Sehubungan dengan kunjungan lapangan di kabupaten Sumba Barat oleh Kemendes PDTT, Kemenko Perekonomian, Kemen ATR, dan Surfaid dalam rangka mendukung Pengembangan komoditas hortikultura di Kabupaten Sumba Barat melalui program Nusatani yang diinisiasi oleh Surfaid, maka, Rabu(09/10/2024) bertempat di Aula Rumah Jabatan Bupati Sumba Barat dilaksanakan Rapat Koordinasi dan audiensi yang dipimpin oleh Pjs.Bupati Sumba Barat,Dra.Flouri Rita Wuisan,MM, Staf Ahli Hubungan Antar Lembaga Kemendes PDTT bersama jajaran, Asdep Hortikultura Kemenko Perekonomian bersama jajaran, Kasubdit Fasilitasi dan Kerjasama Akses Reforma Agraria Direktorat PTM bersama jajaran, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Barat, Kasdim 1613 Sumba Barat, Wakapolres Sumba Barat, Jaksa Fungsional pada Bidang Intelijen Kejaksaan Negeri Sumba Barat, Kepala Implementasi Program Surfaid Bali, Kepala Bappelitbangda, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah, Kepala Dinas PMD, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Plt. Kepala Dinas PUPR, Analis Pada Bagian perekonomian dan SDA, Pejabat dari Bank NTT Cabang waikabubak, BRI Cabang dan BNI Cabang Waikabubak, Pimpinan Surfaid Sumba Barat dan jajaran, Pimpinan Koperasi CV GS Organik Kabupaten Kupang, Account Executive NTT Pupuk Indonesia, dan perwakilan petani dari Kabupaten Sumba Timur.
Pada Kesempatan yang pertama Kepala Implementasi Program Surfaid Bali, Chandra Nurhasanuddin menyampaikan bahwa program Nusatani yang dilaksanakan di Kecamatan Laboya Barat bukan lagi berupa bimbingan teknis di lapangan namun lebih kepada mengajari masyarakat dampingan untuk mandiri dalam mengolah lahan pertanian, dan akan dilanjutkan adalah masyarakat dampingan dan harus dapat bersaing dengan petani lainnya, “Meluaskan lagi pasarnya, sehingga praktek baik itu terus berkelanjutan, Petani dampingan sudah menunjukan kemajuan yang sangat baik, mereka dapat melakukan edukasi-edukasi baru dan mampu mempengaruhi petani lainnya, Namun di Kecamatan Laboya barat yang menjadi isu adalah persoalan irigasi, namun sekarang sudah ada bantuan pompa air sehingga persoalan isu irigasi dapat teratasi,” kata Chandra.
Chandra juga mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat yang telah mensuport dan bekerja sama selama program ini dijalankan sejak tahun 2019 silam.
Sambutan yang disampaikan oleh Staf Ahli Hubungan Antar Lembaga, Samsul Widodo; Ia mengatakan bahwa konteks utama datang ke Sumba Barat adalah meningkatkan kualitas Pemanfaatan Dana Desa dalam konteks bagaimana masyarakat menanam hortikultura dengan menggunakan ADD, sebab harapannya 20% dari Dana Desa diperuntukan untuk ketahanan pangan yang meliputi pembelian bibit, pembelian pupuk, pembelian alat bercocok tanam, dan yang terpenting adalah bagaimana dana desa bisa ke Ekonomi Produktif sehingga dana desa yang 20% itu dapat dimanfaatkan sehingga dapat menangani isu-isu strategis seperti Gizi buruk dan bisa jadi aktivitas ekonomi.
“Berkaitan dengan tanah atau lahan nanti petani bisa langsung dengan ATR BPN karena ada program reforma agraria, sehingga petani-petani mudah dapat melihat tanah atau lahan mana yang belum bersertifikat, juga dapat mendorong program reforma agraria sehingga tanah-tanah dapat bersertifikat,” Ungkap Samsul.
Samsul juga memohon dukungan dari TNI-POLRI dan Kejaksaan dalam urusan Babinkamtibmas agar dapat menjadi mitra dalam membina desa apalagi memasuki musim rawan menjelang pemilukada pemanfaatan dana desa perlu menjadi perhatian agar dapat terus dipantau dan dibina.
Asdep Hortikultura Kemenko Perekonomian, Yuli Sri Wilanti, pada sambutan yang ke dua menyampaikan harapannya agar lahan -lahan tidur di Sumba Barat dapat dioptimalkan, sehingga mengapa dari kemen ATR juga hadir adalah untuk program sertifikasi lahan yang ada dan penataan akses tanah.
Yuli Sri berharap Pemerintah Daerah dapat bergandengan tangan, berkolaborasi untuk meningkatkan pendapatan para petani demi kemakmuran Petani yang tentunya bermuara pada penghapusan kemiskinan ekstrem.
Selanjutnya Kasubdit Fasilitasi dan Kerjasama Akses Reforma Agraria Direktorat PTM Kemen ATR, Mulyanto , menyampaikan tugas Kemen ATR dalam program Reforma Agraria adalah penataan agraria, sertifikat tanah atau lahan, termasuk dalam akses ekonomi untuk menyambungkan sertifikat dengan para pengusaha atau petani.
Pada awal Sambutan Pjs. Bupati Sumba Barat, Dra. Flouri Rita Wuisan, MM. menyampaikan ucapan apresiasi dan terimakasih atas terselenggaranya kegiatan ini dan tidak lupa mengucapkan selamat datang kepada seluruh rombongan yang telah hadir.
Pjs Bupati Sumba Barat mengucapkan terimakasih kepada Surfaid atas perhatian yang luar biasa dalam menjalankan kiprah pelayanan di Kabupaten Sumba Barat melalui program Nusatani yang dimulai sejak tahun 2019.
Program Nusatani di kabupaten Sumba Barat berfokus pada peningkatan status ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat terpencil dengan lokus utama di 4 (empat desa) yang ada di Kecamatan Laboya Barat dengan menggunakan pendekatan pertanian sensitif gizi yaitu memaksimalkan manfaat pertanian bagi kesehatan, ketahanan pangan maupun peningkatan ekonomi keluarga, dan pendekatan tersebut diharapkan dapat menjadi solusi peningkatan status gizi masyarakat terutama untuk mendukung salah satu prioritas pembangunan Kabupaten Sumba Barat yaitu pembangunan kesehatan dan penurunan stunting.
Mengingat pravelensi stunting di Kabupaten Sumba Barat sesuai bulan timbang pada bulan juni 2024 adalah sebesar 15,1%, dan angkat tersebut mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang berada di angka 12,1%. Sehingga menurut Flouri ini adalah pekerjaan bersama semua pihak untuk menurunkan angka tersebut, sebab intervensi masalah stunting bukan saja hanya berdasarkan alokasi anggaran, program dan kegiatan akan tetapi menjadi sebuah gerakan kemanusiaan yang membutuhkan keterlibatan semua pihak.
selain itu menurut Pjs.Flouri prioritas lain yang perlu mendapat perhatian adalah terkait dengan percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem, dimana jumlah penduduk miskin ekstrem tahun 2024 sebesar 12.480 jiwa mengalami penurunan sebesar 3.370 jiwa dari tahun 2022 sebesar 15.850 jiwa. Sebagai Kepala Daerah, Flouri meminta dukungan sleuruh komponen masyarakat, forkopimda, para pemangku kepentingan/stakeholder, organisasi mitra pemerintah, pimpinan BUMN/BUMD, Para Camat maupun Kepala Desa,Lurah untuk sama-sama bekerja, berkolaborasi dan bersinergi dalam melaksanakan pembangunan di Kabupaten Sumba Barat.
Menutup sambutannya, Pjs Bupati Sumba Barat menyampaikan harapannya agar kehadiran dari Kemendes PDTT, Kemenko Perekonomian, Kemen ATR dan Surfaid dapat membawa dampak baik bagi Kabupaten Sumba Barat yang telah mamasuki predikat Kabupaten yang telah terentaskan dari Kabupaten Daerah Tertinggal.
” Saya harap kerjasama yang telah terjalin tidak sampai disini saja walaupun program kerja sudah selesai, pendampingan bagi masyarakat petani Sumba Barat dapat terus dilakukan, karena saat ini ibaratnya seorang bayi yang baru merangkak jadi jangan ditinggalkan sebelum dapat berjalan sendiri”,Ungkap Pjs.Bupati.
Selanjutnya kegiatan-kegiatan dari Surfaid dapat terus diimplementasikan dibantu juga oleh Dinas PMD dan Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Barat.









