Pelantikan Perangkat Desa Baliloku di Kecamatan Wanukaka Kabupaten Sumba Barat

Baliloku – Sabtu, 29 Januari 2020, bertempat di Kantor Desa Baliloku Kecamatan Wanukaka, telah dilakukan Pelantikan Perangkat Desa oleh Kepala Desa Baliloku, Umbu Duang Maupadji, S.Sos, yang dihadiri oleh Camat Wanukaka, Lukas Lodu Pewu, SH, sekaligus memberikan arahan bagi aparat desa yang baru dilantik.

Perangkat Desa yang dilantik adalah Sekretaris Desa, Kepala Seksi, Kepala Urusan dan Kepala Dusun. Pelantikan Perangkat Desa Baliloku merupakan Pelantikan yang terakhir dari semua Desa yang ada di Kecamatan Wanukaka. Pelantikan ini juga menjalankan amanat Perda tentang Perangkat Desa yang harus minimal berijazah SMA.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Wanukaka mengatakan bahwa para perangkat desa yang dilantik harus betul-betul memperhatikan dan mengemban tanggung jawab, karena di Desa Baliloku ada 37 anak bermasalah dengan stunting. Camat juga mengatakan bahwa predikat Sumba Barat sebagai Kota Terkotor bukan hanya tanggung jawab Pemerintah Kabupaten saja, tapi juga merupakan tanggung jawab kita bersama baik kecamatan maupun desa.

Dengan adanya Perangkat Desa yang baru, diharapkan Desa Baliloku dapat melakukan pendataan dan menyediakan data yang valid untuk perencananaan yang sesuai dengan kebutuhan wilayahnya, karena dalam Undang-undang No 6 Tahun 2014 telah memberikan kewenangan kepada desa untuk dapat merencanakan program dan melaksanakanya secara mandiri. Dengan dana desa kita dapat mengatasi masalah-masalah yang ada di desa yaitu bagaimana masyarakat bisa mengakses air bersih, desa bisa menghadirkan terang dan perumahan yang layak huni.

Pada kesempatan tersebut Camat Wanukaka juga menyampaikan bahwa masalah stunting, sebenarnya disebabkan oleh 3 faktor penyebab utama yaitu sanitasi yang kurang, pola asuh yang kurang dari orang tua serta asupan gizi yang kurang.

Oleh karena itu, Camat berpesan kepada Kepala Desa Baliloku untuk membantu menyiapkan sanitasi yang baik bagi seluruh masyarakat Desa Baliloku, terutama bagi 37 keluarga yang anaknya terdata sebagai anak stunting, karena dengan sanitasi yang baik masalah yang ada ini dapat diselesaikan. Camat juga meminta kepada ibu-ibu TP PKK dan Kader Posyandu, agar di dalam kegiatan posyandu selalu memberikan pencerahan kepada ibu-ibu hamil yang datang ke posyandu, agar mereka memahami untuk selalu mengkonsumsi makanan bergizi. Makanan bergizi bukanlah tentang makanan yang mahal dan kekurangan asupan gizi bukan juga karena tidak ada makan, tapi karena ketidaktauan ibu-ibu tentang kebutuhan makanan. Manfaatkanlah tanaman disekitar sebagai makanan bergizi seperti kelor yang banyak tumbuh disekitar dan memiliki nilai gizi tinggi serta cocok bagi asupan gizi ibu hamil, ibu menyusui dan pertumbuhan anak-anak.

Terkait dengan Pola asuh anak, Camat Wanukaka menghimbau kepada masyarakat untuk mengatur jarak kelahiran agar tidak terjadi kelahiran yang beruntun, sehingga ada waktu untuk orang tua memelihara dengan baik anak-anaknya dan tidak terbeban dengan kelahiran berikutnya. Dengan ini semua maka angka stunting di wilayah Kecamatan Wanukaka khususnya di Desa Baliloku bisa ditekan sesedikit mungkin.

Diakhir arahannya, Camat memberikan penegasan kembali bahwa kita harus berperang melawan kemiskinan, stunting dan masalah sampah plastik, yang kemarin juga sudah dikatakan oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dalam Rapat Kerjanya di Desa Malata.

Dalam kesempatan itu hadir unsur Kapolsek, Danramil yang dalam hal ini diwakili oleh Babinsa, Ibu Ketua TP PKK Kecamatan Wanukaka, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Kader Posyandu dan Para Kepala Sekolah se- Kecamatan Wanukaka. RED.DKIPS


 

Bagikan Informasi Ini

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *