Kegiatan Pimpinan

Pencanangan Vaksinasi Covid-19 Pertama Bagi Ibu Hamil dan Ibu Menyusui di Kabupaten Sumba Barat

Waikabubak – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Sumba Barat menggelar pencanangan vaksinasi Covid-19 tahap pertama bagi ibu hamil dan ibu menyusui di Kabupaten Sumba Barat yang bertempat di Aula Rumah Jabatan Bupati Sumba Barat pada hari Jumat, tanggal 24 September 2021. Kegiatan pencanangan vaksinasi Covid-19 ini bertujuan untuk memberikan perlindungan dan mengurangi penyebaran Covid-19, khususnya pada ibu hamil dan ibu menyusui di Kabupaten Sumba Barat.

Ketua TP-PKK Kabupaten Sumba Barat, Martha B. Lalo, SH mengatakan bahwa pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat umum telah banyak dilakukan, namun bagi ibu hamil dan ibu menyusui belum dilakukan. Sehingga dengan dilaksanakan pencanangan vaksinasi Covid-19 ini, ibu hamil dan ibu menyusui di Kabupaten Sumba Barat dapat terlindungi dari Covid-19.

Dalam arahannya, Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, SH mengapresiasi terselenggaranya kegiatan pencanangan vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil dan ibu menyusui di Kabupaten Sumba Barat, bahwa bukan hanya masyarakat umum yang mendapat vaksinasi Covid-19, namun para ibu hamil dan ibu menyusui juga dapat divaksin Covid-19. Beliau berharap dengan dilaksanakan vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil dan ibu menyusui dapat mengurangi penyebaran Covid-19 dan menekan peningkatan kasus Covid-19 di Kabupaten Sumba Barat.

Setelah dicanangkan oleh Bupati Sumba Barat, TP-PKK Kabupaten Sumba Barat bersama tenaga medis dan tenaga kesehatan, serta perangkat daerah terkait lingkup Pemerintah Kabupaten Sumba Barat melakukan vaksinasi Covid-19 tahap pertama bagi ibu hamil dan ibu menyusui sebanyak 200 orang yang berasal dari wilayah kerja Puskesmas se-Kabupaten Sumba Barat.

=== dkips.sb ===

Bagikan Informasi Ini

Rapat Koordinasi Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 bagi Ibu Hamil

Waikabubak – Berdasarkan Surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor: HK.02.01/I/2007/2021 tentang Vaksinasi Covid-19 bagi Ibu Hamil dan Penyesuaian Skrining dalam Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 meminta kerjasama dan dukungan Pemerintah Daerah serta pemangku kebijakan dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19, termasuk pelaksanaan skrining bagi ibu hamil. Menanggapi Surat Edaran tersebut, Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, SH didampingi Wakil Bupati Sumba Barat, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Barat, Polres Sumba Barat, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat melaksanakan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 bagi Ibu Hamil di Kabupaten Sumba Barat.

Dalam arahannya, Yohanis Dade, SH menegaskan bahwa proses skrining bagi ibu hamil dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 harus dilakukan secara rinci dan teliti. Pemberian vaksin Covid-19 bagi ibu hamil tidak sepenuhnya melindungi ibu hamil dari Covid-19. Sehingga ibu hamil tetap perlu menjalankan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19, sehingga resiko terpapar Covid-19 bagi ibu hamil dapat ditekan seminimal mungkin, tambah Beliau.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat, kasus konfirmasi Covid-19 ibu hamil di Kabupaten Sumba Barat per 21 September 2021, Kecamatan Kota Waikabubak memiliki kasus konfirmasi Covid-19 tertinggi dengan 7 kasus dan Kecamatan Loli sebanyak 6 kasus. Sedangkan di Kecamatan Laboya Barat, Kecamatan Lamboya, Kecamatan Wanukaka dan Kecamatan Tana Righu tidak memiliki kasus konfirmasi Covid-19.

