Waikabubak,- Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, SH., menjadi narasumber utama dalam kegiatan Temu Media (Press Briefing) yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Malaria Sedunia tahun 2025.Jumat(25/04/2025).
Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik dan memperkuat upaya pemberantasan malaria di wilayah Sumba Barat dan sekitarnya. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Plt.Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kadis Kesehatan, PERDHAKI, Unicef, berbagai elemen media dan stakeholder kesehatan yang berperan penting dalam penanggulangan penyakit malaria.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Yohanis Dade memaparkan berbagai program strategis yang telah dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Sumba Barat, salah satunya adalah program “Gerakan Cemara” atau Cegah Basmi Malaria. Program ini merupakan bagian dari 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati yang fokus pada pemberantasan malaria melalui intervensi pemeriksaan darah malaria di sekolah, pembagian kelambu berinsektisida, serta kampanye perubahan perilaku masyarakat untuk mencegah penyebaran malaria.
Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai lembaga dalam mengatasi masalah malaria yang masih menjadi endemi di beberapa daerah di Sumba Barat. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk disiplin dalam menggunakan kelambu dan segera melakukan pemeriksaan serta pengobatan jika mengalami gejala malaria. Hal ini sesuai dengan upaya eliminasi malaria yang ditargetkan selesai pada tahun 2026.
Selain itu, Bupati Yohanis Dade mengungkapkan bahwa pemerintah daerah terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program pemberantasan malaria. Kegiatan lapangan seperti kerja bakti pemberantasan sarang nyamuk dan pemasangan kelambu secara langsung di desa-desa endemis menjadi bukti nyata komitmen pemerintah untuk menekan angka kasus malaria di wilayahnya.
Acara Temu Media Hari Malaria Sedunia ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam melaksanakan program pencegahan dan pengendalian malaria secara lebih efektif. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat, Sumba Barat optimis dapat mencapai target bebas malaria dalam waktu dekat.








