Wakil Bupati Sumba Barat, John Lado Bora Kabba, S. Pd Puji Kabukarudi Sebagai Salah Satu Dari Dua Desa Layak Anak Di Kabupaten Sumba Barat

Waikabubak, DKIPS SB

“Atas nama  Pemerintah Kabupaten Sumba Barat, Kami sampaikan apresiasi kepada Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sumba Barat sebagai penyelenggara kegiatan ini. Semoga kegiatan ini menjadi motivasi dan pendorong terwujudnya Desa Layak Anak yang mempromosikan, melindungi, memenuhi dan menghormati hak – hak anak, karena anak sebagai generasi penerus bangsa, sudah selayaknya Negara memberikan jaminan terhadap perlindungan anak,” demikian disampaikan Wakil Bupati John Lado Bora Kabba, S.Pd membuka sekaligus meresmikan acara Pembentukan Desa Layak Anak di Desa Kabukarudi, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, Selasa, 11/10/2022.

Wakil Bupati juga mengapresiasi baik Kepala Desa dan Gugus Tugas yang dibentuk serta Stimulant Institute yang telah berperan banyak dalam upaya pemberdayaan dan perlindungan anak. Kepala Desa Kaburudi juga ikut memberi sambutan menyatakan bahwa di desanya tidak ada tindakan kekerasan terhadap anak dan jumlah angka Stunting hanya 26 orang. Hal senada disampaikan Wakil Bupati tentang turunnya angka Stunting di Sumba Barat.

Sesuai laporan yang sampaikan Kepala Bidang Perlindungan Anak, DP5A Kabupaten Sumba Barat, Chatarina Ella Kariam, S.Kom, Desa Kabakarudi dipilih sebagai Desa Layak Anak berdasarkan delapan pertimbangan, yakni:

  • Tidak ada kasus perkawinan anak;
  • Semua anak memiliki Akta Kelahiran;
  • Merupakan Desa Intervensi PKK tingkat Propinsi;
  • Tidak ada kasus kekerasan terhadap anak;
  • Terdapat PAUD HI terintegrasi;
  • Desa Kabukarudi adalah pilot project untuk semua kegiatan dalam bidang kesehatan, seperti Posyandu Remaja, dll;
  • Terdapat Forum Anak Desa yang aktif dalam proses pembangunan di Desa dan Tim Gugus Tugas Desa Layak Anak; dan
  • Adanya komitmen kuat dari aparat desa dan para tokoh masyarakat untuk menjadikan Desa Kabukarudi sebagai Desa Layak Anak.

Wakil Bupati John Lado Bora Kabba, S. Pd berharap Desa Layak Anak dapat terus diwujudkan di Kabupaten Sumba Barat serta menghimbau keterlibatan aparat desa dan semua pihak untuk menjamin pemenuhan hak-hak anak mulai dari institusi sosial terkecil yakni keluarga, masyarakat, pemerintah desa/kelurahan sampai pemerintah kabupaten, propinsi dan pemerintah pusat.

Untuk diketahui, Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 11 Tahun 2011 Tentang Kebijakan Kota/Kabupaten Layak Anak menyatakan beberapa hal tentang anak, yakni bahwa: pertama, setiap anak mempunyai hak hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi; kedua, Negara Indonesia telah mengesahkan Konvensi tentang Hak Anak dengan Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 1990 yang harus ditindaklanjuti oleh pemerintah dalam upaya pelaksanaan pemenuhan hak anak secara efektif; ketiga, urusan pemerintahan di bidang perlindungan anak berupa kebijakan, program, dan kegiatan untuk menjamin terpenuhinya hak anak agar anak dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, merupakan urusan wajib pemerintahan daerah kabupaten/kota; dan keempat, untuk menjamin terpenuhinya hak anak diperlukan upaya yang sungguh-sungguh dari pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha melalui pengembangan Kabupaten/Kota Layak Anak.

Kegiatan ini dihadiri oleh antara lain Kepala DP5A, Camat Lamboya, Kepala Desa serta aparat dan perwakilan anak. Dalam acara ini turut dibacakan kesepakatan bersama oleh ketua forum anak desa serta penandatanganannya oleh berbagai pihak : Ketua Forum Anak, Gugus Tugas Desa Layak Anak, Perwakilan Stimulant Intitute, Kepala Desa, Camat, Kepala DP5A serta Wakil Bupati Sumba Barat.

Tim DKIPS.

Bagikan Informasi Ini

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *