www.sumbabaratkab.go.id Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI) Kementerian Informasi mengadakan Focus Group Discussion (FGD) terkait Sosialisasi dan Pendampingan Literasi Digital di 2 Kabupaten di Nusa Tenggara Timur, yakni Kabupaten Sumba Timur dan Kabupaten Sumba Barat.

FGD di Sumba Barat dilaksanakan pada hari Jumat dan Sabtu 1 sampai dengan 2 September 2023, di Aula Hotel Pelita, Waikabubak. Kegiatan FGD difasilitasi sepenuhnya oleh ICT Watch dan didukung oleh Dinas KIPS Sumba Barat dan Organosasi Mata Garuda Sumba.
Kementerian Komunikasi dan Informaika RI melalui BAKTI telah berhasil merealisasikan beberapa proyek strategis nasional yakni Palapa Ring, perluasan pembangunan BTS 4G, penyediaan akses internet di wilayah 3T, dan pembangunan ekosistem digital. Semakin banyak infrastruktur yang telah dibangun, tentunya perlu disertai dengan peningkatan literasi digital masyarakat agar pemanfaatannya mengarah pada terbangunnya kesejahteraan. Survei terhadap status literasi digital di Indonesia semakin membaik dari tahun ke tahun.
Pada tahun 2022, Kemenkominfo melakukan survei terhadap 10.000 responden dari 514 kabupaten dan kota dengan teknik pengambilan sampel multistage random sampling, dengan skor keseluruhan adalah 3,49 poin. Survei yang dilakukan menunjukkan Budaya Digital memiliki skor tertinggi dalam pengukuran Indeks Literasi Digital Indonesia 2022. Pilar Budaya Digital (digital culture) tercatat dengan skor 3,84 dalam skala 5 atau baik. Selanjutnya pilar Etika Digital (digital ethics) dengan skor 3,68 dan Kecakapan Digital (digital skill) dengan skor 3,52. Sementara itu, pilar Keamanan Digital (digital safety) mendapat skor paling rendah (3,12) atau sedikit di atas sedang. Pertumbuhan ekonomi digital yang didorong oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong perubahan pada kegiatan masyarakat, pemerintahan, serta kegiatan bisnis di seluruh dunia. Data “We Are Social” di tahun 2020 menjelaskan bahwa penetrasi pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 64%, dimana ada 175,4 juta jiwa pengguna internet dari total 272,1 juta jiwa penduduk Indonesia. Terlebih di masa pandemi Covid – 19, sektor informasi komunikasi tumbuh positif. Angka pertumbuhan tiap tahunnya meningkat sebesar 17%, ditambah dengan diresmikannya Palapa Ring oleh pemerintah pada 14 Oktober 2019 lalu.
Hal ini merupakan sebuah upaya penyediaan infrastruktur telekomunikasi yang menghubungkan satu Indonesia dengan internet. Pemerintah berkomitmen untuk mempertahankan dan mendorong capaian tersebut mengingat potensi sektor informasi komunikasi di Indonesia begitu besar. NTT merupakan daerah yang memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah di seluruh daratannya kaya akan bahan tambang dan kecantikan panorama bawah lautnya yang sangat memukau. Keindahan alam, kekayaan sumber daya alam, masyarakat yang sangat ramah, dan masih menjunjung nilai – nilai budaya adalah salah satu daya tarik daerah tersebut. Situasi tersebut berbanding terbalik dengan indeks pembangunan perekonomian di NTT yang masih berada pada tingkatan rendah. Secara umum, NTT ini berada pada indeks pembangunan yang berada pada kategori tertinggal dari sisi ekonomi dan juga infrastruktur.
Merujuk pada Perpres Nomor 63 tahun 2020 tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2020 – 2024, hanya ada beberapa daerah saja di NTT yang telah masuk ke dalam kategori maju. Maka, menjadi perlu untuk menjalankan kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Literasi Digital di NTT (Kab. Sumba Timur dan Kab. Sumba Barat). Pembangunan Akses Internet BAKTI telah menyentuh pelosok wilayah yang ada di NTT. Maka kegiatan pendampingan ini dijalankan pada lokasi di mana Akses Internet BAKTI dibangun dan sudah On – Air. Pendampingan ini akan tersebar di 2 Kabupaten di NTT yang memiliki site Akses Internet BAKTI.
Acara ini dibuka oleh Pemda Sumba Barat, yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Dedi Suyatno, S,Tp didampingi oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Persandian dan Statistik, Ir. Israil Y. Meok, M. Si.

Pemda mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh BAKTI bersama ITC Watch ini dan berharap adanya metode pembelajaran sesuai dengan karakteristik orang Sumba sehingga tantangan literasi digital di Sumba Barat dapat dipetakkan dan ditemukan solusi pembelajaran dan metode pelatihan yang tepat.

Tim Redaksi.





