Sosialisasi Kebijakan Pengembangan UMKM, Bupati Dapawole Himbau Penenun Agar Pertahanan Kualitas Kain

WAIKABUBAK_ Sosialisasi Kebijakan Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang diselenggarakan oleh Biro Ekonomi dan Kerjasama pada Sekretariat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur bertempat di Aula Kantor GKS Waikabubak. Senin, (09/03)

Mengawali sambutannya, Gubernur NTT yang dibacakan Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole memberikan apresiasi atas inisiasi Biro Ekonomi dan Kerjasama Setda Provinsi NTT yang bersinergi dengan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi NTT.

Gubernur juga memberikan apresiasi atas kinerja Pemda Sumba Barat melalui Bagian Ekonomi pada Setda Kabupaten Sumba Barat sehingga Kabupaten Sumba Barat berhasil memperoleh Predikat Progres Tertinggi Up Load Calon Debitur Potensial KUR kedalam Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) di NTT.

Peningkatan yang dicapai Kabupaten Sumba Barat dari jumlah calon debitur Tahun 2018 sebanyak 768 Tahun 2019 menjadi 1129, mengalami peningkatan 766 atau 311,01%.

Gubernur mengharapkan kegiatan sosialisasi hari ini dapat memberikan dampak terhadap peningkatan daya saing UMKM di Kabupaten Sumba Barat khususnya dan Nusa Tenggara Timur umumnya.

Sementara Bupati Dapawole pada kesempatan itu mengatakan tidak bisa dipungkiri, sejak Pulau Sumba ditetapkan sebagai pulau terindah di Dunia, perekonomian di bidang pariwisata di Kabupaten Sumba Barat semakin meningkat.

Oleh karena itu, Dapawole menghimbau kepada para Pemilik/Pengelola UMKM di Kabupaten Sumba Barat harus mampu mengelola dan mengembangkan usahanya dengan berbagai program yang telah difasilitasi oleh Pemerintah.

“Harus mampu bersaing dan berikan yang terbaik, utamakan kualitas/mutu dari barang yang dijual. Khusus kepada para penenun, agar dapat mempertahankan kualitas kain yang ditenun dan kepada pemilik UMKM yang mengelola pangan lokal diusahakan agar produk makanannya sudah dapat menggunakan label sehingga dapat diperdagangkan sampai keluar Sumba Barat”, tandas Dapawole.

Dapawole mengucap terima kasih kepada Pemerintah Propinsi yang telah menyelenggarakan kegiatan sosialisasi hari ini di Kabupaten Sumba Barat.

Kepala Biro Ekonomi dan Kerjasama Setda Provinsi NTT, Dr. Drs. Lery Rupidara, M. Si mengatakan bahwa target yang harus dicapai dalam mewujudkan NTT Bangkit mewujudkan masyarakat sejahtera adalah pertumbuhan ekonomi dari 5,19% menjadi 10,09% dan penurunan penduduk miskin dari 21,30% menjadi 12% pada tahun 2023.

“Institusi UMKM masih merupakan institusi utama dalam perhatian utama ditingkat dunia. Kita sering mendengar literasi keuangan, usaha apapun yanh dilakukan selalu tak lepas dari namanya keuangan. LiterasiLiterasi keuangan di Indonesia khususnya di NTT masih kurang oleh karenanya dilakukan kegiatan hari ini”, ujar Lery.

Lery juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sumba Barat atas kolaborasi ini.

Hadir pada kesempatan itu Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Pimpinan Perangkat Daerah yang tergabung dalam Dinas Kemakmuran, Kepala Bagian Ekonomi, Kepala Bagian Humas dan Protokol, Pimpinan BUMN/BUMD, Kepala Pegadaian Waikabubak, Pimpinan Permodalan Nasional Madani, para Pengurus Koperasi dan para Pelaku UMKM di Kabupaten Sumba Barat.
(moi)

Siaran Pers Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Bagikan Informasi Ini

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *