SELAMAT DATANG
Situs Resmi Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat
Media Informasi dan Publikasi Pembangunan Daerah
Diseminasi Audit Kasus Stunting Tingkat Kabupaten Sumba Barat
Facebook
Twitter
WhatsApp

Https://sumbabaratkab.go.id Waikabubak, Dinas P5A Sumba Barat memfasilitasi kegiatan Diseminasi Audit Kasus Stunting Tingkat Kabupaten Sumba Barat, bertempat di Aula  Kantor Bapelitbangda pada Rabu, 14 Desember 2022. Wakil Bupati Sumba Barat selaku Ketua TPIPS Kesehatan Kabupaten Sumba Barat membuka secara resmi kegiatan ini dan didampingi oleh Sekretaris Dinas P5A, dan dihadiri oleh Kadis Penataan Ruang dan PU, Kadis KIPS, Kadis Kesehatan, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kadis Sosial, Direktur RSUD Waikabubak, Pejabat yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan, Sekretaris Bapelitbangda.

Kegiatan ini dilaksanakan juga secara daring bersama BKKBN Ibu Andini sebagai Host NTT, Ibu Blandina sebagai Co – Host, dan Kabid KB/KS pada Dinas P5A Sumba Barat.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Sumba Barat, mengingatkan akan pentingnya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terkait adanya beberapa kasus stunting yang semakin meningkat di beberapa unit pelayanan kesehatan yang merupakan sasaran stunting, yaitu:  calon Pengantin  3 KASUS, Bumil KEK 4 KASUS, Ibu NIFAS 2 KASUS, Balita Stunting 5 KASUS. Oleh karenanya untuk mencapai target Nasional perlu adanya sinergitas yang saling mendukung dengan peningkatan pelayanan kesehatan yang optimal dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai.

Dapat diiformasikan pada kegiatan ini Direktur RSUD Waikabubak merekomendasikan terkait ibu hamil kurang energi kalori, yaitu : Pemberian pmt bagi bumil KEK dan balita stunting yang memenuhi kebutuhan,  Menjaga kebersihan lingkungan, Penyediaan alat pengukuran panjang badan/tinggi badan anak yang terstandar agar mendapat hasil yang akurat, Penanganan penyakit di Puskesmas dan RS yang komperhesif (rujukan berjenjang), Cegah stunting dengan memberikan pelayanan bagi calon pengantin dan ibu hamil disetiap desa/kelurahan. Ditambahkan pula untuk penanganan ibu Nifas dan bayi stunting direkomendasikan, antara lain : 1/. Usia calon pengantin dan bumil KEK tidak boleh <19 tahun atau  >35 tahun (buat dalam sebuah peraturan), 2/. Catin dan bumil KEK harus memiliki nilai yang normal yaitu >23,5 cm,     3/. Rutin memeriksakan kadar HB darah, 4/. Mengkonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang, agar terpenuhi kebutuhan vitamin dan mineral, 5/. Tidak terpapar asap rokok, 6/. Mempunyai jamban keluarga agar terhindar dari perilaku BABS, 7/. Mempunyai sumur sebagai sumber air bersih, 8/. Atur jarak kelahiran dengan program KB, 9/. Memberikan asi eksklusif dan 10/. Pendampingan dari Puskesmas jika ada masalah gizi.

Kesempatan yang sama ibu Marlina Selvia Eflin Walu, S. Psi, MM, selaku Psikolog memberikan pemahaman tentang stunting dan penjabarannya, dengan maksud agar adanya kesamaan pemahaman dalam penanganan masalah stunting di Kabupaten Sumba Barat, sehingga pada akhirnya dapat ditarik suatu kesimpulan, yaitu : Calon Pengantin diberikan psikoedukasi pada usia ideal pernikahan, agar mempersiapkan kesehatan fisik maupun kesehatan mental dalam mempersiapkan rumah tangga, Memberikan psikoedukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan fisik, alat reproduksi, dan lingkungan. Ibu Hamil diberikan psikoedukasi tentang kondisi psikologis yang kemungkinan akan muncul pada masa kehamilan (perubahan fisik, emosi), Memperkenalkan tentang teknik relaksasi dan manfaatnya dan mengajak ibu hamil untuk mempraktekkannya dalam kehidupan sehari – hari dalam menjalani masa kehamilan dan mempersiapkan kelahiran. Ibu Menyusui diberikan psikoedukasi tentang kemungkinan mengalami baby blues setelah melahirkan dan teknik relaksasi dalam menghadapinya. Peran serta suami bagi ibu dalam menjalani masa nifas Balita dan Baduta diberikan makanan tambahan bagi balita dan baduta, Memberikan psikoedukasi kepada kedua orang tua tentang stunting dan cara mencegah stunting, Memberikan tempat yang nyaman bagi balita dan baduta dalam masa tumbuh kembangnya, Memberikan psikoedukasi tentang pengaruh  parenting dilakukan oleh kedua orang tua bagi balita dan baduta dan tanggung jawab orang tua dalam mencegah stunting, Memberikan psikoedukasi tentang pentingnya KB agar orang tua dapat memberikan perhatian, menjaga kesehatan, bekerja karena hal ini sangat penting untuk mencegah stunting, Memberikan psikoedukasi tentang pentingnya memahami tentang bahaya asap rokok bagi janin (agar suami dan istri peduli dengan hal ini), Memberikan psikoedukasi tentang pentingnya berbagi peran dalam hidup berumah tangga.

Tim Redaksi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top