Kupang – Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Sumba Barat, Dra.Flouri Rita Wuisan,MM., menghadiri rapat kerja bersama Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diikuti oleh seluruh Bupati dan Walikota se-Provinsi NTT. Rapat kerja tersebut berlangsung di Kantor Gubernur NTT, Kupang, pada Selasa (15/10/2020). Pertemuan ini merupakan ajang penting bagi para pemimpin daerah untuk membahas perkembangan dan tantangan pembangunan di wilayah masing-masing.
Pj. Gubernur NTT, Dr.Andriko Noto Susanto,S.P, M.P., dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota untuk mempercepat pembangunan di berbagai sektor. Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi NTT, terutama dalam bidang infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan. “Kita perlu meningkatkan kolaborasi agar target pembangunan dapat tercapai sesuai dengan rencana,” ujar Dr.Andriko.
Pjs. Bupati Sumba Barat menyambut baik arahan dari Pj. Gubernur NTT dan menyampaikan kesiapan pemerintah kabupaten dalam mendukung kebijakan-kebijakan strategis yang digariskan di tingkat provinsi. Dalam laporannya, ia memaparkan capaian pembangunan di Sumba Barat serta tantangan yang dihadapi, terutama terkait aksesibilitas infrastruktur dan pengentasan kemiskinan.
Rapat kerja ini juga membahas program prioritas yang sedang dijalankan di masing-masing kabupaten/kota, seperti :
1. Gambaran umum Realisasi APBD Kab/Kota (keadaan s/d 4 Oktober 2024).
2. Pencairan Anggaran Pilkada 2024 dan progres perekaman E-KTP Se-NTT (Keadaan 8 Oktober 2024).
3.Profil Kemiskinan Ekstrem dan Stunting di NTT serta penanganannya.
4.Penanganan dan Pengendalian Inflasi Provinsi NTT (Oktober 2024).
5.Analisa perubahan cuaca dan PERPRES 81/2024
6.Data CPNS dan PPK Provinsi NTT Tahun 2024.
Pjs. Bupati Sumba Barat menekankan pentingnya penguatan kerjasama antar daerah untuk menyelesaikan persoalan yang bersifat lintas wilayah, seperti distribusi kebutuhan pokok dan konektivitas antar pulau.
Selain itu, dalam rapat ini juga dibahas mengenai strategi pemulihan ekonomi pasca pandemi.
Pj. Gubernur menekankan pentingnya memanfaatkan potensi lokal, seperti pariwisata dan pertanian, untuk menggerakkan perekonomian daerah. Pjs. Bupati Sumba Barat menambahkan bahwa Sumba Barat memiliki potensi besar di sektor pariwisata dan siap mendukung langkah-langkah strategis dari provinsi.
Adapun penegasan Kepada Pj.Bupati/Walikota Se-NTT adalah :
1. Pemerintah daerah perlu membuat turunan perpres 81 Tahun 2024 melalui Peraturan Gubernur Kawasan Pangan Lokal Terpadu.
2. Inovasi Pangan Lokal
3. Mempercepat keragaman Pangan dengan Sumber Daya Lokal.
4. Kolaborasi kerja dengan Akademisi-Akademisi, Bisnisman/Pelaku Usaha, Komoniti, Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kecamatan/Desa dan media.
5. Mendorong peran aktif pemerintah Desa(Pemanfaatan dana desa sebeaar 20% untuk mendukung percepatan penganekaragaman pangan berbasis potensi sumber daya lokal.
Di akhir rapat, Pj. Gubernur menyampaikan apresiasinya kepada seluruh Bupati dan Walikota yang telah hadir dan memberikan masukan konstruktif dalam diskusi. Ia berharap, melalui rapat kerja ini, ada tindak lanjut konkret yang dapat mempercepat realisasi program-program yang sudah direncanakan, terutama yang berhubungan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.
Pjs. Bupati Sumba Barat juga menyatakan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah provinsi dan daerah lainnya. Menurutnya, rapat kerja seperti ini sangat penting untuk menyelaraskan kebijakan di tingkat daerah agar pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
Dengan berakhirnya rapat kerja tersebut, diharapkan sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di NTT semakin kuat sehingga mampu mengatasi tantangan pembangunan yang dihadapi, serta mendorong percepatan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah NTT.










