Waikabubak, 10-11 April 2025, Bupati Sumba Barat Yohanes Dade, SH didampingi Wakil Bupati Timotius T, Raga, S.Sos., Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Barat Yeremia Ndapadoda, S.Sos, dan Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Lobu Ori, S.Pd, M.Pd, , serta Provincial Manager INOVASI NTT Hironimus Sugi, membuka Kegiatan Lokakarya Refleksi Ekosistem Pendidikan dan Perencanaan Kabupaten Sumba Barat dalam rangka meningkatkan mutu proses dan capaian pembelajaran siswa SD/Ml di Sumba Barat. Kegiatan Lokakarya ini dilaksanakan pada tanggal 10 April 2025 bertempat di Aula Kantor Bupati Sumba Barat.

Kegiatan ini bertujuan memaparkan hasil temuan penelitian INOVASI tentang Waktu Efektif Guru Mengajar dan Siswa Belajar di Sumba Barat. Selain itu lokakarya ini sebagai wadah untuk melakuan refleksi terhadap progress dan implementasi kesepkatan Bersama ekosistem Pendidikan Sumba Barat terkait peningkatan kualitas Pendidikan yang ditanda tangani Bersama multi stakeholder pada buan Agustus 2024 lalu. Lokakarya dilanjutkan dengan diskusi dan perencanaan ekosistem pendidikan untuk 2025 terkait dengan upaya perbaikan kemampuan dasar Literasi, Numerasi dan Karakter siswa SD/MI.
Dalam sambutannya Bupati Sumba Barat Yohanis Dade, SH, menyampaikan ucapan terima kasih kepada INOVASI yang telah melakukan kajian tentang Waktu Efektif Guru Mengajar dan Siswa Belajar di Kabupaten Sumba Barat yang periode pelaksanaannya dimulai sejak bulan Januari sampai dengan bulan April Tahun 2025. Hasil kajian dimaksud diharapkan dapat menjadi bahan masukan untuk :
- RPJMD dan Renstra Pendidikan 2025 – 2029;
- perbaikan manajemen kelas dan RKAS;
- efisiensi penggunanaan dana BOS;
- Pemanfaatan buku teks dan nonteks oleh guru dan siswa; (v) perbaikan monitoring dan evaluasi oleh pengawas; dan terutama untuk
- Perbaikan mutu pengajaran oleh guru dan pembelajaran oleh siswa di kelas
Lebih lanjut dalam sambutannya Bupati Yohanes Dade, SH menyampaikan kepada para peneliti yang akan memaparkan hasil kajiannya, agar menyampaikan hasil penelitan dengan seobyektif mungkin, sehingga dapat menjadi bahan refleksi bagi para Kepala Sekolah, serta semua pemangku kepentingan yang juga hadir dalam rangkaian kegiatan lokakarya tersebut.
Dalam rangka peningkatan mutu proses dan capaian pembelajaran siswa SD/Ml, serta upaya memperbaiki kinerja Rapor Pendidikan Kabupaten Sumba Barat yang masih merah, khususnya pada aspek Literasi, Numerasi dan Pendidikan Karakter, maka sebagai bentuk keseriusan Bupati Sumba Barat terhadap isu Pendidikan, beliau juga menegaskan supaya program ini tidak boleh gagal.
Di akhir sambutannya Bupati Yohanis Dade, SH menyampaikan harapan agar melalui lokakarya ini tercipta kolaborasi dan peran aktif dari berbagai pihak terkait, yang dimotori oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga sebagai leading sektor Pendidikan di Kabupaten Sumba Barat untuk memastikan bahwa kebijakan, program, dan kegiatan yang dirancang benar-benar menjawab kebutuhan siswa, guru, dan seluruh ekosistem pendidikan.

Turut hadir para Kepala Sekola SD dan SMP se Kab. Sumba Barat, mendengarkan hasil kajian tentang “Waktu Efektif Guru Mengajar dan Siswa Belajar di Kabupaten Sumba Barat”
Kegiatan Lokakarya yang ini, berlangsung selama 2 (dua) hari yakni pada tanggal 10-11 April 2025, dengan agenda sebagai berikut :
- Hari Pertama Kegiatan Lokakarya B Refleksi Ekosistem Pendidikan dengan agenda sebagai berikut :
- Penyampaian proses, temuan kajian partisipatif dan rekomendasi oleh tim peneliti.
- Paparan dan diskusi progress implementasi 49-point kesepakatan District Planning Meeting (DPM) 2024 oleh Kepala Bappelitbangda Sumba Barat.
- Merefleksikan progress implementasi 49-point kesepakatan DPM 2024
- Hari Kedua District Planning Meeting dengan agenda sebagai berikut :
- Penyampaian Materi tentang Potensi dan Kondisi Pembelajaran bermakna di Sumba Barat oleh Kadis PKO Sumba Barat
- Diskusi Kelompok tentang relasi tangungjawab penugasan (relasi akuntabilitas) pada sistem Pendidikan Kabupaten Sumba Barat dan satuan Pendidikan oleh Ecosystem Coordinator. Dengan 3 Tema :
- Guru mengajar dan siswa belajar di kelas dan Pemanfaatan buku teks dan non-teka baik cetak mau pun digital di SD/MI.
- Pengembangan RKAS yang berpihak pada pembelajaran dan pemantauan kepala sekolah.
- Dukungan sumber daya, dan umpan balik melalul hasil supervisi pengawas
- Presentasi hasil rekomendasi kelompok untuk mendapatkan masukan dan consensus
- Rekap prioritas tindak lanjut Renja 2025 dan 2026 dalam bentuk Berita Acara untuk disampaikan kepada SEKDA.



Pihak-pihak yang diundang dalam Lokakarya ini antara lain beberapa OPD pihak terkait lainnya seperti:
- Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga, BAPPELITBANGDA, Kantor Kementerian Agama, Dinas Pengengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A), Dinas PMD, Dinas Perpustakaan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Perwakilan BGP Prov. NTT, Perwakilan BPMP Prov. NTT.
- Dari unsur Kepala Sekolah dan Guru SD/MI, sebanyak 92 orang
- Unsur kepala SMP sebanyak 42 orang
- Dari unsur Guru Penggerak dan Guru PPG 2 orang.,
- Dari unsur Mitra Pembangunan 7 (tujuh ) orang : (Save The children, Stimulant Sumba Barat, Yayasan Bahtera, EGK Sumba Barat, Yayasan Literasi Anak Indonesia, Terang Sumba, Sumba Fondation).
- Yayasan Pendidikan: 3 orang (YAPMAS Kabupaten Sumba Barat, YAPNUSDA Kabupaten Sumba Barat, Yayasan Muhammadiyah Sumba Barat)
- INOVASI Jakarta 1 orang
- INOVASI NTT 8 orang
- Fasilitator Lokal : 4 orang
- Tim Peneliti : 2 orang
- Akademisi : 2 orang (UNIKA Weetabula dan UNKRISWINA Waingapu).






