www.sumbabaratkab.go.id Waikabubak. Aplikasi yang juga disingkat SIGMA PPA ini berfungsi untuk membantu masyarakat dan pemerintah daerah memantau serta melaporkan data kekerasan anak dan perempuan di Kabupaten Sumba Barat. Sebelumnya, ada aplikasi Simfoni yang dikembangkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dapat diakses oleh unit layanan penanggulangan korban kekerasan perempuan dan anak secara up to date, real – time, dan akurat di tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten.
Pada tahun 2023 penginputan kasus hanya 19 kasus. Terbatasnya penginputan kasus karena aplikasi hanya mencakup kasus yang ditangani oleh pihak penegak hukum atau pendamping kasus dapat menjadi kendala. Penting untuk memperluas cakupan agar mencakup juga kasus yang ditangani secara adat, terutama di pedesaan.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah menyampaikan apresiasi kepada Stimulant Institute Mitra Save the Children selama acara peluncuran aplikasi SIGMA PPA. Semoga aplikasi ini dapat terus ditingkatkan untuk mencakup lebih banyak jenis kasus, termasuk yang ditangani secara adat di pedesaan, guna mendukung pemantauan dan pelaporan yang lebih komprehensif terkait kekerasan anak dan perempuan di Kabupaten Sumba Barat.
Mensosialisasikan aplikasi ini di tingkat desa oleh para kepala desa, aparat, dan operator sangat penting. Dengan semakin banyak partisipasi dari anak dan perempuan dalam melaporkan kasus ke lembaga perlindungan seperti UPTD PPA, penyedia layanan berbasis masyarakat, dan pihak kepolisian, diharapkan aplikasi ini dapat memberikan bantuan yang lebih efektif.
Partisipasi yang luas dari berbagai pihak, termasuk Kepala Perangkat Daerah/Unit Kerja, Anggota PKK, Stimulant Institute, Save the Children, para kepala desa, kepala sekolah dan tendik, pengawas sekolah, serta admin SIGMA PPA di Kabupaten Sumba Barat, mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung keberhasilan aplikasi ini. Semoga kerjasama ini dapat memberikan dampak positif dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan.

Narasi :Yonatan
Foto : David