Dalam Surat Edaran tersebut, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memfasilitasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil, yaitu:
1. Pemberian vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil dengan prioritas pada daerah resiko tinggi.
2. Vaksin yang dapat digunakan untuk ibu hamil adalah vaksin dengan platform mRNA Pfizer dan Moderna, serta inactivated Sinovac.
3. Pemberian vaksin Covid-19 dosis pertama dimulai pada trimester kedua usia kehamilan pada ibu hamil.
4. Vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil dilaksanakan berdasarkan ketentuan perundang-undangan dan menggunakan format skrining pada kartu kendali yang sudah ditentukan oleh Kementerian Kesehatan untuk ibu hamil.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Dandim 1613 Sumba Barat, Polres Sumba Barat, Staf Ahli Bupati dan Asisten Sekretaris Daerah pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat, Kepala Perangkat Daerah/Unit Kerja terkait lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat, Ketua TP-PKK bersama perangkat kerja, Direktur RSUD Waikabubak, Direktur RSK Lende Moripa Waikabubak, para bidan, tenaga medis dan tenaga kesehatan se-Kabupaten Sumba Barat.

=== dkips.sb ===

Bagikan Informasi Ini

Dinas PMPTSP Kab. Sumba Barat Gelar Seminar Naskah Publik RUPM

Waikabubak – Bertempat di Aula Kantor Bupati Sumba Barat pada hari Jumat, 17 September 2021, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sumba Barat menggelar Kegiatan Seminar Hasil Penyusunan Naskah Akademik Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) di Kabupaten Sumba Barat. Bupati Sumba Barat melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat pada Sekretariat Kabupaten Sumba Barat, Drs. Imanuel M. Anie, M.Si membuka secara resmi kegiatan seminar tersebut, didampingi oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nusa Cendana Kupang, Dr. Umbu Lily Pekuwali, SH.,M.Hum dan Sekretaris Dinas PMPTSP Kabupaten Sumba Barat, Toda Peka Dede, SE.

Tujuan pelaksanaan Seminar Naskah Publik RUPM ini adalah mengetahui kondisi umum, potensi dan perkembangan penanaman modal di Kabupaten Sumba Barat, menentukan visi dan misi RUPM Kabupaten Sumba Barat, mengetahui arah kebijakan penanaman modal di Kabupaten Sumba Barat, menetapkan kekuatan, kelemahan, kelemahan dan peluang dalam pembangunan di bidang penanaman modal, menghasilkan peta panduan implementasi penanaman modal, memberikan usulan skala prioritas pengembangan pembangunan di bidang penanaman modal, dan memberikan kontribusi manfaat ekonomi, sosial dan lingkungan pembangunan di bidang penanaman modal di Kabupaten Sumba Barat.

Dr. Umbu Lily Pekuwali, SH.,M.Hum selaku Ketua LPPM Undana Kupang mengatakan bahwa RUPM merupakan kajian ilmiah dalam berbagai pendekatan keilmuan yang akan menjadi rujukan dalam penyusunan peraturan perundang-undangan selanjutnya, terutaman di bidang penanaman modal Kabupaten Sumba Barat. Penyusunan RUPM ini dilakukan dengan dengan melihat kondisi eksisting Kabupaten Sumba Barat, yaitu sumber daya alam, penggunaan lahan/kawasan budidaya, potensi pengembangan wilayah, infrastruktur wilayah, ekonomi wilayah, potensi UMKM dan Perbankan, serta kontribusi Dinas PMPTSP Kabupaten Sumba Barat.

Bupati Sumba Barat melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat mengucapkan terima kasih kepada Rektor Universitas Nusa Cendana melalui Ketua LPPM Undana Kupang atas dukungan dan kerja sama dalam penyusunan RUPM Kabupaten Sumba Barat. Beliau berharap dengan adanya RUPM ini dapat menghasilkan data-data potensi daerah yang kemudian menjadi peluang investasi untuk ditawarkan kepada investor, sehingga iklim penanaman modal dan investasi di daerah Kabupaten Sumba Barat lebih kondusif.

Kegiatan seminar ini dihadiri oleh Perangkat Daerah terkait lingkup Pemerintah Kabupaten Sumba Barat, Perbankan, Perpajakan dan para Pelaku Usaha di Kabupaten Sumba Barat.

=== dkips.sb ===

Bagikan Informasi Ini

Wakil Bupati Sumba Barat: Kolam Ikan Labariri Akan Jadi Obyek Wisata Untuk Tingkatkan PAD

Senin, 13 September 2021 | Hal ini disampaikan Wakil Bupati Sumba Barat Jhon Lado Bora Kaba dalam acara Pelepasan Benih Ikan Patin di lokasi kolam Dusun Labariri Desa Sobarade, Kecamatan Kota. Jhon mengatakan bahwa selama ini orang tidak begitu menganggap ikan tawar bermanfaat dari sisi dagang karena tidak banyak yang mengkonsumsinya. Sumba Barat juga masih begitu tergantung pada ikan asal Bima walaupun memiliki potensi yang besar untuk penyediakan secara lokal. Kolam ikan kelompok usaha Desa Sobarade diharapkan akan turut menjawab persoalan kebutuhan ikan secara lokal. Di samping itu, menurut Jhon, area kolam Sobariri dapat dijadikan obyek wisata yang cukup menarik jika dipoles dan ditunjang dengan keamanan dan kenyamanan.  Pemerintah Daerah berterimakasih kepada Kepala Desa Sobarade dengan kelompok usahanya bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa yang telah memulai inisiatif ini di tengah pandemi Covid-19. Pemerintah ingin agar masyarakat dapat keluar dari kemiskinan.

Tiga puluh kolam dibangun di atas lahan milik Bapa Ambu, salah satu warga Sobarade, dan Karen itu, anggaran yang digelontorkan dari dana desa sekitar 200 juta lebih difokusan pada pengadaan benih dan pakan serta HOK atau upah kerja masyarakat. Sebanyak 4000 benih dilepaskan dari 45.000 yang direncanakan. Sesuai dengan harapan Wakil Bupati, Kepala Desa Sobarade, Kuri Bili, akan berupaya agar nantinya usaha ikan ini dapat diwadahi dalam  sebuah Bumdes dan karena itu akan bekerja dengan semua pihak untuk mewujudkan PAD lewat usaha ini.

Kepala Dinas Pemberdayaan dan Desa, Jefri Dapamerang,  menyatakan bahwa instansinya selalu berupaya agar lahan-lahan tidur yang ada di Kabupaten Sumba Barat dapat menjadi area produktif. Terinspirasi dari program Food Estate yang mendapat suntikan dana ratusan Miliar, Jefri mengatakan, dengan belasan Miliar yang dimiliki desa Sumba Barat juga dapat menghasilkan yang sama. Karena itu ia selalu memanfaatkan fungsi advokasi instansinya agar kebijakan-kebijakan anggaran di desa lebih memprioritaskan usaha-usaha produktif guna untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari pada pembangunan fisik yang belum past memilik dampak yang signifikan pada pemberdayaan potensi masyarakat. Beliau mengatakan bahwa intervensi dana desa yang tepat akan sangat berdampak pada usaha produktif masyarakat serta menghindarkan masyarakat dari upaya pemiskinan. Beliau memberikan contoh bahwa di Desa Lapale usaha produktif serupa bangkit kembali dari 12 tahun stagnan karena desa memberi bantuan pakan. Masyarakat juga terbebas dari praktek ijon di mana petani harus menggadekan satu karung padi ladangnya untuk 1 kilo herbisida. Setelah desa menangani kebutuhan ini, masyarakat dapat lebih bersemangat mengelolah tanahnya yang kalau tidak akan cenderung menjadi lahan tidur.

 

DKIPS Sumba Barat – OK

Bagikan Informasi Ini