Rencana Aksi Konvergensi Stunting Tingkat Kabupaten Sumba Barat

Waikabubak | Dalam rangka penurunan angka stunting di Kabupaten Sumba Barat maka sejak dua tahun terakhir telah dibentuk Pokja stunting yang holistic integratif yang dikoordinir Oleh Bappeda Kabupaten Sumba Barat dan beranggotakan berbagai stakeholder terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Perumahan, Dinas PUPR, Dinas PMD, DP3A, DP2KB, RSUD, Puskesmas, NGO dll. Untuk menyamakan persepsi terkait tugas dan tanggung jawab Pokja Stunting ini maka pada tanggal 17 Maret 2021 dilaksanakan Rapat Koordinasi Rencana Konvergensi Stunting Tingkat Kabupaten Sumba Barat bertempat di aula Hotel Pelita Waikabubak dengan mendatangkan narasumber dari Tim Pokja Stunting Provinsi NTT.

Titus Diaz Liurai, S.Sos,MM Kepala Bappeda Kabupaten Sumba Barat dalam sapaan pengantar menegaskan bahwa masalah stunting merupakan salah satu issue strategis pemerintah Kabupaten Sumba Barat. Dari 17 tujuan Sistainable DevelopmentĀ  Goals (SDG) paling tidak ada 7 tujuan yang berkaitan dengan stunting sehingga konsep penanganannya harus holistic-integrative melibatkan semua pihak. Titus menambahkan bahwa data yang dirilis pokja Stunting Sumba Barat bahwa pada Tahun 2018 data stunting di Sumba Barat sebesar 47% turun pada tahun 2019 menjadi 27,4% namun naik lagi pada tahun 2020 sebesar 32,4%. Jika merujuk pada target RPJMD kita melampaui target yang dipatok yakni sebesar 40% di akhir periode RPJMD. Tetapi jika kita merujuk pada target nasional yaitu harus menurunkan angka stunting hingga 14% di tahun 2023 maka ini menjadi pekerjaan rumah yang cukup berat bagi Pokja ini apalagi saat ini kita sedang menghadapi pandemic covid 19. Namun demikian Titus berharap agar momentum hari ini benar-benar dimanfaatkan untuk bertukar informasi, berdiskusi, sama-sama mencari akar masalah stunting yang terjadi serta alternatif solusi yang ditawarkan sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

Plh. Bupati Sumba Barat Drs. Daniel Pabala dalam sambutan pembukaan kegiatan menjelaskan bahwa stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak usia di bawah lima tahun akibat kekurangan gizi kronis. Dengan demikian langkah-langkah strategis yang akan menjadi focus emerintah dalam penanganan stunting adalah penguatan pola asuh oleh orang tua, peningkatan layanan terkait kesehatan dan gizi, pendidikan serta perlindungan anak, serta peningkatan dukungan pemerintah terhadap system layanan. Melalui langkah-langkah strategis ini diharapkan akan menghadirkan generasi penerus bangsa yang sehat dan berkualitas. Daniel mengharapkan agar semua yang hadirĀ  memanfaatkan momentum ini dengan sebaik-baiknya sehingga kegiatan ini benar-benar membawa dampak yang signifikan dalam upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Sumba Barat.

Drg. Bonar B. Sinaga, M.Kes Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat dalam diskusi di sela-sela kegiatan menegaskan bahwa secara teknis kesehatan yang paling mungkin dilakukan untuk mencegah stunting adalah memastikan bahwa 1000 hari pertama kehidupan benar-benar tertangani dengan baik. Oleh karena itu koordinasi, komunikasi dan kolaborasi semua pihak pada garda terdepan seperti puskesmas, kader posyandu, pemerintah desa mutlak dilakukan untuk memastikan bahwa 1000 hari pertama kehidupan ditangani dengan baik terutama menyangkut langkah-langkah yang ditegaskan oleh Bapak Plh. Bupati tadi.

Kegiatan berlangsung selama 1 hari yang dimoderatori oleh Raimon L.K. Dena, S.STP Kabid PMM Bappeda Sumba Barat. Diakhir kegiatan Raimon membuat beberapa kesimpulan yaitu semua perangkat daerah diminta untuk melengkapi data dasar analisis situasi stunting yang akan menentukan tingkat prevelensi stunting pada setiap desa. Perlu juga dilakukan pembentukan Tim Konvergensi stunting di tingkat desa terutama di desa-desa lokus stunting. Raimon menambahkan seluruh perangkat daerah yang terlibat dalam Pokja ini benar-benar dapat merancang dan melaksanakan kegiatan yang langsung menyasar pada kelompok sasaran stunting.

Bagikan Informasi Ini

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *