Sumba Barat Punya 15 Pahlawan Daerah – Apel Kehormatan Dan Renungan Suci HUT Kemerdekaan RI Ke 76

Waikabubak, 17 Agustus 2021

Dandim 1613 Sumba Barat Letkol Czi Irawan Agung Wibowo, ST.M. Tr (Han), dihadiri FORKOPIMDA, Sekretaris Daerah, Para Asisten dan Pimpinan OPD bersama satu peleton staf bersenjata dari Polres dan Kodim 1613 Sumba Barat, tepat pukul 00.00 WITA Selasa 16 Agustus 2021, memimpin Apel Kehormatan dan Renungan Suci HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 76 di Makam Pahlawan, Kelurahan Pada Eweta, Kota Waikabubak, Sumba Barat.

Seperti pada acara serupa yang diadakan setiap tahun, Inspektur Upacara menyampaikan penghormatan dan penghargaan kepada para pahlawan yang termasuk di dalamnya pahlawan daerah. Terdapat 15 pahlawan dari Sumba Barat. Mereka adalah: Kaptu Purn. MR. Manga, Serma S.H. Napitupulu, Serma Mopha, Setu Purn. Pati Mete, Pratu Mail Vensensius Plarin, Kaledimu, Iksander, Serma Purn. Mohamad Kasim, Serka Kadiwano, Serda Joao Sarmento, Setu Purn. M. Patti Robu, Serma Yahya Yesaya Lesitina, Rabokol, Umbu Ana Ngambi dan AKP I. Nyoman Tenda.

Para pahlawan Sumba Barat tidak hanya berasal dari etnis Sumba saja tetapi juga dari daerah lain. Karena itu etnisitas tidak menjadi dasar kepahlawanan seseorang di daerah di mana ia dinobatkan sebagai pahlawan. Lantas apa yang menyebabkan mereka diberi gelar pahlawan?

Menurut salah satu definisi, pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran atau seseorang pejuang yang gagah berani. Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009, gelar pahlawan nasional diberikan kepada individu atas perbuatan nyata yang dapat dikenang dan diteladani sepanjang masa bagi warga masyarakat lainnya atau atas jasa yang sangat luar biasa bagi kepentingan bangsa dan negara. Kementerian Sosial memberi tujuh kriteria untuk seorang dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional. Salah satunya adalah: Warna Negara Indonesia yang telah meninggal dan semasa hidupnya telah:

  1. Memimpin dan melakukan perjuangan bersenjata, perjuangan politik atau bidang lain dalam mencapai dan mengisi kemerdekaan serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa;
  2. Melahirkan gagasan atau pemikiran besar yang dapat menunjang pembangunan bangsa dan negara;
  3. Menghasilkan karya besar yang mendatangkan manfaat besar bagi kesejahteraan masyarakat luas atau meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia.

Tidak semua pahlawan daerah dapat dinobatkan sebagai pahlawan nasional karena ada begitu banyak kriteria dan terdapat seleksi yang sangat ketat untuk hal tersebut. Oleh karena itu untuk tetap mengenang dan memberi penghargaan terhadap jasa para pahlawan di tingkat daerah, Gubernur diberi kewenangan untuk memberikan gelar kepahlawanan di wilayahnya.

Para pejuang yang telah diberikan gelar pahlawan daerah akan terus dikenang dan dihormati karena jasa-jasanya untuk daerah, khususnya Kabupaten Sumba Barat. Penghargaan ini bisa lebih ditingkatkan lagi misalnya dengan menerbitkan sebuah buku yang berisi perjuangan mereka bagi daerah dan buku ini dapat dijadikan materi kurikulum muatan lokal. Proklamator Kemerdekaan, Ir. Soekarno, menyatakan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya. Demikian juga halnya di Kabupaten Sumba Barat. Kebesaran daerah kita akan melestarikan kenangan dan cita-cita perjuangan para pahlawan Sumba Barat bagi generasi kini dan akan datang.

TIM DKIPS Sumba Barat: EP dan OK

Bagikan Informasi Ini

1 Comment

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *