Stimulant Sumba bersama Pemerintah Daerah Sumba Barat menggelar kegiatan “SEHARI MENJADI PEMIMPIN”

Waikabubak, 25 Juli 2022. Sponsorship memiliki program Gender dan Perlindungan Anak yang dilaksanakan oleh Stimulant Institute mitra Save the Children akan melaksanakan kegiatan “Festival Anti Kekerasan Terhadap Anak” atau FAKTA. Tema kegiatan FAKTA “#BarentiKasihSusahAnak”. Kegiatan FAKTA bertujuan untuk (1) memberikan ruang dan kesempatan kepada anak-anak untuk membuat kampanye sendiri tentang hentikan kekerasan melalui festival anak dengan kegiatan yang menyenangkan dan akrab seperti pameran menggambar, lagu daerah dan/atau pertunjukan tari tradisional atau modern, sosialisasi suara anak-anak melalui kampanye media sosial, (2) mendorong lembaga pemerintah dari tingkat desa hingga kabupaten mendukung partisipasi anak dan pemuda dalam Musrenbang, dan (3) mendorong pembentukan organisasi perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat atau PATBM (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat). Untuk dapat mencapai tujuan ini, dilaksanakan melalui dua (dua) tahapan kegiatan, yaitu; 1) FAKTA tingkat desa, dan 2) FAKTA tingkat kabupaten. Kegiatan di tingkat kabupaten, dibagi dalam dua bagian, yaitu; peringatan Hari Anak Nasional (HAN) “Sehari Menjadi Pemimpin”, dan kampanye hentikan kekerasan di kabupaten.

Perayaan Hari Anak Nasional (HAN) tidak saja sebagai momentum belaka tetapi bentuk penghargaan Pemerintah Indonesia kepada anak-anak untuk memberikan penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak anak sebagai generasi penerus bangsa. Selain itu, Pemerintah menyadari bahwa di pundak anak-anak terletak masa depan bangsa. Bagaimana upaya pemerintah agar penerus bangsa bisa mendapat tempat yang sejajar dengan orang dewasa lainnya? Salah satu yang dilakukan melalui program nyata di masyarakat terkhususnya bagi anak-anak. Tema besar HAN tahun 2022 “Anak Terlindungi, Indonesia Maju” memberikan informasi kepada kita semua bahwa dengan melindungi anak-anak dari segala bentuk kekerasan, secara tidak langsung kita sedang memajukan Bangsa Indonesia.

Peringatan HAN kabupaten Sumba Barat ditandai dengan memotivasi anak menjadi pemimpin. Pemimpin yang dimaksud difokuskan pada pemangku kepentingan, yang dapat menyuarakan hak-hak anak melalui layanan dasar; perlindungan, pendidikan, kesehatan dan pengasuhan. Menjadi Pemimpin memberi makna bahwa sebagai pemimpin perlu memiliki karakter bebas dari kekerasan terhadap anak. Anak memerlukan role model yang bisa menjadi contoh/teladan pemimpin yang melindungi hak-hak anak dan memperjuangkan anak-anak dari kekerasan. Pemenuhan hak-hak anak, merupakan bentuk dari kepedulian pemangku kepentingan untuk memastikan tidak ada kekerasan yang dialami oleh anak sejak dalam kandungan. Sebagai contoh, figure Kepala Dinas Kesehatan. Menjadi kepala Dinas Kesehatan, dapat mendorong lahirnya kebijakan yang berimplikasi terhadap alokasi anggaran. Dengan adanya anggaran, dapat membantu implementasi program secara sistem, anggaran dan sumber daya manusia.  Contohnya lainnya, menjadi kepala Dinas Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A). Jabatan ini, dapat menjembatani Badan/Dinas terkait untuk mendorong terbitnya regulasi perlindungan anak.

Stepanus Makambombu Direktur Stimulant Institute, dalam pengantarnya menyampaikan bahwa pentingnya konsistensi dalam pemenuhan hak-hak anak kita. Sebagai contoh, pentingnya memberikan ruang kepada anak-anak untuk berkembang dan membangun kepercayaan diri anak-anak. Momentum HAN dimaknai oleh Stimulant Institute dengan melakasanakan kegiatan “Sehari Menjadi Pemimpin”. Melalui kegiatan ini, kita sedang menyiapkan pemimpin-pemimpin masa depan bagi Negeri ini.

Menutup pengantar, Stepanus mengutip pernyataan Sekjen PBB Kofi Anan “untuk melihat format masa depan, tidak perlu super computer untuk memproyeksi masa depan kita, karena apa yang terjadi pada millennium yang akan datang dapat dengan mudah direfleksikan dari seberapa jauh perhatian kita pada anak-anak kita saat ini.” Kepada para orangtua dan kita semua, mari kita dukung perkembangan anak-anak melalui program pemenuhan hak anak, untuk memberikan kebermanfaatan bagi anak-anak kita.

Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan Hari Anak Nasional tingkat kabupaten Sumba Barat, mengucapkan terima kasih kepada Stimulant Institute dan Save the Children, yang telah memberikan sumbangsi pikiran dalam melaksanakan program-program pemenuhan hak anak di Sumba Barat. Berbicara tentang kepemimpinan, penting untuk dimulai sejak usia dini. Untuk menjadi seorang pemimpin tidaklah gampang, dibutuhkan mental dan pemikiran positif, kejujuran dan jiwa pelayanan. Untuk mewujudkan, butuh peran kita sebagai orangtua dan dukungan kita semua, himbau Bupati saat menutup sambutannya.

Coordinator Gender dan Perlindungan Anak Stimulant Institute Ery Rambu Hada Rewa, dalam pengantarnya memberikan informasi bahwa rangkaian kegiatan HAN, terselenggara atas kerja sama Stimulant dan Dinas P5A Sumba Barat. Kami melaksanakan proses seleksi anak sejak akhir bulan Mei 2022. Proses seleksi dilakukan dilakukan bersama Dinas P5A dan Forum Anak Daerah (FAD) Sumba Barat. Seleksi anak, dilakukan melalui dua (2) tahapan, yaitu; seleksi pengembangan easi dan seleksi presentasi serta wawancara. Delapan (8) anak terpilih dari 65 anak yang mendaftar menjadi pemimpin sehari. Terdapat banyak jabatan ada dalam lingkungan pemerintahan, namun anak-anak Sumba lebih memilih delapan posisi yaitu; (1) Kepala Dinas Kesehatan, (2) Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga, (3) Kepala Dinas P5A, (4) Bupati Sumba Barat, (5) Kepala Bappelitbangda, (6) Kapolres Sumba Barat, (7) Psikolog, dan (8) Kepala Dinas PMD. Urutan jabatan menunjukan kepeminatan anak-anak.

Kegiatan perayaan HAN, dilakukan secara online dan offline. Kedua metode ini kami pilih, untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak dan orang dewasa yang tidak berkesempatan hadir dalam kegiatan offline. Kedelapan anak yang terpilih dalam kegiatan Sehari Menjadi Pemimpin, adalah; Claudia Yolanda Gesi (Kepala Dinas P5A); Jansen Orlando Wiliam Radjah (Kepala Bappelitbangda); Charisma Claudya Permata Hinda (Psikolog); Bunda Ratu Amanda (Dinas PKO); Arfiando A. Baga (Kepala Dinas Kesehatan); Airin Sukmawati Higa (kepala Dinas PMD); Farrel Jeconia Pulupina (Bupati Sumba Barat); dan Azarya Malika Paubun (Kapolres Sumba barat). Terima kasih kepada orangtua hebat yang telah memberikan kesempatan kepada anak-anaknya untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini, ujar Ery menutup pembicaraan.

Dialog interktif yang dilakukan antar anak-anak dan pimpinan perangkat daerah, mampu membangun kepercayaan diri anak untuk menyampaikan pendapat terkait layanan dasar di Sumba Barat.

Menutup kegiatan HAN “Sehari Menjadi Pemimpin”, Sekretaris Dinas Kesehatan Fredirika Arie Supusepa “Kegiatan “Sehari Menjadi Pemimpin” telah membuka mainset kami pengelola program. Kami berharap, Stimulant Institute lakukan kegiatan ini tahun depan, untuk menjadi contoh dan diadopsi oleh kami untuk menjadi kegiatan rutin tahunan pemerintah daerah. Bagi kita pemerintah daerah, mohon melaksanakan kegiatan Musrembang anak di Sumba Barat, dan selanjutnya diintergrasikan dengan program kerja Badan/ Dinas terkait”. (PSI, RED)

Bagikan Informasi Ini

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *