WORKSHOP PENYUSUNAN RANCANGAN AWAL RPJMD TEKNOKRATIK BIDANG PENDIDIKAN

Waikabubak | Dalam rangka memperkaya substansi Rancangan Teknokratik RPJMD Kabupaten Sumba Barat Tahun 2021-2025 Bappeda Kabupaten Sumba Barat menggandeng INOVASI NTT melakukan Workshop penyusunan Rancangan Teknokratik RPJMD bidang Pendidikan. Workshop ini sudah dilakukan dua kali dengan melibatkan seluruh stakeholder bidang pendidikan. Workshop pertama difokuskan pada analisis terhadap capaian kinerja bidang pendidikan selama periode RPJMD 2016-2021 yang tentunya akan menjadi landasan pijak dalam membingkai arah kebijakan pembangunan pendidikan periode selanjutnya. Workshop yang kedua focus dalam mereview issue-isue strategis sekaligus kebijakan strategis dan rumusan awal indicator kinerja program yang berkaitan dengan issue literasi, numerasi, pendidikan kharakter, issue transisi Bahasa, kesetaraan gender, disabilitas dan inklusi social, serta system monitoring dan evaluasi terpadu.

Pada Tanggal 18 sampai 19 Maret 2021 bertempat di Aula Bappeda Kabupaten Sumba Barat dilaksanakan Workshop ketiga dengan focus mereview kembali Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Kunci (IKK) baik dalam RPJMD maupun dalam Renstra Dinas Pendidikan. Musmualim Pimpinan INOVASI NTT dalam sapaannya menegaskan bahwa Workshop ini dimaksudkan untuk menghasilkan dokumen Rancangan Teknokratik RPJMD bidang pendidikan dan memastikan integrasi Roadmap Grand Design Pendidikan ke dalam Rancangan teknokrtik RPJMD Kabupaten Sumba Barat 2021-2025. Sairo Umbu Awang, SE Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Barat dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Bappeda Sumba Barat dan INOVASI NTT yang memfasilitasi kegiatan ini. Sairo menilai kegiatan ini sangat strategis karena akan menghasilkan dokumen perencanaan yang lebih berkualitas tidak saja RPJMD tetapi juga Renstra Dinas Pendidikan. Perencanaan yang baik karena didukung oleh dokumen perencanan yang berkualitas akan mendapatkan hasil yang baik pula.

Kegiatan dibuka oleh Titus Diaz Liurai, S.Sos, MM selaku Kepala Bappeda Kabupaten Sumba Barat dan dihadiri oleh Ketua Komis C DPRD Kabupaten Sumba Barat Lukas Lebu Galu, SH dan Anggota DPRD Dominggus Baiyo, Sekretaris/ Kabid dan Kasubid Dinas Pendidikan, Pengawas Sekolah, Staf Bappeda, Staf INOVASI dan Insan Pers. Titus dalam sambutan pembukaan sekaligus penyampaian materi menegaskan bahwa kualitas  perencanaan pembagunan daerah sangat tergantung pada integrasi dan konsistensi dari berbagai dokumen perencanaan yang ada. Inkonsisten dokumen perencanaan yang terjadi selama ini ditengarai menjadi pemicu tidak tercapainya berbagi indikator kinerja daerah sebagaimana ditetapkan dalam Dokumen RPJMD. IKU dan IKK dalam RPJMD harus dielaborasi secara operasional ke dalam IKU dan IKK Renstra Perangkat Daerah. IKU selalu berkaitan dengan tujuan dan sasaran strategis yang mau dicapai sedangkan IKK berkaitan dengan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan. Titus berharap agar Workshop ini benar-benar menghasilkan kesepakatan terkait indikator-indikator pendidikan mana yang perlu menjadi IKU dan IKK RPJMD dan mana yang menjadi IKU dan IKK Renstra Pendidikan termasuk bisa menetapkan target dari masing-masing indikator baik tahunan maupun lima tahunan. Dalam kaidah perencanaan penentuan target harus mengacu pada trent capaian kinerja paling kurang tiga tahun terakhir. Dengan demikian ketersediaan data yang valid, akurat dan terpercaya merupakan sebuah keniscayaan dalam merumuskan target indikator kinerja yang rasional dan dapat dipertanggungjawabkan.

Lukas Lebu Galu, SH Ketua Komis C DPRD Kabupaten Sumba Barat dalam proses diskusi memberikan sumbangan pemikiran bahwa pengalaman selama ini program maupun kegiatan dinas pendidikan lebih banyak mengarah ke masalah akses ketimbang mutu pendidikan sehingga tidak terlalu berdampak dalam menjawab masalah pendidikan yang ada. Lukas menyarankan agar Renstra Dinas Pendidikan kali ini harus lebih diarahkan pada peningkatan mutu pendidikan sehingga forum hari ini harus dipertajam pada indikator-indikator yang berkaitan dengan mutu pendidikan.  Selanjutnya Dominggus Baiyo Anggota DPRD Kabupaten Sumba Barat menyampaikan bahwa jika focus pendidikan kedepan adalah peningkatan mutu maka yang perlu diperkuat kedepan adalah Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) serta peningkatan Peran dan fungsi pengawas.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan IKU dan IKK bidang pendidikan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Barat Yehuda Malorung, S.Pd. IKU dan IKK yang dipaparkan meliputi tiga aspek pendidikan yaitu akses, mutu dan tata kelola pendidikan termasuk program dan kegiatan strategis dari masing-masing indikator. Kabid PMM Bappeda Kabupaten Sumba Barat Raimon L.K. Dena, S.STP selaku moderator mempersilahkan peserta memberikan input terkait pemaparan yang disampaikan, termasuk memilah mana yang yang perlu dimasukkan dalam IKU dan IKK RPJMD dan mana yang masuk IKU dan IKK Renstra Pendidikan. Raimon menegaskan bahwa indikator yang dimuat di RPJMD harusnya yang bersifat umum sedangkan yang masuk dalam renstra adalah indikator yang sifatnya teknis sebagaimana dijelaskan dalam materi Kepala Bappeda. Workshop selama 2 hari ini menghasilkan output berupa rumusan IKU dan IKK baik untuk RPJMD maupun Renstra Pendidikan, Target Kinerja baik tahunan maupun 5 tahunan, program maupun kegiatan strategis yang akan dilakukan untuk mencapai target-target kinerja yang telah ditetapkan. Kepala Bappeda dalam sambutan penutupan menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak ikut terlibat aktif dalam kegiatan ini. Terima kasih khusus kepada INOVASI NTT yang telah memfasilitasi seluruh rangkaian kegiatan pembangunan di daerah ini.

 

Bagikan Informasi Ini

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *