SELAMAT DATANG
Situs Resmi Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat
Media Informasi dan Publikasi Pembangunan Daerah
Pelantikan dan Serah Terima Dewan Pengurus Cabang Himpunan Pramuwisata Kabupaten Sumba Barat Periode 2020 – 2025
Facebook
Twitter
WhatsApp

Sumba Barat – 20 Oktober 2020, bertempat di aula Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Barat, Dewan Pengurus Cabang Himpunan Pramuwisata Indonesia (DPC HPI) Kabupaten Sumba Barat dilantik. Pelantikan ini dilakukan oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah HPI (DPD) Provinsi, Agustinus M. Bataona, S.Fil, didampingi Sekretaris DPD, Rode Maukari, S.Pd. Ketua DPC yang baru, Rudi Siubelan terpilih dalam dalam musyawarah HPI Cabang Sumba Barat pada tanggal 10 September 2020 yang lalu menggantikan Jack Tamelab. Hadir dalam pelantikan ini Plh. Bupati, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Imanuel Mesakh Anie, M.Si, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat sekaligus Juru Bicara SATGAS COVID-19, dr. Bonar B. Sinaga, M.Kes, Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Anisa Umar Bamualim, S.IP bersama staf, Korwil HPI Sumba, Pilipus Renggi, Ketua HPI Sumba Barat Daya dan Ketua HPI Sumba Tengah, sponsor dan mitra HPI seperti Escapte to Sumba, Sumba Explore, D’Sumba Ate, Pondok Daun Ubi, Nihi Sumba, Sumba Hospitality Foundation, dan para pemandu wisata.

Memberi sambutan pertama dalam acara tersebut, Imanuel, selaku Plh. Bupati, mewakili Pjs. Bupati Drs. Samuel Pakereng, M.Si, yang berhalangan hadir, menyampaikan beberapa hal penting. Yang pertama, pariwisata memberi multiplier effect yang paling besar bagi perbaikan infrastruktur sosial ekonomi daerah, dan lebih jauh lagi menciptakan lapangan kerja. Yang berikut bahwa, Sumba Barat memiliki banyak keindahan alam, budaya dan atraksi dan oleh sebab itu, pariwisata telah ditetapkan sebagai penggerak utama pembangunan daerah Sumba Barat sejalan dengan Undang-Undang kepariwisataan dan program “NAWACITA” (: Sembilan Prioritas Pembangunan) Presiden Jokowi untuk membangun kawasan strategis pariwisata nasional dengan wawasan lingkungan di wilayah daerah. Guna mendukung hal di atas, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumba Barat terus berupaya meningkatkan kompetensi SDM lokal dengan berbagai pengetahuan dan ketrampilan. Salah satu upaya tersebut adalah melalui pembentukan kelembagaan kepariwisataan seperti Himpunan Pramuwisata. Pemda sangat mendukung terbentuknya Dewan Pimpinan Cabang HPI yang keberadaannya diharapkan bisa kerjasama dengan Pemda untuk sektor pariwisata. Karena jika wisatawan bertambah, maka akan meningkatkan pendapatan sub sektor akomodasi dan sub sektor pendukung lainnya seperti industri kerajinan tangan dan usaha kecil lainnya.

Menarik dikatakan oleh Imanuel bahwa HPI diharapkan menjadi pemberi motivasi dan kontrol kepada Pemerintah Daerah untuk sungguh-sungguh memperhatikan pembangunan pariwisata sambil berbenah diri dengan meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan ketrampilan. HPI harus mendapat penguatan dan pembekalan setelah dikukuhkan agar dapat menjadi penggerak dunia pariwisata dan tidak berakhir kerjanya setelah pelantikan. Oleh karena itu, diharapkan agar dinas terkait dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Barat serta elemen lainnya seperti Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dapat memberikan dukungan yang sangat diharapkan ini.

Juga memberi arahan dalam acara ini, Juru Bicara Satgas Covid-19, dr. Bonar menegaskan agar para pelaku usaha, termasuk pemandu wisata untuk benar-benar memperhatikan protokol Kesehatan di tengah wabah Covid-19 yang juga telah berdampak besar pada pariwisata Sumba Barat. Terdapat rata-rata 3.000 laporan kasus Covid-19 setiap hari namun hanya 200 yang dapat dilakukan test SWAB. Namun demikian, Bonar menghimbau agar pelaku pariwisata tetap tenang dengan menerapkan tiga hal, yakni: mencuci tangan dengan sabun atau disinfektan, menggunakan masker, serta menjaga jarak.

Sementara Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Anisa Umar Bamualim, S.IP, terbentuknya HPI Sumba Barat adalah tonggak yang sangat penting bagi pembenahan kelembagaan pariwisata, karena belum ada lembaga pariwata pada tingkat industri seperti PHRI, ASITA dan di tingkat masyarakat, seperti Pokdarwis. Diharapkan hadirnya HPI akan menjawab tiga tantangan kepramuwisataan di Sumba Barat, yakni: guide yang instan dan liar, guide dengan kualitas sub standar, serta tidak adanya keseragaman informasi yang mengakibatkan simpangsiurnya informasi yang diberikan kepada wisatawan.

Ketua DPD HPI Provinsi yang didampingi sekretaris, setelah pelantikan, memberi arahan agar pengurus yang baru dapat terus berbenah agar dapat bersama-sama Akademisi, Business, Pemerintah dan masyarakat atau disingkat ABG-M membangun pariwisata. Terdapat 14.000 guide di Indonesia, 555 guide berada di Nusa Tenggara Timur dan Sumba Barat lebih dari 30 orang, namun masih belum berlisensi. Situasi pandemi Covid-19 diharapkan dapat menjadi waktu untuk berbenah melalui pelatihan-pelatihan serta penggunaan media sosial seperti YouTube dan Instagram untuk memperkenalkan daerah sehingga dapat menunjang kebangkitan kembali pariwisata.

Pelantikan dilanjutkan dengan kunjungan DPD HPI bersama beberapa pengurus ke Nihi Watu dan Kampung Prai Ijing sebagai dua lokasi iconic Sumba Barat.

=== red.dkips_sb ===

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top