah Sakit (HOSPITAL MENTORING) Kunjungan Ke 1 Di RSUD Waikabubak

Https://sumbabaratkab.go.id Waikabubak, Kementerian Kesehatan RI, Pemerintah Daerah, USAID MOMENTUM melaksanakan Pengampuan Rumah Sakit (HOSPITAL MENTORING) Kunjungan ke – 1 di RSUD Waikabubak, pada Kamis 15 Desember 2022 dan bertempat di Aula RSUD Waikabubak.

Provinsi NTT hingga saat ini berupaya optimal dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI). Berbagai faktor yang terkait dengan risiko terjadinya komplikasi yang berhubungan dengan kehamilan dan cara pencegahannya telah diketahui, dan telah dilaksanakan berbagai upaya intervensinya. Salah satu upaya yang diperkuat adalah meningkatkan kemampuan klinis dan manajemen kepada tenaga kesehatan khususnya nakes di fasilitas layanan primer (puskesmas) sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat. Untuk itu diperlukan pendampingan, melalui kegiatan penyeliaan (supervisi) fasilitatif secara berkesinambungan dan tepat sasaran.

Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan panduan dan regulasi untuk kegiatan supervisi fasilitatif ini. Dinas Kesehatan Provinsi NTT dan kabupaten juga telah melaksanakannya. Namun pelaksanaannya belum optimal. Untuk itu Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Universitas Sumatera Utara (USU) telah melakukan piloting kegiatan ini di Ende – Flores pada tahun 2021 agar pelaksanaannya lebih optimal. Di NTT, pelaksanaan pendekatan baru supervisi fasilitatif dilakukan oleh tim Supervisi Fasilitatif NTT yang dibentuk setelah mendapatkan pembelajaran pelaksanaan supervisi fasilitatif dengan pendekatan baru oleh tim FK USU di Ende. Berdasarkan pembelajaran tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi NTT berkolaborasi dengan Universitas Nusa Cendana (UNDANA), RSUD Prof Dr. W.Z. Johannes Kupang, RSUD UNDANA membuat rancangan pendampingan untuk 9 kabupaten di NTT dengan dukungan dari USAID MOMENTUM.

Pada Mei dan Juli lalu telah dilaksanakan kegiatan Supervise Fasilitatif di Sumba Barat Daya dan Sumba Timur dan kegiatan ini dinilai memberikan dampak positif bagi perubahan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Dengan pengalaman dan praktek baik ini maka dilakukan pengembangan implementasi di Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Tengah. Supervisi Fasilitatif batch 2 pendampingan pertama (P1) untuk Kabupaten Sumba Barat telah dilaksanakan pada bulan November dimana 4 Puskesmas telah disupervisi oleh tim Supfas Kabupaten Sumba Barat Daya dan Sumba Barat. Saat ini 4 puskesmas tengah melakukan perbaikan terhadap 4 aspek berdasarkan rekomendasi dan rencana tindak lanjut pada Supfas Pendampingan pertama (P1). Untuk mengevaluasi progres perbaikan yang sudah disepakati dalam RTL lalu dan melanjutkan bimbingan teknis maka akan dilaksanakan Supfas Pendampingan kedua (P2) pada saat sekarang ini. Kegiatan ini bertujuan Meningkatkan kualitas pelaksanaan supervisi fasilitatif di puskesmas terpilih; Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi di puskesmas sasaran supfas melalui perbaikan proses dan input; Meningkatkan kemampuan tim kabupaten dalam melaksanakan Supervisi fasilitatif; Melakukan evaluasi terhadap respon puskesmas dalam melakukan perubahan dan perbaikan kualitas pelayanan KIA.

Dengan dilaksanakan kegiatan ini diharapkan akan adanya peningkatan atau progress perubahan dan perbaikan dari Puskesmas pasca Supfas P1; Adanya dokumen verifikasi kajian mandiri oleh tim fasilitator Provinsi dan Kabupaten di puskesmas sasaran; Adanya peningkatan ketrampilan petugas puskesmas sasaran (dokter, bidan dan perawat) terkait layanan maternal dan neonatal; dan Adanya paparan hasil capaian dari tim supfas kabupaten

 

Tim Redaksi DKIPS.

Bagikan Informasi Ini

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *