Workshop Pengelolaan Perpustakaan Sekolah/Madrasah  Wilayah Kabupaten Sumba Barat & Kabupaten Sumba Tengah

Https://sumbabarat.go.id Waikabubak, 20 Oktober 2022, Stimulant Institute melaksanakan workshop secara hybird, dengan panitia pelaksana YWKW, dengan narasumber lokal Pejabat Fungsional dari Bapelitbangda Kab. Sumba Barat yang memaparkan tentang kebijakan perencanaan Tahun 2023 dari Pemerintah Daerah Kab. Sumba Barat terkait Perpustakaan Sekolah. Kabid Pengelola Perpustakaan pada Dinas Perpustakaan Sumba Barat Dominggus Bora, SE. pada kesempatan ini juga memaparkan tentang Program Perpustakaan Daerah dalam Mendukung Pelayanan Perpustakaan Sekolah. Sekretaris Dinas PPO Kab. Sumba Barat Dominggus B. Mesa, SS memberikan materi tentang Kebijakan Alokasi Dana BOS dalam mendukung Pelayanan Perpustakaan Sekolah. Dalam sesi diskusi yang dipandu oleh moderator Agus Wahyudi dari Perpusnas RI. dengan  Narasumber dari para Pustakawan Ahli Pertama  Perpustakaan Nasional, seperti oleh Ratih Nur Hidayah, SIP yang memaparkan secara tuntas terkait Pelayanan dan Promosi Perpustakaan Sekolah/Madrasah, Anisa Kristiani Tarigan (Universitas Sumatra Utara) yang juga mengupas tuntas  terkait Manajemen Perpustakaan dan Pengembangan Koleksi Perpustakaan.

kegiatan workshop ini bertempat di Aula GKS Waikabubak pada Kamis, 20 Oktober 2022 yang dimulai pada Pukul 09.00 Witeng hingga Pukul 16.30 Witeng. Metode pelaksanaannya dilakukan dengan media  Zoom Meeting.  Dengan peserta berasal dari keterwakilan 16 Sekolah Dasar dari Kab. Sumba Barat terutama Kepala Sekolah bersama Pengelola Perpustakaan Sekolah maupun 14 keterwakilan Pengelola Perpustakaan Sekolah yang berada di Kabupaten Sumba Tengah. Turut hadir secara online Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sumba Tengah yang sekaligus membuka secara resmi kegiatan workshop ini. Dalam kesempatan ini beliau memaparkan secara garis besar agar adanya pemanfaatan ruang perpustakaan secara optimal dengan menata ruang perpustakaan yang menyenangkan sehingga dapat menjadikan perpustakaan sebagai tempat rekreasi dan taman bacaan anak.

Sebagai pengantar acara ini oleh Bapak Jems Alfreth (save the children) yang Secara garis besar juga menyampaikan pentingnya pengelolaan perpustakaan sekolah yang sebelumya telah dilakukan intervensi ke beberapa sekolah untuk mengetahui pengelolaan perpustakaan sekolah karena sebagian besar pengelola perpustakaan sekolah di kelola oleh orang yang sebagian besar tidak memiliki latar belakang sebagai pustakawan tetapi oleh karena hanya ditugaskan saja oleh sekolahnya masing – masing  sebagai  pengelola perpustakaan sekolah, sehingga sebagai pengelola perpustakaan mereka harus berjuang sendiri semampunya saja. Disamping karena melihat bahwa perpustakaan adalah salah satu tempat yang menyediakan informasi yang diperlukan, tempat untuk bisa mengakses semua hal yang dibutuhkan terkait ilmu pengetahuan, juga sebagai Duta Baca Sekolah. perpustakaan juga adalah wajah dari sebuah sekolah. Sehingga hal ini juga dimaksudkan untuk melihat seberapa besar kualitas dan peran perpustakaan sekolah. Pada kesimpulannya, penggagas berupaya agar hasil intervensi terhadap perpustakaan sekolah akan membuat Perpustakaan sekolah menjadi lebih menarik yang salah satunya didesign tata ruangan, mempromosikan pemberdayaan perpustakaan sekolah dll sehingga menarik untuk dikunjungi  dengan tujuan Perpustakaan akan dapat meningkatkan kemampuan literasi siswa terhadap minat baca anak dan kreatifitas anak.  Dengan upaya menata ruang perpustakaan menjadi lebih menarik sehingga akan membuat perpustakaan menjadi tempat rekreasi anak. Untuk itu perlu juga adanya dukungan Pemerintah Daerah dalam rangka untuk peningkatan pemanfaatan perpustakaan sekolah.

Dalam kesempatan workshop ini juga kegiatannya di susun dalam suatu time schedule, sehingga setiap pemaparan materi oleh nara sumber di buka dengan sesi Tanya jawab terkait materi – materi yang disampaikan . Dalam pemaparan oleh Ratih Nurhidayaha, SIP. terkait pelayanan dan promosi perpustakaan sekolah diinformasikan juga tentang Sistem Layanan Perpustakaan yang terbagi dalam sistem terbuka, sistem tertutup dan sistem gabungan keduanya baik yang terbuka maupun tertutup yang semuanya dapat dilakukan sesuai dengan sistem  layanan yang mau digunakan oleh sekolah, juga menjabarkan secara tuntas pula tentang jenis layanan perpustakaan, baik layanan sirkulasi, baca ditempat, layanan referensi, ruang diskusi, kerjasama perpustakaan pendidikan pemakai, integrasi kurikulum layanan ekstensi dan promosi perpustakaan.

 

Kesempatan yang sama Ibu Ratih juga membuat peserta workshop semakin antusias dala mengikuti setiap materi yang disampaikan dengan membangun pola kumunikatif yang interaktif dan menyenangkan. Salah satunya dengan memberikan bonus atas kuis dari  pertanyaan yang diberikan kepada peserta workshop. Hal – hal lain terkait pengembangan perpustakaan di sekolah masing – masing peserta workshop. Selanjutnya pemaparan oleh Ibu Anisa terkait Manajemen Perpustakaan dan Pengembangan Koleksi Perpustakaan juga mengajak pengelola perpustakaan dapat menyusun deskripsi yang menjadi tugas tenaga perpustakaan sekolah, kemudian harus membuar struktur organisasi sekolah, merancang program pengembangan perpustakaan dan pada akhirnya dapat mengembangkan koleksi perpustakaan sekolah baik melalui pembelian, hadiah, tukar menukar,maupun kegiatan pengeluaran koleksi dari daftar koleksi perpustakaan karena sudah tidak sesuai dengan kebutuhan pemustaka. Disis lain juga membahas tentang pentinganya dilakukan identifikasi dan seleksi bahan perpustakaan sekolah. Pada akhir pemaparanya beliau juga mengajak peserta untuk dapat melakukan evaluasi terhadap koleksi perpustakaan. Dan diakhiri dengan sesi Tanya jawab. Kegiatan workshop ini dilakukan dengan harapan apa yang menjadi tujuan perpustakaan dapat benar – benar terwujud, maju dan berkembang dengan baik  dengan sistem layanan yang baik pula.

 

Tim Redaksi DKIPS

Bagikan Informasi Ini

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *