WALIKU hadir sebagai solusi “ABSEN” Siswa ONLINE

Waikabubak – “WALIKU” Aplikasi Absensi Online siswa berbasis Website yang dikembangkan oleh Save The Children pertama kali di Kabupaten Sumba Barat dengan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Sumba Barat melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Barat.

Tingginya presentasi angka absensi di SD di Sumba Barat; tingginya angka kematian anak dari malaria; tingginya angka kekerasan terhadap anak serta tindak lanjut guru terhadap anak yang absen merupakan 4 alasan utama yang menjadi latar belakang Save The Children melahirkan Progam Aplikasi WALIKU.

Melalui wawancara via telepon, Alowisya Ikis, MA selaku Koordinator Program Waliku Untuk Indonesia dari Save The Children memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumba Barat atas dukungan penuh PEMDA melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Barat. Ikis menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan di Kabupaten Sumba Barat sangat welcome, dan sangat antusias serta responsive sejak pertama kali diperkenalkan program WALIKU. Dukungan penuh juga diberikan melalui adanya alokasi anggaran tahun ini untuk penambahan implementasi WALIKU di 12 sekolah, selain di 21 sekolah yang telah lebih dulu mengaplikasikannya. (Baca: Kegiatan Penyegaran “WALIKU” Untuk Kepala Sekolah dan Operator Sekolah).

Alokasi anggaran ini dipergunakan untuk sosialisasi, pembinaan, implementasi serta monitoring WALIKU. Selain itu, dukungan penuh juga diberikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Barat dengan memberikan beberapa staf dinas untuk dibina sebagai staf WALIKU. Hal ini menunjukkan bahwa Dinas Pendidikan merasa transfer knowledge sangat dibutuhkan, sehingga bila kelak Save The Children telah melepas WALIKU, maka tetap akan ada kader yang memahami program tersebut. Disamping itu Ikis juga merasa bangga karena ownership WALIKU telah tumbuh disini, sebab hasil dari pelaksanaan WALIKU telah dirasakan manfaatnya. WALIKU merupakan Program pertama Save The Children yang pemerintah ambil alih dengan cepat.

Lebih Lanjut dijelaskan bahwa WALIKU ini unik lebih dari program NGO lainnya. Apabila program lain hadir sebagai suatu program jadi dengan materi yang sudah jadi dari pilot project didaerah lain, dan tinggal diterapkan saja, namun WALIKU lahir melalui pendekatan Human Center Design.

WALIKU datang sebagai pilot project dengan meminta pendapat dari Dinas Pendidikan, guru, murid, orang tua, kepala sekolah untuk mengetahui keinginan aplikasi WALIKU yang akan dirancang itu seperti apa. Tahun inipun akan dilakukan penyusunan dashbord untuk Dinas Pendidikan, dengan mengcollect apa yang inginkan oleh Dinas, melalui semua keinginan yang ada, WALIKU akan dikembangkan kembali sesuai kebutuhan. Dengan demikian sejak awal Dinas Pendidikan terlibat dalam pembuatannya, sehingga sesungguhnya WALIKU memang didesain oleh Save The Children, namun WALIKU lahir di Sumba Barat dengan pemikiran-pemikiran dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Barat. Keterlibatan penuh Dinas Pendidikan ini, menumbuhkan rasa memiliki terhadap WALIKU, memudahkan kerjasama antara PEMDA dan Save The Children dalam pengimplementasiannya. Demikian penegasan Ikis terhadap dukungan penuh PEMDA Sumba Barat.

Dalam Pengimplementasian WALIKU sejak hampir 2 tahun, pencapaian target dapat dikatakan mencapai 90%. Kendala yang dialami ditahun pertama yaitu konectivitas jaringan internet yang buruk, dapat diatasi ditahun kedua dengan pembuatan aplikasi WALIKU yang bisa dioperasikan oleh guru kelas dalam bentuk offline, dan apabila sudah jaringan internet baru diupload. Namun demikian permasalahan sinyal internet ini akan ditangani lebih lanjut oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Barat.

Kendala lain yang dihadapi yaitu kesaadaran guru tentang absensi, dan adanya transisi teknologi dari absensi manual ke absensi online masih perlu dilakukan sosialisasi pendampingan dan ini merupakan hal yang wajar. Sehingga pada dasarnya tidak ada kendala yang berarti dalam implementasi WALIKU. Demikian Koordinator WALIKU untuk Indonesia Save The Children mengakhiri statementnya dengan motto WALIKU “Semoga Kita Semua Bisa Bekerja Sama Demi Anak Sumba yang Sehat, Cerdas dan Terlindungi”. RED.DKIPS

Bagikan Informasi Ini

1 Comment

  • Semoga dengan kemitraan antara Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Barat bersama Save The Children dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Sumba Barat tercinta 🙏🙏🤝👍

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *